Ugreen, produsen aksesoris elektronik asal China yang dikenal dengan power bank dan charger, kini memperluas sayapnya ke dunia rumah pintar. Di ajang pameran teknologi IFA 2024 di Berlin, Ugreen memperkenalkan platform HomeAgent — sistem terpadu yang menggabungkan penyimpanan kamera keamanan, kecerdasan buatan on-device, dan kontrol rumah pintar dalam satu kesatuan. Yang membuatnya berbeda dari kompetitor seperti Google Nest atau Amazon Alexa, seluruh data dan pemrosesan AI dilakukan secara lokal tanpa biaya langganan bulanan.
Pusat dari sistem HomeAgent adalah sebuah hub yang berfungsi sebagai otak rumah pintar. Tersedia dalam tiga konfigurasi berbeda — HomeAgent HA100, HA100 Pro, dan MasterAgent MA100 — masing-masing dilengkapi dengan slot kartu SD, layar interaktif, serta kontrol suara melalui asisten virtual bernama Uliya. Semua perangkat ini menyimpan data secara lokal dan mengolah rekaman video langsung di perangkat, sehingga mengurangi risiko kebocoran data pribadi.
Ugreen menekankan bahwa HomeAgent dirancang untuk menjawab dua kritik utama terhadap solusi rumah pintar berbasis cloud: privasi dan biaya berlangganan. Dengan AI lokal, pengguna dapat menikmati fitur seperti pelacakan silang antar kamera, notifikasi pintar untuk orang, kendarakan, hewan peliharaan, dan paket, hingga pencarian video berbasis AI dan deskripsi teks dari footage. Pengguna juga bisa bertanya secara natural seperti “Di mana kini hewanku?” atau mengendalikan perangkat rumah pintar hanya dengan suara.
Teknologi di balik MasterAgent MA100 didukung oleh platform NVIDIA Jetson Thor T5000, yang menyediakan hingga 2.070 TFLOPS performa AI. Performanya luar biasa memungkinkan pemrosesan video resolusi tinggi secara real-time langsung di perangkat. Namun kemampuan ini tentu saja datang dengan harga yang cukup tinggi — sesuatu yang perlu dipertimbangkan oleh konsumen.
Sistem ini juga mendukung berbagai protokol konektivitas termasuk Wi-Fi, Zigbee, Thread, Bluetooth, NFC, ONVIF/RTSP, dan PoE. HomeAgent berperan sebagai kontroler Matter sehingga siapa pun bisa mengintegrasikan perangkat dari merek berbeda asalkan kompatibel dengan standar terbuka tersebut. Ugreen menjanjikan daftar kompatibilitas perangkat yang akan dirilis secara bertahap, dengan dukungan awal terbatas pada lampu, saklar, sensor, dan jendela otomatis.
Untuk melengkapi ekosistemnya, Ugreen meluncurkan serangkaian kamera keamanan bernama SynCare, termasuk SynCare Indoor Cam ID500 Pro, SynCare POE Cam OD600 Pro, dan SynCare Cam OD800 Pro yang baterai. Selain itu, terdapat speaker pintar khusus untuk menjalankan Uliya, dan kerangka foto digital berbasis E Ink Spectra yang dapat menampilkan gambar langsung dari penyimpanan lokal tanpa perlu mengunggahnya ke cloud.
Meskipun semuanya bisa berjalan secara lokal, fitur seperti notifikasi push dan akses jarak jauh tetap membutuhkan koneksi internet. Pengguna juga diberi pilihan untuk menggunakan layanan cloud untuk asisten suara Uliya bila diinginkan. Kombinasi fleksibilitas ini menjadikan HomeAgent menarik bagi mereka yang menginginkan kontrol penuh atas data mereka.
Ketersediaan produk ini akan dimulai melalui kampanye Kickstarter pada Oktober mendatang dengan harga diskon early bird. Harga ritel penuh belum diumumkan secara resmi, namun bersumber dari The Verge, performa tinggi MasterAgent MA100 kemungkinan akan dibanderol dengan harga premium.
Di pasar Indonesia, minat akan solusi rumah pintar berbasis privasi semakin meningkat seiring kesadaran akan pentingnya keamanan siber. Produk sejenis dari merek lokal belum banyak hadir, meski beberapa perusahaan seperti Xiaomi dan Huawei sudah menawarkan alternatif rumah pintar dengan dukungan lokal. HomeAgent bisa menjadi peluang bagi Ugreen untuk merebut pasar yang peduli pada privasi dan ingin mengurangi ketergantungan pada layanan asing.
Analis industri teknologi menilai bahwa tren rumah pintar lokal akan terus berkembang seiring konsumen semakin waspada terhadap penggunaan datanya. Solusi seperti HomeAgent tidak hanya menawarkan kenyamanan, tetapi juga kepercayaan bahwa data pribadi tidak akan diproses atau disimpan di luar jaringan rumah tangga. Ini menjadi nilai tambah besar di tengah regulasi perlindungan data yang semakin ketat di Indonesia dan global.
Namun keberhasilan adopsi HomeAgent juga bergantung pada kemudahan penggunaan dan dukungan perangkat pihak ketiga. Integrasi dengan perangkat yang sudah ada di rumah pengguna menjadi faktor krusial, terutama di pasar yang beragam seperti Indonesia. Jika Ugreen berhasil memastikan kompatibilitas yang luas dan antarmuka yang ramah pengguna, peluang pertumbuhan sistem ini bisa sangat besar.
Ditinjau dari sudut pandang pengembangan teknologi, inovasi AI on-device yang ditawarkan HomeAgent mencerminkan pergeseran paradigma dari model cloud ke edge computing. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembang aplikasi dan perangkat pintar untuk menciptakan solusi yang lebih aman, cepat, dan hemat biaya jangka panjang bagi pengguna akhir.
Kehadiran Ugreen di IFA 2024 menandai langkah strategis untuk merebut peran dalam ekosistem rumah pintar global. Dengan pendekatan lokal-first, HomeAgent tidak hanya menjawab tren privasi, tetapi juga menyiapkan fondasi bagi generasi rumah pintar yang lebih mandiri dan berkelanjutan di masa depan.