OpenAI mulai mengirimkan pemberitahuan kepada orang tua yang memiliki akun terhubung dengan anak remajanya apabila sang anak diblokir dari ChatGPT akibat melanggar aturan terkait ancaman atau tindakan kekerasan. Kebijakan ini berlaku bagi keluarga yang sebelumnya mengaktifkan fitur kendali orang tua yang diluncurkan tahun lalu.
Mekanisme baru ini memungkinkan orang tua menerima peringatan berupa "pembaruan penting" saat akun anak mereka dinonaktifkan. Dari notifikasi tersebut, orang tua dapat menekan tautan "Pelajari Lebih Lanjut" untuk membaca penjelasan bahwa akun remaja yang bersangkutan ditutup karena melanggar kebijakan penggunaan terkait tindak kekerasan. Langkah ini memperluas cakupan notifikasi yang sebelumnya hanya menyasar risiko bunuh diri.
Fitur kendali orang tua pertama kali hadir pada 2024. Saat itu, orang tua dapat memautkan akun pribadi dengan akun anak berusia remaja, mengatur jam penggunaan ChatGPT, serta membatasi konten sensitif. Sistem juga sudah mengirim peringatan jika ada indikasi anak berpikir untuk melukai diri sendiri. Penambahan notifikasi bahaya bagi orang lain menandai perluasan tanggung jawab platform terhadap keselamatan keluarga.
Pengembangan fitur ini tidak lepas dari tekanan publik pasca-insiden penembakan massal di Tumbler Ridge, British Columbia, pada 2025. Pihak berwenang Kanada memanggil OpenAI setelah menemukan bahwa tersangka menggunakan ChatGPT, namun perusahaan tidak melaporkan penangguhan akun tersebut kepada otoritas. CEO Sam Altman secara terbuka meminta maaf atas kealpaan tersebut.
OpenAI kemudian bekerja sama dengan Moonshot, perusahaan yang fokus pada pemantauan dan penanggulangan kekerasan daring, guna merancang sistem peringatan ini. Menurut pendiri Moonshot, Vidhya Ramalingam, pemberitahuan kepada orang tua saat muncul kekhawatiran serius menjadi langkah awal krusial agar keluarga dapat turun tangan lebih dini. Ia menekankan bahwa akses semacam ini hanyalah satu dari banyak langkah yang diperlukan untuk melindungi kaum muda saat menggunakan ChatGPT.
Bagi industri kecerdasan buatan global, kebijakan ini mencerminkan pergeseran dari sekadar moderasi konten ke keterlibatan langsung dengan lingkungan terdekat pengguna. Di Indonesia, di mana penetrasi ChatGPT dan alat AI serupa terus naik di kalangan pelajar, langkah OpenAI menyoroti urgensi pengawasan orang tua. Meski fitur ini belum ramai digunakan di tanah air, kesadaran akan risiko konten kekerasan mulai menyebar di sekolah dan komunitas teknologi.
Belum ada produk lokal setara yang menawarkan integrasi notifikasi orang tua secara langsung dari sistem AI generatif. Sejumlah aplikasi belajar dalam negeri lebih fokus pada pembatasan waktu layar daripada deteksi ancaman kekerasan. Hal ini memunculkan celah jika pengguna remaja beralih ke layanan asing tanpa pengawasan memadai.
Dampaknya bagi pengguna Indonesia adalah perlunya literasi digital yang tidak hanya mengajarkan cara memakai AI, tetapi juga memahami batas etis dan hukumnya. Orang tua di sini kerap kali ketinggalan teknologi yang dipakai anak, sehingga fitur notifikasi semacam ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang selama ini terputus.
Selain notifikasi diblokir, OpenAI juga menambah opsi untuk mengaktifkan Mode Belajar langsung dari menu kendali orang tua. Mode tersebut membuat ChatGPT memberikan petunjuk sebelum menjawab pertanyaan agar siswa benar-benar memahami materi. Fitur ini relevan dengan kebutuhan belajar jarak jauh yang banyak diterapkan di Indonesia.
Perusahaan juga akan menampilkan pengingat istirahat lebih sering bagi remaja yang menghabiskan waktu lama di ChatGPT. Tujuannya membentuk kebiasaan teknologi yang lebih sehat. Ramalingam menyatakan bahwa langkah akses orang tua merupakan bagian dari upaya multisistem menjaga keamanan pengguna muda.
Ke depan, OpenAI diperkirakan akan memperluas kategori pelanggaran yang memicu notifikasi orang tua, seiring evaluasi atas insiden kekerasan dunia nyata. Tren serupa kemungkinan diikuti pesaing seperti Google Gemini atau Anthropic Claude, yang juga berhadapan dengan tuntutan keamanan remaja. Di Indonesia, regulator perlu mempertimbangkan panduan bagi penyedia AI agar fitur perlindungan keluarga menjadi standar, bukan sekadar inisiatif sukarela perusahaan.