Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani secara resmi menyerahkan surat undangan dari pemerintah Republik Islam Iran kepada Presiden Prabowo Subianto. Undangan tersebut meminta kepala negara Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke ibu kota Teheran. Penyampaian ini dilakukan Muzani usai menggelar pertemuan dengan Mahkamah Agung di Jakarta pada Selasa.
Langkah diplomatik tersebut bermula ketika Muzani bersama Menteri Luar Negeri Sugiono bertolak ke Masyhad pada 9 Juli lalu. Keduanya berangkat sebagai utusan Presiden Prabowo untuk menghadiri pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Dalam kunjungan duka tersebut, delegasi Indonesia mendapat sambutan langsung dari Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ghalibaf merupakan figur sentral yang saat ini memimpin tim perundingan antara Iran dan Amerika Serikat. Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik, ia menegaskan bahwa negaranya sedang menyiapkan strategi pertahanan menyeluruh atau total defense. Konteks keamanan ini memberi bobot tersendiri bagi undangan kepada Prabowo, terutama jika ditinjau dari perspektif teknologi pertahanan dan keamanan siber.
Bagi ekosistem teknologi Indonesia, undangan ini membuka peluang strategis untuk mendiversifikasi kerja sama di sektor keamanan siber. Selama ini, arsitektur keamanan digital Tanah Air kerap bertumpu pada teknologi dari blok Barat. Kerja sama dengan Iran, yang terpaksa mengembangkan sistem pertahanan siber mandiri akibat embargo teknologi global, dapat menjadi sumber inovasi alternatif bagi perusahaan dalam negeri.
Indonesia tengah gencar memperkuat infrastruktur digital nasional melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kolaborasi potensial dengan Teheran dapat mencakup pengembangan kriptografi lokal, sistem komunikasi satelit anti-gangguan, serta pertukaran keahlian dalam mitigasi ancaman peretasan terkoordinasi. Langkah ini sejalan dengan ambisi pemerintah mencapai kedaulatan siber penuh pada dekade mendatang.
Dampaknya bagi industri teknologi domestik cukup signifikan. Startup keamanan siber lokal dan perusahaan telekomunikasi pelat merah berpotensi menerima alih teknologi baru. Apabila Prabowo menerima undangan tersebut, kunjungan balasan ke Teheran bisa menjadi ajang pencarian mitra bagi produk perangkat keras jaringan buatan dalam negeri yang selama ini terhambat rantai pasok global.
Muzani menuturkan bahwa Ghalibaf secara khusus menyampaikan salam hangat untuk seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. "Doktor Mohammad Ghalibaf menyampaikan salam hangat kepada seluruh rakyat dan Bangsa Indonesia, serta Pemerintah Republik Indonesia," ucap Muzani menirukan pesan tersebut dalam konferensi pers.
Selain membahas undangan, Muzani yang mewakili pemerintah juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran. "Kami berbelasungkawa atas hal tersebut, kami merasakan bagaimana rakyat Iran merasa sedih atas meninggalnya pimpinan yang sangat dicintai. Rakyat Indonesia berdoa mudah-mudahan rakyat Iran bisa tabah dalam menghadapi musibah ini," kata dia.
Meski undangan sudah diserahkan, Muzani mengaku belum mengetahui respons pasti dari Presiden Prabowo Subianto. "Undangan sudah kami sampaikan ke Pak Prabowo," ujarnya tanpa merinci rencana keberangkatan atau waktu pelaksanaan kunjungan tersebut.
Ke depan, langkah diplomatik ini akan menjadi ujian bagi kebijakan luar negeri bebas-aktif Indonesia di ranah teknologi. Jika kunjungan ke Teheran terealisasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika serta Kementerian Pertahanan diprediksi akan menyusun nota kesepahaman di bidang teknologi pertahanan siber dan komunikasi satelit.
Tren kerja sama Selatan-Selatan di era digital kemungkinan besar akan menguat. Indonesia dan Iran memiliki tantangan serupa terkait perlindungan data warga dari ancaman negara pihak ketiga. Penguatan diplomasi teknologi seperti ini menjadi keniscayaan bagi negara berkembang yang ingin melepaskan diri dari ketergantungan infrastruktur asing yang rentan terhadap blokade geopolitik.