Artificial Intelligence

Lorde Sebut Kacamata AI Ray-Ban Meta "Tidak Seksi", Picu Kontroversi Baru

Ringkasan

  • Lorde mengecam kacamata AI Ray-Ban Meta saat tampil di Mad Cool Festival, menyebutnya 'tidak seksi' dan memperingatkan tentang ancaman keaslian dan privasi.

Lorde sedang tampil di Mad Cool Festival di Madrid pada hari Kamis ketika ia menyela pertunjukannya untuk mengecam kacamata AI yang sedang tren. Tanpa menyebut merek secara eksplisit, pernyataan sang penyanyi jelas mengarah pada kacamata pintar yang merupakan hasil kolaborasi antara Ray‑Ban dan Meta, yang didukung oleh festival tersebut.

"Kamu tidak tahu apakah seseorang memakai kacamata hitam biasa atau kacamata AI yang menjengkelkan itu," katanya di atas panggung, sebelum menambahkan, "Benci kacamata itu. Jangan beli. Tidak seksi." Ujaran ini direkam dalam video yang kemudian viral di media sosial, memicu reaksi cepat dari penggemar dan pengamat industri.

Komentar Lorde muncul di tengah meningkatnya pengawasan publik terhadap upaya Meta untuk meluncurkan kacamata pintar generasi berikutnya yang dilengkapi dengan sensor canggih dan kemampuan perekaman terus‑menerus. Produk ini telah memicu perdebatan tentang privasi, pengawasan, dan batas antara dunia nyata dan digital, terutama karena kacamata tersebut akan terus merekam gambar dan audio tanpa pemberitahuan yang jelas.

Ray‑Ban dan Meta pertama kali memperkenalkan kacamata pintar ini sebagai perangkat gaya yang juga berfungsi sebagai asisten AI. Kampanye pemasaran mereka menampilkan selebriti seperti Jennie dari Blackpink, yang bertindak sebagai duta merek dan muncul dalam iklan Instagram serta video yang diputar di sela‑sela festival. Kehadiran Jennie di Mad Cool, yang tampil setelah Lorde, semakin memperlihatkan bagaimana merek memanfaatkan acara musik besar untuk menjangkau audiens muda.

Reaksi industri terhadap kritik Lorde sangat beragam. Beberapa analis teknologi berpendapat bahwa komentar seorang selebriti dapat memengaruhi persepsi konsumen, terutama di kalangan generasi Z yang peduli dengan autentisitas dan etika teknologi. Di sisi lain, Meta masih melaporkan bahwa mereka tetap berkomitmen untuk meluncurkan kacamata "super sensing" tersebut pada tahun ini, meskipun menghadapi backlash.

Di Indonesia, di mana penggunaan perangkat pintar dan minat terhadap teknologi AI terus tumbuh, insiden ini menjadi pengingat penting tentang betapa cepatnya teknologi baru dapat menjadi perdebatan publik. Masyarakat Indonesia semakin memperhatikan isu‑isu privasi digital dan pengawasan tersembunyi, dan kritik dari sosok publik seperti Lorde dapat memperkuat dialog tersebut. Peristiwa ini juga mendorong diskusi tentang regulasi yang lebih ketat terhadap perangkat perekam AI dan kebutuhan akan transparansi yang lebih baik dari perusahaan teknologi.

Secara keseluruhan, sindiran Lorde terhadap kacamata AI Ray‑Ban Meta tidak hanya menjadi momen viral, tetapi juga titik kritis dalam perdebatan yang lebih luas tentang bagaimana teknologi membentuk keaslian pengalaman hidup, batas‑batas privasi, dan peran selebriti dalam membentuk opini publik terhadap inovasi teknologi.

Mengapa Ini Penting

Kritik Lorde menyoroti ketegangan antara inovasi teknologi dan kekhawatiran publik tentang privasi, sebuah perdebatan yang juga relevan di Indonesia di tengah meningkatnya penggunaan perangkat AI. Pernyataan seorang selebriti dapat mempercepat perubahan persepsi konsumen dan mendorong diskusi tentang regulasi yang lebih ketat terhadap perangkat perekam. Insiden ini juga menunjukkan bagaimana acara budaya seperti festival musik menjadi panggung bagi perdebatan teknologi yang lebih luas.

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit