Jakarta – Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu berhasil mengevakuasi kapal KM Bangkit Lagi yang mengalami kebocoran di perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, pada Minggu siang. Kapal yang dinakhodai Nana Suryana itu mengangkut tiga orang penumpang. Beruntung, seluruh penumpang dalam keadaan selamat dan kapal berhasil diselamatkan.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Gatot Sulaeman menyatakan bahwa laporan kebocoran diterima pukul 14.45 WIB. “Kami langsung mengerahkan empat personel ke lokasi kejadian,” ujar Gatot. Proses evakuasi dilakukan dengan menguras air yang masuk ke lambung kapal menggunakan pompa portabel. Evakuasi rampung pada pukul 15.35 WIB atau dalam waktu sekitar 50 menit.
Menurut keterangan saksi, kapal sebelumnya sempat terdampar saat air surut. Ketika air mulai pasang, air masuk melalui lubang pembuangan sehingga kapal menjadi miring dan tidak bisa berdiri tegak. Kondisi ini memicu kebocoran yang membuat kapal hampir karam.
Gatot menambahkan bahwa evakuasi berjalan lancar berkat koordinasi cepat antara petugas di lapangan dan pusat komando. “Alhamdulillah evakuasi berhasil dilakukan dan kapal dapat ditangani,” katanya.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan pelayaran di Kepulauan Seribu yang merupakan jalur transportasi utama bagi warga dan wisatawan. Kecelakaan kapal, seperti bocor atau mati mesin, masih sering terjadi. Sebelumnya, Gulkarmat juga mengevakuasi penumpang kapal mati mesin di Pulau Tidung dan kapal nelayan bocor di Pulau Semak Daun.
Pihak terkait diharapkan meningkatkan pengawasan dan perawatan kapal, serta sosialisasi keselamatan kepada nakhoda. Penggunaan alat keselamatan seperti life jacket dan pelampung harus diwajibkan. Teknologi seperti sistem pelacakan kapal dan aplikasi pelaporan darurat juga dapat diimplementasikan untuk mempercepat respons evakuasi.
Respons cepat Gulkarmat patut diapresiasi. Dengan medan perairan yang luas dan cuaca yang kadang tidak menentu, kesiapsiagaan tim penyelamat sangat vital. Ke depan, penambahan armada dan pelatihan rutin perlu terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas penanganan bencana maritim.
Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kapal sebelum berlayar dan mematuhi panduan keselamatan. Dengan kesadaran dan persiapan yang matang, risiko kecelakaan pelayaran dapat diminimalkan.