SpaceX secara resmi telah menyepakati akuisisi terhadap startup kecerdasan buatan (AI) di bidang pemrograman, Cursor, dengan nilai transaksi mencapai $60 miliar dalam bentuk saham. Kesepakatan strategis ini diumumkan hanya berselang beberapa hari setelah perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO) yang mencatatkan sejarah.
Langkah akuisisi ini dipandang sebagai upaya krusial bagi divisi AI SpaceX untuk mempercepat pengembangan teknologi mereka. Divisi AI SpaceX sendiri kini beroperasi di bawah payung xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk yang sebelumnya telah melakukan merger dengan SpaceX pada awal tahun ini. Integrasi ini diharapkan mampu membawa SpaceX mengejar ketertinggalan mereka dari laboratorium AI besar lainnya di tingkat global.
Namun, perjalanan divisi AI SpaceX tidak sepenuhnya mulus. Sejak IPO, unit ini tengah menjalani restrukturisasi besar-besaran akibat berbagai kontroversi yang mencuat, terutama terkait kebijakan moderasi konten yang menyebabkan munculnya deepfake yang tidak etis. Perusahaan berupaya memperbaiki citra dan teknologinya agar dapat memenuhi target pasar AI yang mereka proyeksikan mencapai $26 triliun, angka yang setara dengan total PDB Amerika Serikat.
Sebelum tawaran akuisisi dari SpaceX datang, Cursor sebenarnya berada dalam posisi yang sangat kuat. Startup ini dilaporkan sedang dalam proses penyelesaian putaran pendanaan sebesar $2 miliar yang didukung oleh investor papan atas seperti Andreessen Horowitz, Thrive, dan Nvidia. Pendanaan tersebut diprediksi akan memberikan valuasi sebesar $50 miliar kepada Cursor, sebelum akhirnya SpaceX masuk dengan tawaran yang lebih besar.
Struktur kesepakatan antara SpaceX dan Cursor telah dirancang sejak April lalu, tepat sebelum SpaceX melangsungkan IPO. Dalam perjanjian tersebut, SpaceX memiliki kewajiban untuk mengakuisisi Cursor dengan nilai $60 miliar dalam bentuk saham, atau harus membayar biaya pembatalan sebesar $10 miliar jika transaksi gagal terlaksana. Kepastian ini menjadi sinyal kuat ambisi besar Musk dalam mendominasi sektor pengembangan perangkat lunak berbasis AI.
Manajemen SpaceX menargetkan bahwa proses akuisisi ini akan tuntas sepenuhnya pada kuartal ketiga tahun ini. Fokus utama ke depan adalah menyatukan talenta teknis dari Cursor ke dalam ekosistem xAI dan SpaceX. Publik kini menanti apakah integrasi ini mampu meredam kontroversi masa lalu sekaligus memberikan dorongan inovasi yang dijanjikan perusahaan kepada para pemegang saham baru mereka.