Startup teknologi kesehatan PNOĒ bersiap meluncurkan perangkat pemindai napas generasi terbaru, PNOĒ 2.0, pada 1 Oktober mendatang. Inovasi ini memungkinkan pengguna melakukan tes metabolik tingkat tinggi secara mandiri di pusat kebugaran atau fasilitas kesehatan tanpa memerlukan operator terlatih. Perangkat ini dirancang untuk mengukur konsumsi oksigen dan pengeluaran karbon dioksida dengan akurasi klinis, guna memberikan panduan nutrisi serta program latihan fisik yang dipersonalisasi.
Secara visual, PNOĒ 2.0 menyerupai masker pelindung yang menutupi hidung dan mulut. Pengguna cukup mengenakan perangkat tersebut, menekan satu tombol, dan bernapas selama delapan menit. Data yang terkumpul kemudian diolah oleh perangkat lunak perusahaan menjadi metrik kesehatan yang komprehensif, mencakup VO₂ max, tingkat metabolisme istirahat, hingga fleksibilitas metabolik. Kemudahan akses ini menjadi lompatan besar bagi industri kebugaran yang selama ini harus bergantung pada peralatan medis mahal di rumah sakit.
Metode pengujian metabolik sendiri bukanlah hal baru dalam dunia kedokteran olahraga. Selama puluhan tahun, teknik ini menjadi standar emas untuk mengukur kapasitas kardiorespirasi atlet profesional. Namun, keterbatasan alat yang besar dan biaya operasional yang tinggi membuat teknologi ini eksklusif bagi kalangan elit. PNOĒ mencoba mendemokratisasi akses tersebut dengan mengemas teknologi klinis ke dalam perangkat portabel yang jauh lebih terjangkau bagi pemilik gym maupun pusat kebugaran.
Pengembangan PNOĒ 2.0 melibatkan proses iterasi desain yang intensif bersama Design Group Italia. Fokus utama mereka adalah menciptakan perangkat yang higienis dan modular. Komponen elektronik pada masker dapat dilepas dari bagian silikon, memungkinkan penggunaan bersama oleh banyak orang dengan tetap menjaga sterilitas individu. Langkah ini menjawab tantangan utama dalam penggunaan alat kesehatan di ruang publik pascapandemi.
CEO PNOĒ, Apostolos Atsalakis, menegaskan bahwa perangkat ini diposisikan sebagai alat pendukung kebugaran (wellness), bukan perangkat diagnostik medis. Meskipun data yang dihasilkan sangat akurat, PNOĒ tidak memberikan resep obat atau diagnosis penyakit. Fokus perusahaan tetap pada pemanfaatan data napas sebagai parameter performa tubuh, mirip dengan cara kerja timbangan berat badan atau alat pengukur komposisi tubuh di gym.
Bagi pasar Indonesia, teknologi ini menawarkan potensi besar dalam transformasi industri kebugaran premium. Saat ini, banyak pusat kebugaran di Jakarta atau kota besar lainnya hanya mengandalkan estimasi dari perangkat wearable seperti smartwatch. PNOĒ 2.0 menawarkan alternatif yang lebih saintifik dibandingkan data berbasis detak jantung. Jika diadopsi oleh jaringan gym besar di Indonesia, hal ini dapat meningkatkan standar layanan kebugaran menjadi lebih terukur.
Namun, tantangan adopsi di Indonesia terletak pada edukasi pasar dan biaya langganan. Dengan model bisnis berlangganan sekitar 400 hingga 1.000 dolar AS per bulan, biaya ini mungkin hanya bisa diserap oleh pusat kebugaran kelas atas atau klinik kesehatan privat. Selain itu, regulasi terkait perangkat kesehatan non-medis di Indonesia memerlukan penyesuaian agar teknologi serupa dapat beroperasi dengan standar keamanan yang diakui oleh Kementerian Kesehatan.
Sejak berdiri, PNOĒ telah mengumpulkan pendanaan sekitar 22 juta dolar AS, termasuk suntikan modal dari investor ternama seperti salah satu pendiri Google Maps, Lars Rasmussen. Dukungan finansial yang kuat ini menunjukkan kepercayaan pasar terhadap masa depan teknologi berbasis napas. Perusahaan kini mulai merambah pasar Asia dan Amerika Latin melalui kemitraan strategis dengan operator kebugaran global.
Ke depannya, Atsalakis berencana memperluas kemampuan perangkat ini untuk mendeteksi biomarker penyakit tertentu melalui analisis napas. Meskipun pengakuan resmi dari otoritas kesehatan seperti FDA masih menjadi tantangan jangka panjang, akumulasi data yang terus berkembang diyakini akan membuka peluang diagnostik di masa depan. Untuk saat ini, PNOĒ tetap berkomitmen pada penyediaan metrik kebugaran yang dapat diakses oleh masyarakat luas.
Tren longevity atau umur panjang yang sedang populer secara global menjadi pendorong utama pertumbuhan PNOĒ. Banyak penggemar kebugaran kini mencari data objektif untuk memantau kesehatan jangka panjang mereka. Dengan menempatkan diri di antara perangkat konsumen standar dan peralatan laboratorium rumah sakit, PNOĒ mengisi celah pasar yang krusial bagi mereka yang serius dalam mengoptimalkan performa tubuh dan kesehatan kardiorespirasi.