Artificial Intelligence

Spotify Uji Coba Fitur Suara untuk Buat Playlist dan Tanya Lagu

Ringkasan

  • Spotify merilis fitur beta 'Talk to Spotify' yang memungkinkan pengguna Premium di AS, Irlandia, dan Swedia mengendalikan aplikasi lewat suara atau teks untuk membuat playlist dan mengenal lagu.

Spotify memperkenalkan fitur beta bernama "Talk to Spotify" yang mengizinkan pelanggan Premium berinteraksi langsung dengan aplikasi melalui perintah suara atau ketikan. Fitur ini mulai disebar secara bertahap untuk pengguna berusia 18 tahun ke atas di Amerika Serikat, Irlandia, dan Swedia pada perangkat iOS dan Android dengan bahasa Inggris.

Dari tampilan Beranda atau Sedang Diputar di ponsel, pengguna dapat meminta aplikasi memutar artis yang belum pernah didengar, menambahkan penyanyi tertentu, atau mengubah suasana daftar putar. Perintah seperti "tambahkan Bad Bunny" atau "jadikan lebih ceria" dapat disampaikan untuk menyempurnakan hasil kurasi secara langsung tanpa meninggalkan aplikasi.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari investasi Spotify pada kecerdasan buatan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, platform tersebut sudah menghadirkan fitur remix otomatis dan podcast personal yang dibentuk dari prompt pengguna. Kehadiran kendali suara menandai pergeseran dari rekomendasi pasif menuju percakapan aktif antara pendengar dan sistem.

Menurut perusahaan, integrasi AI bertujuan menyederhanakan navigasi di tengah makin banyaknya konten audio. Dengan layanan yang mencakup musik, podcast, hingga buku audio, pengguna kerap kesulitan menemukan kembali judul atau memahami latar belakang karya. Antarmuka percakapan diharapkan menjawab kebutuhan itu sekaligus menahan pengguna tetap berada di ekosistem.

Peluncuran ini juga terjadi di saat pesaing seperti Apple Music dan YouTube Music membenamkan asisten suara perangkat secara lebih dalam. Namun, pendekatan Spotify berbeda karena memusatkan percakapan di dalam aplikasi, bukan bergantung pada asisten eksternal. Strategi tersebut memperkuat kendali atas data interaksi dan pengalaman merek.

Bagi pengguna di Indonesia, fitur tersebut belum dapat diakses karena penyebaran terbatas pada tiga negara awal. Indonesia termasuk pasar streaming musik besar di Asia Tenggara dengan jutaan pelanggan, namun historis peluncuran fitur baru Spotify sering tertunda beberapa bulan. Ketergantungan pada bahasa Inggris juga membuat adaptasi lokal perlu penyediaan model bahasa tambahan.

Apabila kelak hadir di Tanah Air, perintah suara berpotensi membantu pendengar mengeksplorasi musik daerah yang tersebar luas. Kemudahan bertanya "siapa pencipta lagu ini" atau "genre apa yang sedang tren" dapat menopang penemuan karya lokal. Di sisi lain, penyedia streaming domestik seperti Langit Musik atau Resso belum menawarkan interaksi konversasional setara.

Tantangan utama adalah infrastruktur pemrosesan bahasa dan kebiasaan pengguna yang masih mengandalkan ketikan manual. Meski demikian, tren asisten AI di perangkat seluler Indonesia terus meningkat, sehingga integrasi serupa dapat menjadi standar baru. Dampaknya akan dirasakan oleh kreator yang memperoleh saluran promosi lebih personal.

"Dengan mengetik atau berbicara langsung di aplikasi, Anda dapat melakukan percakapan bolak-balik untuk memilih pemutaran, mempelajari musik favorit, meninjau kembali riwayat dengar, dan mendalami podcast serta buku audio, semua tanpa keluar dari Spotify," tulis perusahaan dalam keterangan resmi.

Dari tampilan Sedang Diputar, pertanyaan spesifik seperti "apa inspirasi di balik Radical Optimism karya Dua Lipa" atau "kapan album ini dirilis" akan dijawab sistem sembari mengarahkan ke artis terkait. Pengguna pun dapat menanyakan selera pribadi: "kapan saya pertama kali mendengar lagu ini" atau "genre apa yang saya gemari belakangan ini."

Spotify belum mengumumkan jadwal pasti perluasan ke negara lain, termasuk Indonesia. Namun, pola peluncuran beta bertahap biasanya diikuti evaluasi performa sebelum rilis global. Peningkatan kemampuan penyaringan konten agar tidak menampilkan hasil berkualitas rendah menjadi catatan pengamat agar fitur ini benar-benar bermanfaat.

Ke depan, antarmuka percakapan akan menjadi bagian penting dari layanan hiburan audio. Kemampuan AI untuk memahami konteks pendengar memberi ruang bagi pengalaman mendengarkan yang lebih intim dan efisien. Spotify menempatkan diri sebagai penghubung antara pengetahuan musik dan tindakan pengguna secara real time.

Mengapa Ini Penting

Keterlambatan peluncuran fitur AI di Indonesia mencerminkan kesenjangan akses teknologi baru antara pasar Barat dan Asia Tenggara. Apabila kelak mendukung bahasa lokal, fitur ini dapat mempercepat discoverability musik daerah yang selama ini terkendala antarmuka teks. Di sisi privasi, pemrosesan suara dan riwayat dengar dalam satu ekosistem memperbesar tanggung jawab Spotify melindungi data pengguna Indonesia. Tren antarmuka percakapan juga akan memicu kompetisi dengan platform lokal yang harus berinvestasi pada NLP bahasa Indonesia.

Sumber Asli
Engadget
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit