Berita

Startup Pembayaran Flutterwave Raih Valuasi USD 3,2 Miliar dengan Dukungan Ripple

Startup Pembayaran Flutterwave Raih Valuasi USD 3,2 Miliar dengan Dukungan Ripple

Ringkasan

  • Flutterwave mencapai valuasi USD 3,2 miliar setelah mendapatkan investasi dari Ripple untuk memperluas solusi pembayaran berbasis blockchain di Afrika.

Perusahaan infrastruktur pembayaran asal Afrika, Flutterwave, baru saja mengumumkan keberhasilan mereka dalam putaran pendanaan Seri E yang menempatkan valuasi perusahaan di angka USD 3,2 miliar. Pencapaian ini menandai tonggak sejarah penting bagi ekosistem fintech di benua tersebut, sekaligus menegaskan posisi Flutterwave sebagai pemain kunci dalam memodernisasi sistem keuangan lintas batas di Afrika.

Salah satu sorotan utama dalam putaran pendanaan ini adalah masuknya Ripple, perusahaan teknologi blockchain yang fokus pada solusi pembayaran global, sebagai investor ekuitas. Meskipun Flutterwave tidak mengungkapkan nominal spesifik dari investasi tersebut, perusahaan menyatakan bahwa total pendanaan yang telah mereka himpun hingga saat ini telah melampaui angka USD 500 juta. Kemitraan strategis ini bertujuan untuk mempercepat ekspansi layanan keuangan di berbagai negara Afrika.

Sektor pembayaran lintas batas di Afrika selama ini dikenal penuh tantangan akibat sistem perbankan yang terfragmentasi, kebijakan valuta asing yang ketat, serta volatilitas mata uang yang tinggi. Selama ini, transaksi sering kali harus dirutekan melalui pusat keuangan di Eropa seperti London, yang menyebabkan proses menjadi lebih lambat dan memakan biaya tinggi. Flutterwave hadir sebagai solusi dengan menawarkan unifikasi API yang memungkinkan Afrika beroperasi sebagai satu pasar terpadu.

Dalam upaya memperkuat infrastruktur teknologinya, Flutterwave sebelumnya telah mengakuisisi startup perbankan Afrika, Mono, awal tahun ini untuk mengintegrasikan teknologi API mereka. Langkah strategis ini selaras dengan inovasi yang mereka luncurkan pada Oktober 2025, yakni solusi stablecoin hasil kolaborasi dengan Polygon Labs. Inovasi ini memungkinkan pelaku bisnis untuk memproses transaksi di luar sistem perbankan tradisional, sehingga menawarkan metode pengiriman uang yang lebih stabil, cepat, dan ekonomis.

Bagi Ripple, investasi ini menjadi pintu masuk yang strategis untuk memperluas jejak bisnis mereka di benua Afrika. Melalui kolaborasi ini, Ripple akan menyediakan infrastruktur yang diperlukan bagi Flutterwave untuk meningkatkan penawaran aset digital mereka kepada pelanggan. Sinergi ini diharapkan mampu mengatasi hambatan likuiditas yang selama ini menghambat pertumbuhan ekonomi digital di wilayah tersebut.

Saat ini, Flutterwave telah beroperasi di 35 negara di seluruh benua Afrika, menjadikannya salah satu jaringan pembayaran paling luas di wilayah tersebut. Dengan dukungan modal dan teknologi dari Ripple, Flutterwave kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk terus mendisrupsi sistem perbankan tradisional dan mendorong inklusi keuangan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku bisnis di Afrika.

Mengapa Ini Penting

Kemitraan ini menunjukkan tren global di mana startup pembayaran mulai mengadopsi teknologi blockchain untuk memangkas inefisiensi sistem perbankan tradisional. Bagi industri fintech di Indonesia, langkah ini menjadi studi kasus penting mengenai bagaimana unifikasi API dan stablecoin dapat digunakan untuk mengatasi tantangan geografis dan regulasi dalam transaksi lintas negara yang serupa dengan kondisi di pasar berkembang lainnya.

Sumber Asli
Techcrunch
Tanggal
16 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit