Microsoft baru saja mengumumkan pembaruan signifikan terkait kemampuan pengelolaan data pada platform cloud Azure, khususnya untuk layanan Premium SSD v2 dan Ultra Disk. Sebelumnya, snapshot dari jenis penyimpanan berkinerja tinggi ini tidak memiliki akses instan secara default, yang berarti pengguna harus menunggu proses penyalinan data di latar belakang selesai sebelum disk dapat dipulihkan atau digunakan kembali dengan performa penuh.
Dengan pembaruan ini, Azure memperkenalkan fitur 'Instant Access' yang memungkinkan snapshot merujuk langsung pada lokasi penyimpanan berkinerja tinggi dari disk sumber. Hal ini secara drastis mengurangi waktu tunggu bagi administrator sistem, karena disk yang dipulihkan dari snapshot tersebut dapat langsung menikmati bandwidth hidrasi tinggi serta latensi baca yang sangat rendah sejak detik pertama diaktifkan.
Secara teknis, proses ini berjalan secara paralel dengan penyalinan data ke penyimpanan standar. Azure akan mengelola transisi snapshot secara otomatis menjadi Standard ZRS (Zone-Redundant Storage) setelah durasi akses instan berakhir, sehingga pengguna tidak perlu melakukan intervensi manual tambahan. Fitur ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas operasional tanpa mengorbankan durabilitas data.
Untuk memanfaatkan fitur ini, pengguna perlu menetapkan parameter 'InstantAccessDurationMins' dengan nilai antara 60 hingga 300 menit. Khusus untuk Ultra Disk, terdapat persyaratan tambahan di mana snapshot harus dibuat dari disk yang baru diprovisi. Fitur ini kini sudah tersedia di seluruh wilayah Azure publik yang telah mendukung layanan Premium SSD v2 dan Ultra Disk.
Implementasi fitur ini dapat dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari Azure CLI, Azure PowerShell, hingga melalui antarmuka portal Azure. Melalui Azure CLI atau PowerShell, pengguna memiliki kendali lebih spesifik atas durasi akses instan. Sementara itu, melalui portal Azure, prosesnya disederhanakan dengan durasi tetap selama 300 menit atau lima jam.
Pembaruan ini menjadi angin segar bagi perusahaan yang mengandalkan infrastruktur cloud Azure untuk beban kerja krusial. Dengan memangkas waktu pemulihan (Recovery Time Objective/RTO), organisasi kini dapat merespons insiden kegagalan sistem dengan jauh lebih cepat, sekaligus memastikan bahwa aplikasi yang membutuhkan performa tinggi tetap berjalan optimal segera setelah proses restorasi selesai dilakukan.