PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan PT Bharinto Ekatama (BEK) baru‑baru ini menggelar kegiatan sosial berupa pembagian santunan kepada anak‑yatim di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kalimantan Tengah. Kegiatan yang merupakan bagian dari program CSR rutin ini diselenggarakan di sekitar Distrik Bharinto Ekatama Biyangan (BEKB) dan melibatkan perwakilan manajemen kedua perusahaan, tim Community Development BEK, perangkat desa, serta puluhan anak yatim dari Desa Benangin I, II, dan V.
Sebagai anak perusahaan dari PT United Tractors Tbk (UNTR) dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masing‑masing, PAMA dan BEK memiliki tanggung jawab sosial yang besar di wilayah operasional tambang mereka. Kedua perusahaan menyadari bahwa keberadaan tambang tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kegiatan santunan yang dilakukan setiap bulan ini bertujuan untuk memberikan manfaat konkret bagi anak‑yatim yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Vico Randika, Perwakilan PAMA Distrik BEKB, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara kedua perusahaan dengan masyarakat. "Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi anak‑yatim di sekitar wilayah operasional perseroan," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu. Selain itu, Vico menambahkan bahwa kegiatan sosial ini juga menjadi ajang silaturahmi untuk memperkuat hubungan harmonis dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, penuh berkah, serta melindungi perusahaan dengan kesehatan dan keselamatan selama bekerja dan di luar kerja.
Rika Ratna Sari, perwakilan perangkat Desa Benangin II, menyampaikan apresiasi atas kepedulian kedua perusahaan. "Saya selaku perwakilan desa sangat bersyukur ada perusahaan yang membantu anak‑yatim di sini. Semoga perusahaan selalu diberikan keberkahan dan kelancaran, serta semua karyawan yang berada di naungannya diberikan keselamatan," kata Rika. Ia berharap perusahaan‑perusahaan seperti PAMA dan BEK dapat terus menjaga tali silaturahmi dengan desa‑desa di sekitarnya dan memperhatikan kondisi anak‑yatim di area operasional mereka.
Di tingkat yang lebih luas, kegiatan CSR seperti ini mencerminkan tren positif dalam industri pertambangan Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong perusahaan tambang untuk menerapkan program Community Development yang tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga berkelanjutan dan terukur. Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagai bagian dari tata kelola usaha yang baik dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Analis dari Lembaga Penelitian Pertambangan melihat bahwa pemberian santunan rutin kepada anak‑yatim tidak hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi instrumen penting bagi perusahaan untuk membangun kepercayaan masyarakat. Kepercayaan ini dapat mempermudah proses perizinan, mengurangi potensi konflik, dan pada akhirnya mendukung kelangsungan operasional tambang. Selain itu, kegiatan seperti ini juga menjadi indikator bagi investor bahwa perusahaan peduli terhadap aspek lingkungan, sosial, dan governance (ESG), yang semakin menjadi pertimbangan dalam penilaian kinerja perusahaan.
Bagi industri teknologi di Indonesia, perkembangan CSR di sektor pertambangan juga memiliki implikasi. Banyak perusahaan teknologi yang bermitra dengan operator tambang untuk penyediaan infrastruktur dan sistem pemantauan lingkungan. Dengan adanya hubungan yang baik antara perusahaan tambang dan masyarakat, implementasi teknologi seperti pemantauan kualitas udara dan air dapat berjalan lebih lancar, karena masyarakat mendukung inisiatif tersebut. Selain itu, data ESG yang transparan dan akuntabel, yang didukung oleh kegiatan sosial yang terlihat, dapat menjadi bahan bagi platform analisis teknologi untuk memberikan informasi yang lebih terpercaya kepada pemangku kepentingan.
Ke depannya, diharapkan kegiatan sosial seperti ini tidak hanya berhenti pada pemberian santunan, tetapi juga berkembang menjadi program pemberdayaan yang lebih komprehensif, seperti beasiswa pendidikan, pelatihan keterampilan, dan pembangunan fasilitas umum. Dengan demikian, manfaat bagi masyarakat dapat lebih berkelanjutan, dan citra perusahaan di mata publik serta regulator akan semakin positif. Kolaborasi antara perusahaan tambang, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan pertambangan yang bertanggung jawab dan berkontribusi pada kesejahteraan nasional.