Artificial Intelligence

ServiceNow Suntik $40 Juta ke BusinessNext Perkuas AI Perbankan Global

Ringkasan

  • ServiceNow berinvestasi $40 juta pada perusahaan perangkat lunak perbankan India BusinessNext, menilainya $700 juta untuk memperluas jaringan penjualan AI ke sektor keuangan global.

ServiceNow, raksasa perangkat lunak enterprise asal Amerika Serikat, menyiapkan dana $40 juta untuk memperoleh saham sekitar 5 persen di BusinessNext, perusahaan perangkat lunak perbankan India yang dinilai $700 juta.

BusinessNext berdiri sejak 2002 di Noida dan kini melayani lebih dari 70 bank di India, Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Amerika Serikat, dengan klien besar seperti Reserve Bank of India, State Bank of India, dan HDFC Bank.

Pendapatan tahunan terbaru mencapai $32 juta, di mana separuh berasal dari pasar luar negeri; CEO Nishant Singh mengatakan kerja sama ini memungkinkan BusinessNext ‘meminjam’ mesin go-to-market ServiceNow di wilayah di mana kehadirannya masih terbatas.

Kulmeet Bawa, wakil presiden grup ServiceNow untuk India dan SAARC, menilai sektor keuangan India berada pada titik balik menuju operasi penuh berbasis AI, dan menggabungkan platform alur kerja enterprise ServiceNow dengan keahlian perbankan BusinessNext.

BusinessNext, yang dulunya bernama CRMNext hingga 2022, telah membangun platform ‘autonomous banking’ yang memanfaatkan agen AI untuk mengotomatisasi alur kerja perbankan sambil menyimpan data sensitif di infrastruktur AI pribadi guna memenuhi regulasi privasi.

Sebelum investasi ini, valuasi terakhir BusinessNext tercatat $181 juta pada 2021 menurut Tracxn, dengan total pendanaan eksternal lebih dari $60 juta dari investor seperti Avataar Ventures, Norwest Venture Partners, dan Ascent Capital.

Latar belakangnya, vendor perangkat lunak enterprise tradisional menghadapi tekanan dari pelanggan yang mempertanyakan nilai SaaS konvensional saat alternatif AI-native muncul; ServiceNow menjawab dengan akuisisi, investasi, dan kemitraan untuk memperkaya portofolio perbankan.

Bagi pasar Indonesia, kolaborasi ini menandakan akses yang lebih mudah ke solusi AI perbankan kelas dunia, mengingat bank-bank besar seperti Bank Mandiri, BCA, dan BRI sudah memulai eksperimen AI untuk deteksi penipuan dan layanan pelanggan.

Sementara pemain lokal seperti Juragan, Doku, dan platform fintech lain terus mengembangkan modul AI sendiri, kehadiran platform terintegrasi ServiceNow–BusinessNext bisa mempercepat adopsi standar keamanan dan kepatuhan internasional di industri perbankan nasional.

Singh menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pembiayaan melainkan kemitraan strategis yang ‘ditempel’ dengan dana, memungkinkan kedua pihak menjual solusi gabungan langsung ke institusi keuangan global.

Langkah selanjutnya mencakup penetapan tim penjualan bersama, perluasan cakupan ke Asia Tenggara dan Timur Tengah, serta pengembangan modul AI baru yang disesuaikan dengan regulasi masing-masing negara.

Jangka panjang, tren perbankan otonom berkat AI diharapkan mengubah model operasional bank, mendorong efisiensi biaya, dan menuntut kerangka regulasi data yang lebih ketat — peluang sekaligus tantangan bagi ekosistem keuangan Indonesia.

Mengapa Ini Penting

Investasi ini mempercepat hadirnya platform AI perbankan berskala enterprise ke Indonesia, memungkinkan bank lokal mengadopsi otomasi tingkat tinggi tanpa membangun infrastruktur dari nol. Kemitraan ServiceNow–BusinessNext juga membawa standar kepatuhan data internasional yang relevan bagi regulasi OJK dan UU PDP. Saat fintech domestik berlomba mengembangkan AI sendiri, kehadiran solusi terintegrasi global bisa memaksa pemain lokal naik level atau berkolaborasi. Jangka panjang, transformasi menuju perbankan otonom akan menentukan daya saing industri keuangan Indonesia di panggung ASEAN.

Sumber Asli
TechCrunch
Tanggal
23 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit