W3 & Crypto

Opsi Call Bitcoin Paling Populer Turun Rp10 Juta per Unit

Ringkasan

  • Pasar opsi Bitcoin mencatat pergeseran besar, dengan strike price $70.000 kini menjadi taruhan call paling populer, menggantikan level $80.000 yang selama enam bulan terakhir menjadi acuan puncak harga.
  • Perubahan ini berpotensi membatasi kenaikan BTC di atas $70.000.

Pasar opsi Bitcoin mengalami pergeseran signifikan pada pertengahan Juli 2026, dengan strike price $70.000 kini menjadi taruhan call paling populer. Menurut data dari Metrics, open interest pada call $70.000 mencapai $1,63 miliar, menggeser posisi $80.000 yang selama enam bulan sebelumnya mendominasi sebagai level puncak yang paling banyak diminati.

Pergeseran ini mencerminkan perubahan sentimen di kalangan trader dan dealer. Selama paruh pertama tahun ini, Bitcoin bergerak dalam kisaran $60.000-$80.000, dengan call $80.000 dan put $60.000 menjadi dua taruhan utama. Kini, ceiling price secara efektif turun ke $70.000, sementara floor price tetap di $60.000. Analis mencatat bahwa dealer mempertahankan "net long gamma exposure" di atas $70.000, artinya mereka cenderung melakukan short atau menjual saat harga naik untuk menjaga posisi netral dan memperoleh keuntungan dari spread.

Imran Lakha, pendiri Options Insights, menjelaskan bahwa strategi hedging ini bertindak seperti rem. "Ketika BTC naik di atas $70.000, dealer akan menjual untuk tetap netral, sehingga membatasi seberapa cepat harga bisa naik," katanya. Lakha menambahkan bahwa Ethereum (ETH) tidak terpapar dinamika gamma yang sama, sehingga bisa bergerak lebih cepat.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $64.100 pada saat berita ini diturunkan, turun hampir 1% sejak tengah malam UTC. Aset kripto utama lainnya seperti Ethereum, XRP, dan Solana juga mencatat penurunan serupa, sementara Nasdaq 100 futures turun 0,5%.

Alex Kuptsikevich, analis pasar senior di FxPro, mengingatkan tentang risiko sell-off tiba-tiba di tengah gejolak pasar finansial. "Menunggu momen tersebut memang tidak menyenangkan, tetapi membeli di saat pasar tenang dengan harga kurang dari setengah puncak sebelumnya terlihat seperti taktik yang masuk akal untuk beberapa minggu ke depan," ujarnya.

Di Indonesia, minat terhadap Bitcoin dan derivatifnya terus tumbuh, meskipun regulasi masih dalam tahap pengembangan. Platform seperti Tokocrypto dan Indodax telah menawarkan fitur trading opsi bagi pengguna lokal, meskipun dengan volume yang jauh lebih kecil dibandingkan pasar global. Pergeseran di pasar internasional ini bisa menjadi sinyal bagi trader Indonesia untuk menyesuaikan strategi, terutama karena likuiditas opsi di dalam negeri masih terbatas.

Secara teknis, pergeseran strike price menunjukkan bahwa dealer memperkirakan tekanan jual akan meningkat di sekitar level $70.000. Hal ini juga mengindikasikan bahwa sentimen bullish mulai mengendur, meskipun minat terhadap put $60.000 tetap tinggi sebagai antisipasi dukungan harga.

Untuk trader Indonesia, perkembangan ini menawarkan peluang belajar tentang dinamika hedging dan gamma exposure. Memahami cara dealer mengelola risiko dapat membantu dalam merancang strategi trading yang lebih adaptif, terutama ketika pasar global menunjukkan tanda-tanda konsolidasi.

Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada apakah Bitcoin dapat menembus level $70.000 atau justru terpantul di sekitar $64.000-$66.000. Jika open interest pada call $70.000 terus meningkat, bisa menjadi indikasi bahwa level tersebut akan kembali menjadi resistance utama. Sebaliknya, jika minat terhadap put $60.000 meningkat, hal ini bisa mengindikasikan antisipasi penurunan lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pergeseran ini menandai babak baru dalam siklus bullish Bitcoin, dengan batasan atas yang lebih rendah dan dealer yang semakin siap untuk membatasi kenaikan harga. Trader, baik di Indonesia maupun global, disarankan untuk memantau perkembangan open interest dan aktivitas hedging dealer untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

Mengapa Ini Penting

Pergeseran strike price opsi Bitcoin dari $80.000 ke $70.000 menunjukkan perubahan sentimen pasar yang dapat memengaruhi strategi trading di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, di mana platform lokal mulai menawarkan produk derivatif serupa. Pemahaman mendalam tentang dinamika hedging dealer ini penting bagi trader Indonesia untuk mengantisipasi volatilitas dan mengelola risiko, terutama karena pasar domestik masih dalam tahap perkembangan dan likuiditasnya terbatas. Berita ini juga menyoroti peluang bagi regulator untuk memantau aktivitas derivatif kripto guna melindungi investor ritel.

Sumber Asli
CoinDesk
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit