Artificial Intelligence

Google Images Tiru Pinterest dengan Tampilan Discovery dan AI Generatif

Ringkasan

  • Google Images meluncurkan tampilan baru bergaya Pinterest dengan galeri personal "For You" dan fitur pembuatan gambar AI langsung di pencarian, mulai bergulir di Amerika Serikat pekan ini.

Google Images, mesin pencari gambar andalan Google, kini hadir dengan wajah baru. Tampilannya kini lebih mirip Pinterest, platform berbagi inspirasi visual yang populer. Perubahan ini diumumkan Google bertepatan dengan perayaan 25 tahun Google Images, dan mulai diluncurkan secara bertahap di Amerika Serikat dalam beberapa pekan ke depan.

Pengguna yang sudah masuk ke akun Google akan melihat laman utama dengan galeri "For You" yang menampilkan gambar-gambar sesuai minat dan riwayat penjelajahan mereka. Galeri ini diperbarui secara real-time, mendorong pengguna untuk terus menggulir dan menemukan inspirasi baru. Selain itu, pengguna dapat menyimpan gambar favorit ke dalam "koleksi" yang terbagi dalam tab-tab di atas galeri, seperti koleksi ide pakaian liburan, inspirasi perjalanan, atau desain sudut baca.

Lebih dari sekadar perubahan tampilan, Google juga menyematkan fitur pembuatan gambar berbasis kecerdasan buatan langsung di dalam hasil pencarian. Fitur ini tersedia di AI Overviews, ringkasan pencarian yang digerakkan oleh AI. Dengan model bernama Nano Banana, pengguna cukup mengetikkan deskripsi teks untuk menghasilkan gambar yang sebelumnya tidak ada di internet. Google memberikan contoh seperti membayangkan ruang tamu dicat merah atau kamar asrama bergaya pantai.

Langkah ini jelas merupakan upaya Google untuk menyaingi Pinterest, yang selama ini dikenal sebagai destinasi utama untuk mencari dan menyimpan ide visual. Dengan mengubah Google Images menjadi tempat eksplorasi, Google berharap pengguna menghabiskan lebih banyak waktu di platformnya, yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan pendapatan dari iklan.

Selain bersaing dengan Pinterest, Google juga ingin mencegah penggunanya beralih ke layanan AI generatif seperti ChatGPT atau Bing Image Creator. Dengan menyediakan kemampuan membuat gambar langsung dari pencarian, Google menawarkan solusi bagi pengguna yang tidak menemukan gambar yang sesuai atau ingin memvisualisasikan ide yang sangat spesifik.

Bagi pengguna di Indonesia, fitur-fitur ini belum bisa dinikmati karena baru tersedia di AS dengan bahasa Inggris. Namun, bukan tidak mungkin Google akan memperluasnya secara global, termasuk ke Indonesia, mengingat basis pengguna internet yang besar di Tanah Air. Masyarakat Indonesia dikenal aktif mencari inspirasi visual untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dekorasi rumah hingga konten media sosial.

Kehadiran tampilan ala Pinterest di Google Images bisa mengubah kebiasaan pengguna Indonesia yang selama ini menggunakan Pinterest secara terpisah. Dengan ekosistem Google yang sudah terintegrasi—mulai dari Gmail, YouTube, hingga Google Foto—pengguna mungkin akan lebih betah berlama-lama di Google Images. Namun, personalisasi berdasarkan riwayat penjelajahan juga menimbulkan kekhawatiran privasi, terutama karena fitur ini membutuhkan login akun Google.

Fitur pembuatan gambar AI juga membuka peluang besar bagi kreator konten di Indonesia. Mereka bisa dengan cepat menghasilkan ilustrasi atau visual untuk keperluan desain tanpa harus menggunakan perangkat lunak rumit. Namun, akses ke AI Overviews di Indonesia sendiri masih terbatas; Google belum mengonfirmasi kapan fitur ini akan hadir untuk pasar Indonesia.

Di Indonesia, Pinterest memang memiliki basis pengguna yang loyal, terutama perempuan muda. Google Images dengan fitur serupa bisa menjadi pesaing berat, apalagi dengan dukungan algoritma pencarian Google yang sudah mumpuni. Namun, Pinterest memiliki keunggulan dalam aspek komunitas dan kurasi yang lebih terarah.

Ke depan, Google kemungkinan akan terus mengembangkan fitur interaktif lain di Google Images, seperti pencarian visual berbasis gambar atau rekomendasi yang lebih cerdas. Integrasi AI generatif juga diprediksi akan menjadi standar baru dalam mesin pencari, mengubah cara pengguna berinteraksi dengan informasi visual.

Dengan redesain ini, Google tidak hanya merayakan seperempat abad Google Images, tetapi juga menetapkan arah baru untuk masa depan pencarian gambar. Pertarungan dengan Pinterest dan platform AI generatif dipastikan akan semakin sengit, dan pengguna Indonesia harus bersiap menyambut era baru eksplorasi visual.

Mengapa Ini Penting

Berita ini penting karena menandai pergeseran strategi Google dari mesin pencari gambar menjadi platform inspirasi visual yang dipersonalisasi, mengancam dominasi Pinterest. Bagi Indonesia, fitur AI generatif ini berpotensi mengubah cara kreator konten menghasilkan visual, namun juga memunculkan isu privasi karena membutuhkan login akun. Langkah ini juga memperkuat integrasi AI generatif dalam produk inti Google, yang akan memengaruhi tren pencarian dan periklanan digital di Indonesia ke depannya.

Sumber Asli
TechCrunch
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit