Best Buy kembali mengguncang pasar TV premium dengan menurunkan harga LG B6 OLED 65 inci ke level terendah sepanjang 2025. Harga resmi USD 1.999,99 kini dipotong menjadi USD 1.399,99, selisih USD 600 dari harga awal dan USD 300 lebih murah dari penawaran Amazon yang saat ini mengaitkan tag USD 1.699,99. Promosi ini hanya berlaku selama hari Kamis, 20 Agustus, sebagai bagian dari rangkaian Deal of the Day yang juga mencakup laptop dan perangkat home theater LG lainnya.
Bagi konsumen yang mengincar layar OLED berkualitas tanpa harus menguras tabungan untuk seri flagship C6 atau G6, seri B6 hadir sebagai titik masuk yang rasional. Meski diposisikan sebagai OLED entry-level LG, B6 tidak mengorbankan fitur inti: panel 4K dengan kontras tak terbatas, prosesor α8 AI Processor Gen2 yang menjaga kelancaran sistem webOS, serta refresh rate 120 Hz penuh dengan dukungan Variable Refresh Rate (VRR), NVIDIA G-Sync, dan AMD FreeSync Premium. Keempat port HDMI 2.1 mendukung bandwidth penuh 48 Gbps, memastikan kompatibilitas penuh dengan konsol PlayStation 5, Xbox Series X, dan kartu grafis terbaru. Satu di antaranya dilengkapi eARC untuk menghubungkan soundbar atau receiver hi-fi tanpa kehilangan kualitas audio lossless.
Kecerahan puncak memang menjadi kompromi utama dibanding saudara kandungnya C6. Jika C6 mampu menyentuh 1.000 nits pada highlight HDR, B6 berhenti di kisaran 700-800 nits. Namun, untuk mayoritas ruang tamu dengan pencahayaan terkendali — apalagi di Indonesia di mana banyak rumah menerapkan tirah hitam atau blind — level kecerahan ini sudah jauh melebihi kebutuhan menonton film, streaming, maupun gaming. Keunggulan OLED pada level hitam sempurna dan sudut pandang tak terbatas tetap utuh, membuat B6 tetap mengalahkan hampir semua TV LED/QLED di kelas harga serupa.
Mengacu pada kurs dolar sekitar Rp16.200, harga promosi USD 1.399,99 setara dengan Rp22,6 juta sebelum pajak dan biaya pengiriman. Angka ini menarik perhatian karena di pasar Indonesia, TV OLED 65 inci entry-level dari merek lain seperti Sony Bravia 8 (seri Bravia 8 2024) atau Samsung S90D masih dibanderol di atas Rp30 juta. Bahkan LG C4 65 inci — generasi sebelumnya — masih dijual di e-commerce besar sekitar Rp27-28 juta. Jika promosi serupa digulirkan ke mitra resmi LG Indonesia seperti Electronic City, Kawan Lama, atau Blibli, B6 bisa menjadi penggerak pasar OLED massal di segmen menengah.
Ketersediaan resmi di Indonesia menjadi pertanyaan krusial. Saat ini LG Indonesia baru memperkenalkan seri C4, G4, dan M4 untuk lini 2024, sementara seri B4 — pendahulu B6 — belum resmi diluncurkan di pasar domestik. Pola rilis LG cenderung menunda seri B beberapa kuartal setelah flagship. Jika tren berlanjut, B6 kemungkinan besar hadir di Indonesia awal 2026 dengan harga awal di kisaran Rp25-27 juta. Promosi Best Buy kali ini justru mengisyaratkan siklus harga global yang agresif, yang nantinya akan menurunkan harga impor resmi maupun jalur grey market di Indonesia.
Cameron Faulkner, editor deals The Verge yang meninjau penawaran ini, menegaskan bahwa B6 "cukup terang untuk kebanyakan orang" meski tidak sepintas C6. Ia menyarankan pembeli midrange tidak perlu tergoda upgrade ke C6 hanya demi kecerahan tambahan yang seringkali tidak terpakai di lingkungan menonton biasa. Perspektif ini sejalan dengan data RTINGS yang menunjukkan B6 mengungguli C6 dalam pengelolaan pantulan cahaya ruangan berkat lapisan anti-reflection yang lebih efektif pada panel WOLED generasi terbaru.
Di sisi lain, Best Buy juga mempromosikan paket digital Lord of the Rings trilogy 4K extended edition di Amazon Prime Video seharga USD 14,99 — nilai luar biasa bagi kolektor film yang tidak keberatan format non-fisik. Paket ini kompatibel Movies Anywhere, memungkinkan pemutaran di Apple TV, Vudu, Google Play, dan Fandango at Home tanpa terkunci di ekosistem Amazon. Untuk gamer, Humble Bundle menawarkan 2K Megahits 2026 Bundle berisi BioShock Infinite, The Quarry, Borderlands 3, dan puluhan judul lain hanya USD 15, dengan pendapatan dialokasikan ke yayasan Covenant House. Promosi berakhir Jumat 21 Agustus.
DoorDash ikut mencoba peruntungan di pasar game digital dengan menawarkan hadiah gift card USD 25 bagi anggota DashPass yang beli minimal USD 50 game di platform baru mereka, serta USD 10 untuk member biasa. Meskipun Steam, Epic Games Store, dan GOG sudah mapan, DoorDash berharap basis pengguna pengiriman makanan yang masif bisa dikonversi ke pembeli game impulsif. Strategi ini mencerminkan tren konvergensi layanan: platform non-gaming mulai menyusup ke distribusi digital, mengancam margin retailer game tradisional.
Bagi komunitas teknologi Indonesia, momentum ini menciptakan peluang dua arah. Pertama, tekanan harga global akan mempercepat penurunan harga OLED di toko-toko fisik dan marketplace lokal, mendorong adopsi massa teknologi yang selama ini dianggap eksklusif. Kedua, kehadiran banyak alternatif beli game digital — dari Humble Bundle berbasis amal hingga DoorDash berbasis insentif — memperluas pilihan dan menekan harga bagi gamer Indonesia yang terbiasa bergantung pada Steam Wallet atau voucher fisik.
Mengantisipasi kuartal akhir 2025, perhatian akan beralih ke Black Friday dan Cyber Monday di mana harga B6 berpotensi turun lebih dalam, mungkin menyentuh USD 1.299. Namun, stok terbatas dan permintaan tinggi saat liburan seringkali membuat deal terbaik menghilang dalam hitungan jam. Konsumen Indonesia yang berencana impor pribadi atau membeli via freight forwarder harus mempertimbangkan biaya cukai 10%, PPN 11%, dan Bea Masuk 5% yang mengaplikasikan pada nilai CIF, serta risiko garansi tidak berlaku di Indonesia. Pilihan aman tetap menunggu rilis resmi dengan garansi LG Indonesia dua tahun penuh.
Jangka panjang, agresivitas harga seri B menandakan pergeseran strategi LG: OLED tidak lagi sekadar produk halo untuk menarik perhatian, melainkan kategori produk yang harus menembus volume penjualan massal. Jika B6 sukses merebut pangsa pasar menengah global, kompetitor seperti Samsung (QD-OLED) dan TCL (HVA/QD-Mini LED) akan terpaksa menjawab dengan produk serupa di titik harga USD 1.200-1.400. Perang harga ini akhirnya menguntungkan pengguna akhir di Jakarta, Surabaya, Medan, dan seluruh Nusantara yang menunggu TV kontras tak terbatas di ruang tamu mereka.