Kolom Tekno

Sonos Rilis Headphone dan Soundbar Baru, Integrasikan AI ke Sistem Audio

Bagikan: X Facebook WhatsApp Telegram LinkedIn
Sonos Rilis Headphone dan Soundbar Baru, Integrasikan AI ke Sistem Audio

Ringkasan

  • Sonos meluncurkan headphone Ace Ultra, soundbar Beam Ultra, dan pembaruan OS Sonos 27 dengan integrasi AI yang lebih dalam dalam acara New York.

Sonos, merek audio premium asal Amerika Serikat, baru saja mengumumkan serangkaian produk dan pembaruan perangkat lunak signifikan dalam sebuah acara di New York City. Di antara sorotan utama adalah dua perangkat keras baru — headphone Sonos Ace Ultra dan soundbar Sonos Beam Ultra — yang didampingi oleh pembaruan besar pada sistem operasi audionya, Sonos 27. Ini termasuk integrasi kecerdasan buatan (AI) yang lebih dalam, sekaligus menandai langkah penting bagi Sonos setelah beberapa waktu sulit akibat kritik pengguna terhadap aplikasi yang diperbarui secara drastis pada 2024 lalu.

Pembaruan perangkat lunak ini menjadi pusat dari strategi Sonos saat ini. Dengan Sonos 27, perusahaan memperkenalkan asisten suara bernama Sonos 27voice, yang dikembangkan secara internal khusus untuk kontrol musik dan sistem. Fitur ini akan tersedia dalam akses awal sebagai fitur pilihan (opt-in) pada musim gugur mendatang. Selain itu, Sonos juga memperkenalkan Sonos 27mcp, yang memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai model AI eksternal seperti ChatGPT atau Google Gemini. Namun, asisten suara Google Assistant masih belum secara native didukung dalam sistem ini.

Akses awal Sonos 27mcp akan diluncurkan pada 8 September 2025. Pengguna juga bisa membuat hingga 10 agen khusus menggunakan Sonos 27, dengan memilih model AI mana pun yang diinginkan. Agen-agen ini dapat diberi nama, suara, dan peran berbeda — misalnya, seorang detektif yang sedikit muram memberikan berita pagi atau pelatih motivasi yang berbisik semangat pagi saat bangun tidur. Namun, fitur agen khusus ini baru akan tersedia pada 2027.

Di sisi lain, Sonos juga meningkatkan kemampuan jaringan rumahnya melalui platform yang disebut Sonos Fabric. Pengguna dapat menggunakan speaker portabel Play dan Move 2 sebagai speaker surround dalam sistem home theater. Setelah ditempatkan, perangkat ini akan secara otomatis mengonfigurasi ulang posisinya dan perannya tanpa perlu pengaturan manual di aplikasi Sonos. Namun, fitur ini tidak bisa digunakan jika hanya ada satu unit Play atau Move 2.

Untuk headphone, Sonos memperkenalkan konsep 'headphone linking', di mana headphone yang kompatibel dapat terhubung langsung ke sistem Sonos di rumah. Sistem akan mendeteksi speaker terdekat dan mengalihkan audio dari speaker ke headphone secara otomatis. Fitur ini akan dirilis sebagai akses awal pada 29 September 2025, bersamaan dengan peluncuran Ace Ultra.

Sonos Ace Ultra hadir sebagai generasi perbaikan dari model Ace sebelumnya. Dibangun di atas Headphone Engine versi 2, headphone ini mendukung headphone linking dan dilengkapi tombol fisik untuk mengalihkan audio antara speaker dan headphone tanpa perlu ponsel. Desainnya mirip dengan Ace, namun dengan penempatan tombol yang sedikit berbeda di cup akseknya. Ace Ultra juga sedikit lebih besar dan berat (10 gram lebih berat), dilengkapi driver khusus 40mm dan 10 mikrofon untuk pengurangan noise cancellation (ANC). Menurut Sonos, ANC pada Ace Ultra dua kali lebih efektif dibandingkan Ace, terutama pada frekuensi rendah seperti 65Hz (umum dari HVAC) dan 120Hz (drone pesawat terbang).

Baterai Ace Ultra juga ditingkatkan, mendukung hingga 35 jam pemutaran dengan ANC aktif. Pengisian cepat selama tiga menit bisa memberikan tambahan tiga jam pemutaran. Headphone ini mendukung codec Bluetooth seperti SBC, AAC, dan aptX Adaptive Lossless, serta koneksi USB-C dengan resolusi audio hingga 16-bit/48kHz. Tersedia dalam empat warna: hitam, putih, biru agave, dan beige sand, dengan harga jual $449.

Soundbar baru Sonos Beam Ultra merupakan redesign lengkap dari generasi sebelumnya. Berbeda dengan konfigurasi 5.0 pada Beam asli, Beam Ultra hadir dengan konfigurasi 7.1.2 dan dua driver up-firing untuk dukungan Dolby Atmos. Soundbar ini dirancang kompak namun kuat, cocok untuk berbagai jenis ruangan.

Aplikasi Sonos juga mendapatkan pembaruan UI/UX baru berdasarkan masukan komunitas pengguna, termasuk subreddit resmi Sonos. Navigasi utama sekarang terdiri dari tiga tab: Home, System, dan Search, yang ditempatkan di bagian bawah layar. Fitur lainnya termasuk opsi pengurutan ruangan yang bisa ditempel di bagian atas, serta guliran volume virtual yang dikontrol dengan dua jari seperti guliran fisik. Fitur-fitur ini mulai didorong pada 8 September 2025, meskipun guliran volume hanya tersedia di iOS pada awalnya.

Kontrol layar kunci (lockscreen) untuk volume dan putar/jeda juga kembali diluncurkan, dengan rollout dimulai pada 17 Agustus 2025. Tampilan kesehatan sistem untuk membantu memecahkan masalah teknis dan preset akan dirilis nanti pada musim gugur.

Dari sudut pandang pasar Indonesia, inovasi Sonos ini menandai tren peningkatan integrasi AI dalam perangkat audio rumahan. Meski Sonos belum secara resmi hadir di Indonesia, banyak penggemar audio lokal yang mengimpor produknya. Dengan semakin canggihnya fitur seperti headphone linking dan agen AI khusus, Sonos semakin menguatkannya posisinya sebagai pemimpin dalam ekosistem audio pintar. Namun, harga premiumnya ($449 untuk Ace Ultra) mungkin masih menjadi hambatan bagi sebagian besar konsumen Indonesia, yang lebih cenderung memilih alternatif lokal seperti headphone dari merek TWS lokal atau soundbar dari merek pasar lokal yang lebih terjangkau.

Namun, kemampuan Sonos untuk menggabungkan hardware dan software secara mulus, terutama dengan dukungan AI, menunjukkan arah masa depan industri audio global. Jika perusahaan berhasil menjaga kestabilan aplikasinya dan menyederhanakan pengalaman pengguna, inovasi-inovasi ini bisa menjadi bahan inspirasi bagi produsen audio lokal untuk mengembangkan ekosistem yang lebih terhubung dan pintar di kemudian hari.

Mengapa Ini Penting

Pembaruan ini menandai upaya Sonos untuk pulih dari kritik pengguna sebelumnya dan kembali menegaskan posisinya di pasar audio premium. Integrasi AI yang lebih dalam, seperti headphone linking dan agen AI khusus, menunjukkan tren baru dalam dunia audio rumahan — di mana perangkat tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif terhadap konteks pengguna. Bagi pasar Indonesia, inovasi ini memicu pertanyaan apakah produsen lokal siap mengikuti gelombang integrasi AI ini, atau tetap terpaku pada spesifikasi teknis konvensional. Selain itu, harga premium Sonos yang belum resmi dijual di Indonesia menimbulkan kesenjangan akses bagi konsumen lokal yang ingin merasakan pengalaman audio pintar terdepan.

Pertanyaan Umum

Apa isi utama artikel "Sonos Rilis Headphone dan Soundbar Baru, Integrasikan AI ke Sistem Audio"?

Sonos meluncurkan headphone Ace Ultra, soundbar Beam Ultra, dan pembaruan OS Sonos 27 dengan integrasi AI yang lebih dalam dalam acara New York.

Mengapa Kolom Tekno ini penting?

Pembaruan ini menandai upaya Sonos untuk pulih dari kritik pengguna sebelumnya dan kembali menegaskan posisinya di pasar audio premium. Integrasi AI yang lebih dalam, seperti headphone linking dan agen AI khusus, menunjukkan tren baru dalam dunia audio rumahan — di mana perangkat tidak hanya cerdas, tetapi juga adaptif terhadap konteks pengguna. Bagi pasar Indonesia, inovasi ini memicu pertanyaan

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
1 September 2026
Waktu Baca
6 menit