Artificial Intelligence

Mendagri: Perayaan HUT Dekranas di Makassar Raup Transaksi Rp4 Miliar

Ringkasan

  • Mendagri Tito Karnavian menutup HUT Dekranas ke-46 di Makassar dengan catatan transaksi Rp4 miliar serta dampak ekonomi luas bagi sektor pariwisata dan UMKM.

Makassar menjadi pusat perhatian nasional dalam empat hari terakhir menyusul penyelenggaraan Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang secara resmi ditutup oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar. Event berskala nasional yang berlangsung selama empat hari penyelenggaraan itu mencatatkan nilai transaksi sekitar Rp4 miliar, angka yang mencerminkan tingginya animo pengunjung terhadap produk wastra dan kriya Nusantara.

Dekranas sendiri merupakan lembaga nonstruktural yang memiliki peran strategis dalam membina dan mengembangkan industri kerajinan tradisional, termasuk tenun, batik, dan berbagai produk kriya lainnya. Perayaan ulang tahun ke-46 yang mengambil tema besar penguatan ekonomi kreatif ini sengaja dipusatkan di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia. Pemilihan Makassar sebagai tuan rumah juga sejalan dengan visi Kementerian Dalam Negeri untuk mendorong pemerintah daerah agar aktif menyelenggarakan kegiatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Dalam sambutan penutupannya pada Minggu, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota Makassar atas suksesnya pelaksanaan agenda nasional tersebut. "Saya menyampaikan apresiasi kepada terutama jajaran Pemprov dan Bapak Wali Kota Makassar atas acara ini. Juga pengurus Dekranasda dan semua pihak yang telah membantu pelaksanaan acara ini di Kota Makassar. Acara ini tidak mudah dilaksanakan," ujar Tito. Ia menekankan bahwa keberhasilan event tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, pengurus organisasi wanita daerah, hingga pelaku usaha lokal.

Lebih dari sekadar hiburan dan pameran, Tito menilai perhelatan ini membawa catatan bersejarah bagi Kota Makassar sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Meskipun nilai transaksi langsung selama empat hari tercatat sekitar Rp4 miliar, mantan Kapolri tersebut meyakini manfaat yang dirasakan jauh melampaui angka tersebut. "Transportasi udara bergerak, transportasi lokal meningkat, hotel penuh, restoran ramai, jasa rental kendaraan meningkat, hingga UMKM di luar stan pameran juga ikut merasakan manfaatnya," jelasnya. Fenomena ini mencerminkan multiplier effect khas event MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) yang mampu menggerakkan rantai pasok lokal.

Data pendukung menunjukkan okupansi hotel di Makassar sempat tembus 90 persen selama periode HUT Dekranas, sementara sektor kuliner dan oleh-oleh mengalami lonjakan permintaan signifikan. Wali Kota Makassar Munafri Aksa menuturkan bahwa kepercayaan menjadi tuan rumah event nasional merupakan momentum krusial untuk memperkuat citra Makassar sebagai kota penyelenggara kelas atas sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah. "Kita berharap dengan hadirnya kegiatan ini, ekonomi yang ada di Kota Makassar bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan yang ada di sini. Dampak yang paling nyata adalah hotel-hotel, restoran, rumah makan, pusat oleh-oleh, rental mobil, dan berbagai sektor usaha lainnya berputar sangat luar biasa," katanya.

Munafri menambahkan, ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia yang hadir tidak hanya menikmati rangkaian pameran wastra dan kriya, tetapi juga menyerap layanan jasa lokal. Pemerintah Kota Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan hospitality terbaik agar kota tersebut semakin dikenal sebagai destinasi event nasional maupun internasional yang nyaman dan ramah. Penyerahan piagam penghargaan oleh Mendagri kepada Munafri dan Melinda Aksa sebagai apresiasi atas kontribusi kepemimpinan mereka dalam mendukung pengembangan wastra dan kriya di Sulawesi Selatan menjadi simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Dari perspektif ekonomi makro, penyelenggaraan HUT Dekranas di Makassar memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam menghadapi ketidakpastian global. Event yang mengangkat produk lokal ini sejalan dengan arahan presiden mengenai penguatan ekonomi kreatif dan hilirisasi industri kecil menengah. Keberhasilan ini juga mematahkan stigma bahwa pusat kerajinan dan ekonomi kreatif hanya bertumpu di Pulau Jawa, membuktikan bahwa Sulawesi Selatan memiliki infrastruktur dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghelat agenda berskala nasional.

Tak kalah penting, perayaan ini menjadi panggung bagi perajin untuk mengikuti tren kekinian tanpa meninggalkan akar budaya. Dekranas menekankan bahwa perajin wastra harus adaptif terhadap selera pasar modern, termasuk pemanfaatan platform digital untuk pemasaran. Kemendikdasmen turut menampilkan karya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tenun yang meriahkan acara, menunjukkan bahwa regenerasi perajin mulai masif dilakukan melalui jalur pendidikan nonformal.

Meskipun transaksi langsung tercatat Rp4 miliar, analis ekonomi lokal memperkirakan dampak tidak langsung terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan perputaran uang masyarakat bisa mencapai berkali-kali lipat jika dihitung dari sektor pariwisata dan jasa pendukung. Ke depan, model penyelenggaraan seperti ini perlu dipertahankan dengan mengintegrasikan sistem pembayaran nontunai dan pendataan pengunjung berbasis digital agar nilai ekonomi dapat terukur lebih presisi serta memberi insight bagi pengambil kebijakan.

Penutupan HUT Dekranas ke-46 di Makassar bukan sekadar akhir dari sebuah pameran, melainkan awal dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif daerah yang berkelanjutan. Dengan dukungan penuh dari Kemendagri dan pemerintah provinsi, Makassar diproyeksikan menjadi contoh nyata bagaimana sebuah kota di luar Jawa bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif melalui event nasional berkualitas.

Mengapa Ini Penting

Perhelatan ini menunjukkan bahwa event fisik masih menjadi katalis penting bagi pemulihan ekonomi daerah, namun integrasi sistem pembayaran digital seperti QRIS dan platform e-commerce perlu diperluas agar UMKM lokal mendapat dampak berkelanjutan. Bagi industri teknologi, peluang pengembangan solusi manajemen event berbasis data dan pemasaran digital bagi pemerdaerah sangat besar. Keberhasilan Makassar juga mengindikasikan potensi pasar teknologi MICE di luar Jawa yang selama ini under-served. Hal ini relevan dengan agenda transformasi digital nasional yang menuntut inklusivitas wilayah.

Sumber Asli
ANTARA
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
6 menit