Artificial Intelligence

Orbio Raih Pendanaan Seri A US$21 Juta untuk Otomatisasi Perekrutan Tenaga Kerja Lapangan

Orbio Raih Pendanaan Seri A US$21 Juta untuk Otomatisasi Perekrutan Tenaga Kerja Lapangan

Ringkasan

  • Orbio berhasil mengumpulkan US$21 juta untuk mengembangkan agen AI yang mengotomatisasi perekrutan dan manajemen tenaga kerja lapangan, membantu perusahaan besar meningkatkan efisiensi operasional.

Startup teknologi perusahaan (enterprise) Orbio baru saja mengumumkan keberhasilan perolehan pendanaan Seri A senilai US$21 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh Dawn Capital, yang menandai kepercayaan investor terhadap solusi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditawarkan perusahaan untuk mengelola tenaga kerja garda depan atau frontline workers.

Didirikan pada tahun 2025 oleh Sergi Bastardas, Nacho Travesí, dan Antonio Melé, Orbio hadir sebagai respons atas kurangnya infrastruktur digital yang efisien bagi pekerja di sektor non-kantoran. Berbekal pengalaman panjang di sektor startup ritel dan logistik, para pendiri mengembangkan agen AI yang mampu menangani siklus hidup karyawan, mulai dari tahap perekrutan hingga proses orientasi (onboarding).

Teknologi Orbio menggunakan agen AI spesifik bernama Maria, Daniel, dan Claire. Agen-agen ini memiliki kemampuan untuk melakukan wawancara kandidat, menilai kecocokan profil, memantau produktivitas, hingga melakukan pengecekan harian kepada karyawan. Sistem ini dirancang untuk memungkinkan perusahaan menjalankan operasional tenaga kerja secara otonom dengan intervensi manusia yang minimal.

Sejumlah perusahaan besar, termasuk Poke dan YUM! Brands (induk perusahaan Pizza Hut, Taco Bell, dan KFC), telah mengadopsi platform ini untuk mengelola operasional mereka. Sebagai contoh, penyedia layanan kesehatan The Stepping Stones Group mencatat peningkatan efisiensi sebesar 20% dalam proses perekrutan kandidat setelah beralih menggunakan sistem Orbio sepenuhnya.

Strategi utama Orbio terletak pada integrasi data antar agen AI. Setiap data yang dihasilkan dari proses onboarding, kualitas rekrutmen, hingga wawancara keluar (exit interview) akan saling terhubung. Hal ini memungkinkan sistem untuk melakukan kalibrasi ulang kriteria perekrutan secara otomatis dan mengidentifikasi risiko retensi karyawan sebelum masalah tersebut menjadi lebih besar bagi perusahaan.

Dengan total pendanaan yang kini mencapai US$26 juta, Orbio berencana menggunakan modal segar ini untuk memperluas jangkauan pengembangan agen AI mereka. Di tengah persaingan dengan pemain seperti Paradox dan WorkJam, Orbio memposisikan diri sebagai solusi untuk menggantikan metode konvensional berbasis spreadsheet dan telepon yang selama ini masih mendominasi sektor kesehatan, ritel, dan logistik.

Mengapa Ini Penting

Inovasi ini sangat relevan bagi pasar tenaga kerja Indonesia yang memiliki populasi pekerja lapangan sangat besar di sektor ritel, logistik, dan manufaktur. Adopsi AI dalam manajemen SDM dapat membantu perusahaan lokal meningkatkan efisiensi operasional secara drastis, sekaligus memangkas beban administratif yang selama ini menghambat skala bisnis di sektor-sektor tersebut.

Sumber Asli
Techcrunch
Tanggal
15 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit