X Money resmi meluncur untuk publik di Amerika Serikat mulai hari ini, Senin (22/4/2024). Layanan pembayaran digital ini merupakan langkah konkret pertama Elon Musk mewujudkan visinya mengubah platform X (sebelumnya Twitter) menjadi "aplikasi serba bisa" (everything app).
Peluncuran ini mengakhiri masa uji coba terbatas (invite-only beta) yang selama ini dijalankan. Mulai sekarang, fitur pembayaran ini bisa diakses oleh pelanggan X Premium dan Premium Plus di wilayah AS.
Fitur utama X Money mencakup dompet digital dan sistem pembayaran peer-to-peer (P2P) yang mirip dengan Venmo. Pengguna juga bisa mendapatkan kartu Visa berbahan logam yang bisa dicetak dengan nama pengguna X mereka. Layanan ini mendukung integrasi dengan Apple Wallet dan menawarkan transfer uang gratis di dalam platform X.
Salah satu daya tarik utamanya adalah penawaran bunga simpanan yang diklaim mencapai 6% per tahun (APY). Namun, tingkat bunga "boosted" ini hanya tersedia untuk pelanggan Premium Plus. Pelanggan Premium standar perlu menyetor sejumlah uang tertentu untuk mendapatkan fasilitas serupa.
Peluncuran ini datang beberapa bulan setelah Elon Musk menyatakan bahwa "akses publik awal" untuk platform pembayaran akan dimulai pada April 2024. Pernyataan ini sejalan dengan rencana ambisius yang pernah diungkapkan Musk dalam rapat staf X pada 2023, di mana ia menegaskan, "Jika itu melibatkan uang, maka itu akan ada di platform kami."
Keputusan X memasuki ranah fintech bukan tanpa kontroversi. Awal tahun ini, Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat mengangkat masalah keamanan terkait X Money. Dalam suratnya, Warren memperingatkan bahwa layanan ini berpotensi menimbulkan risiko bagi konsumen, keamanan nasional, dan stabilitas sistem keuangan AS.
X Money hadir di tengah persaingan ketat layanan pembayaran digital di AS. Dominasi Venmo dan Cash App masih sangat kuat. Keberhasilan X Money akan sangat bergantung pada kemampuannya menarik lebih dari 500 juta pengguna aktif X untuk beralih atau menggunakan layanan pembayaran baru ini.
Langkah ini juga mencerminkan tren global di mana platform media sosial berupaya merambah layanan keuangan. WeChat di China telah sukses besar dengan model serupa, mengintegrasikan pesan, media sosial, dan pembayaran dalam satu ekosistem tertutup.
Bagi pengguna Indonesia, peluncuran ini memiliki relevansi tersendiri. Pasar Indonesia sudah sangat matang dengan dompet digital lokal seperti GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay. X Money, jika pada akhirnya hadir di Indonesia, akan menghadapi persaingan yang jauh lebih sengit dan preferensi pengguna yang sudah terbentuk kuat.
Kekhawatiran Senator Warren juga merupakan catatan penting. Isu regulasi keuangan digital sangat ketat dan menjadi perhatian global. Setiap layanan baru yang menangani uang pengguna harus membuktikan keamanan dan kepatuhan regulasinya.
Ke depannya, langkah Musk ini akan diawasi ketat. Apakah X Money bisa berkembang pesat seperti Twitter dulu, atau justru terbentur masalah regulasi dan kepercayaan pengguna, adalah tanda tanya besar. Keberhasilannya akan menentukan apakah visi "everything app" untuk X bisa benar-benar terwujud.