Dunia kecerdasan buatan (AI) kini tengah menghadapi tantangan baru yang krusial: bagaimana mengajarkan mesin untuk berinteraksi di dunia fisik. OpenAI, yang baru saja menghidupkan kembali program robotikanya, menjadi salah satu indikator bahwa raksasa teknologi kini berlomba-lomba mengembangkan AI fisik. Namun, hambatan utama yang dihadapi bukanlah kurangnya daya komputasi atau algoritma, melainkan ketiadaan data pelatihan yang memadai untuk robot.
Berbeda dengan model bahasa besar (LLM) yang dapat dilatih menggunakan miliaran teks yang tersedia secara publik di internet, robot membutuhkan data interaksi fisik yang sangat spesifik. Data seperti video YouTube atau rekaman pekerja lepas seringkali memiliki fidelitas rendah dan sulit diintegrasikan ke dalam logika operasional robot. Kesenjangan data inilah yang kini menjadi celah bisnis infrastruktur baru di industri teknologi global.
Startup asal Amerika Serikat, XDOF, muncul dari masa pengembangan tertutup dengan ambisi menjadi penyedia utama infrastruktur data bagi perusahaan robotika. Perusahaan ini berfokus membangun jalur pipa data, alat pengumpulan, dan sistem anotasi yang memungkinkan robot memahami dunia fisik. XDOF meyakini bahwa siklus umpan balik data adalah penentu utama keberhasilan pengembangan robot di masa depan.
Langkah strategis XDOF mendapatkan dukungan kuat dari para investor papan atas. Perusahaan ini berhasil mengumpulkan pendanaan sebesar 70 juta dolar AS dari firma modal ventura terkemuka seperti Thrive Capital, Spark Capital, Andreessen Horowitz (a16z), Lux, dan WndrCo. Dana tersebut akan digunakan untuk mempercepat pengembangan ekosistem data yang sangat dibutuhkan oleh laboratorium AI frontier.
Philippe Wu, CEO dan salah satu pendiri XDOF, mengungkapkan bahwa saat ini mereka telah bekerja sama dengan sekitar 20 pelanggan, termasuk beberapa laboratorium AI terkemuka. Wu, yang merupakan lulusan PhD dari UC Berkeley, sebelumnya menghadapi kendala serupa saat meneliti pembelajaran robotika. Ia menyadari bahwa tanpa ketersediaan data berskala besar, pengembangan model fondasi untuk robotika tidak akan pernah bisa mencapai potensi maksimalnya.
Sebagai langkah awal kolaborasi riset, XDOF menjalin kemitraan dengan laboratorium AI UC Berkeley untuk merilis koleksi data pelatihan robot berkualitas tinggi dalam skala besar. Selain menyediakan data mentah, XDOF juga memfokuskan bisnisnya pada layanan pembersihan data dan alat anotasi. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ekosistem yang berkelanjutan, di mana kualitas data terus meningkat seiring dengan bertambahnya intensitas pelatihan robot yang dilakukan oleh para pengembang.