Artificial Intelligence

Roblox Luncurkan Fitur Build Berbasis AI untuk Pembuatan Game di Ponsel

Ringkasan

  • Roblox meluncurkan Build, fitur AI pembuat game mobile, di Filipina 28 Juli untuk usia 9 tahun ke atas.

Roblox akan memperkenalkan fitur pembuatan game berbasis kecerdasan buatan bernama Build yang memungkinkan pengguna menyusun pengalaman interaktif lewat perintah bahasa alami di perangkat mobile. Uji coba publik terbatas dimulai di Filipina pada 28 Juli, menyasar pengguna berusia minimal 9 tahun dengan akses global bagi pemain di atas 16 tahun.

Fitur Build menandai langkah pertama Roblox membawa proses penciptaan game ke smartphone dan tablet, bukan sekadar memainkannya. Sistem ini mengandalkan gabungan model AI sumber terbuka dan kepemilikan internal untuk menerjemahkan prompt teks menjadi dunia virtual yang bisa dimainkan. Pengguna cukup menuliskan ide, lalu kecerdasan buatan menyusun elemen dasar seperti lingkungan, objek, dan mekanika permainan.

Rencana ini merupakan kelanjutan dari upaya Roblox memperluas peran pengguna dari sekadar konsumen menjadi kreator. Selama bertahun-tahun, platform tersebut dikenal sebagai tempat bermain, namun alat pengembangan utamanya selalu menuntut perangkat komputer dan kemampuan teknis dasar. Build menghapus batasan tersebut dengan memindahkan seluruh proses ke genggaman tangan.

Latar belakang peluncuran ini erat dengan pertumbuhan pengguna mobile di negara berkembang. Roblox memilih Filipina sebagai titik awal bukan tanpa alasan. Negara tersebut termasuk pasar dengan jumlah pemain aktif tinggi di Asia Tenggara, namun akses terhadap perangkat desktop masih terbatas bagi sebagian besar anak muda. Pengujian di sana menjadi indikator apakah model penciptaan berbasis AI bisa berjalan mulus di infrastruktur seluler yang lebih sederhana.

Kebijakan usia juga mencerminkan tekanan yang diterima Roblox terkait keamanan anak. Bulan lalu, perusahaan meluncurkan tingkatan akun terbatas setelah sistem verifikasi usia mereka menuai kritik. Melalui Build, mereka menetapkan batas 9 tahun untuk mencipta, sementara karya yang lolos pemeriksaan keselamatan baru tersedia untuk pengguna 16 tahun ke atas secara global.

Bagi ekosistem game di Indonesia, kehadiran Build membuka peluang sekaligus tantangan. Indonesia memiliki basis pengguna Roblox yang masif, terutama pelajar. Kemampuan membuat game tanpa coding di ponsel berpotensi melahirkan kreator lokal baru yang sebelumnya terhalang biaya komputer. Di sisi lain, pengawasan orang tua terhadap konten buatan anak akan semakin penting karena batas usia 9 tahun tergolong rendah.

Persaingan dengan produk lokal juga akan menarik. Beberapa platform edukasi teknologi di Tanah Air sudah mengenalkan pembuatan game sederhana untuk anak, namun belum ada yang mengandalkan AI generatif sepenuhnya seperti Build. Jika Roblox sukses, ruang kreatif anak Indonesia bisa bergeser ke platform global yang sulit diawasi secara penuh oleh otoritas dalam negeri.

Dampak lebih luas terlihat pada arah industri kreator game secara umum. Demokratisasi alat produksi lewat AI berarti lonjakan jumlah konten, namun juga risiko saturasi dan penurunan kualitas rata-rata. Roblox harus membuktikan bahwa Build bukan sekadar eksperimen, melainkan instrumen yang benar-benar memberdayakan kreativitas而非 menambah tumpukan konten kosong.

Roblox belum merilis pernyataan teknis mengenai siapa saja mitra model AI di balik Build. Namun, perusahaan menegaskan bahwa keamanan menjadi filter utama sebelum sebuah karya dipublikasikan. Sistem verifikasi mereka memang sempat bermasalah di awal, kendati pembatasan akun sudah mulai diterapkan bulan lalu.

Keberhasilan Build akan diukur dari respons pengguna Filipina dan ekspansi ke wilayah lain dalam beberapa bulan ke depan. Jika tren positif terjaga, Roblox diperkirakan membuka akses serupa di pasar Asia Tenggara lainnya, termasuk Indonesia, pada tahap selanjutnya.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pembuatan game berbasis prompt bakal menjadi standar baru bagi platform sosial-interaktif. Roblox mengambil posisi terdepan, namun pesaing seperti Minecraft dan Meta kemungkinan besar menyiapkan respons serupa. Transisi dari kreator teknis ke kreator berbasis bahasa alami baru saja dimulai, dan ponsel menjadi medan utamanya.

Pengamat teknologi mencatat bahwa langkah Roblox ini dapat mempercepat adopsi AI generatif di kalangan remaja Indonesia. Hal itu menuntut literasi digital lebih kuat dari sekolah dan keluarga agar anak tidak sekadar menjadi konsumen, tetapi kreator yang bertanggung jawab. Negara perlu menyiapkan regulasi ikutan sebelum alat serupa benar-benar masuk pasar lokal secara bebas.

Mengapa Ini Penting

Masuknya alat penciptaan game berbasis AI ke perangkat mobile mengubah lanskap kreator muda di Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang memiliki jutaan pengguna Roblox pelajar. Tanpa persiapan literasi dan regulasi, demokratisasi ini berisiko memunculkan konten tidak terawasi dari usia sangat dini. Keberhasilan Build di Filipina akan menjadi templat bagi masuknya teknologi serupa ke Indonesia, menggeser posisi platform edukasi lokal yang belum mengadopsi AI generatif secara penuh.

Sumber Asli
Engadget
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit