Yogyakarta (ANTARA) – Geopark Night Specta (GNS) 8.0, agenda tahunan bertaraf internasional yang diselenggarakan di kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark, Kabupaten Gunungkidul, kembali meraih pengakuan nasional dengan masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026. Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menegaskan bahwa kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark harus dimaknai sebagai ruang yang memberikan manfaat bagi masyarakat dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan. "Harus dimaknai untuk pemberdayaan masyarakat, konservasi, edukasi, dan inovasi," katanya.
Gunung Sewu UNESCO Global Geopark memiliki 33 geosite yang tersebar di tiga kabupaten, yaitu Gunungkidul, Pacitan, dan Wonogiri. Dari jumlah tersebut, 13 geosite berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul, termasuk kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran. Endah menilai kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Gunungkidul merupakan amanah yang harus dijaga, dilestarikan, dan dikelola secara berkelanjutan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Kekayaan alam dan budaya yang dianugerahkan Tuhan bukan sekadar potensi untuk dikunjungi, melainkan amanah yang harus kita jaga," ujarnya.
Pada malam puncak Geopark Night Specta 8.0 yang digelar Sabtu (11/7), sertifikat KEN 2026 secara simbolis diserahkan oleh Direktur Pemasaran Pariwisata Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Harfiansah Bimantara kepada Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Menurut Endah, masuknya Geopark Night Specta ke dalam KEN 2026 merupakan pencapaian yang diraih untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. "Masuknya Geopark Night Specta dalam daftar KEN 2026 merupakan pencapaian ketiga kalinya secara berturut-turut, sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, lanjut Endah, berkomitmen terus mengembangkan sektor pariwisata berkualitas yang berpijak pada prinsip konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat dengan dukungan Dana Keistimewaan DIY Tahun 2026. "Diharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus menjadi penggerak pembangunan yang inklusif bagi seluruh warga Gunungkidul," katanya. Dukungan ini tidak hanya berupa pendanaan, tetapi juga integrasi teknologi dalam promosi digital dan manajemen acara untuk meningkatkan daya tarik wisatawan.
Keberhasilan GNS meraih KEN 2026 juga mencerminkan semakin tingginya minat wisatawan terhadap wisata berbasis geopark yang menggabungkan aspek alam, budaya, dan edukasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, event seperti ini dapat memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus menerapkan sistem tiket elektronik dan analisis data pengunjung untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. Hal ini sejalan dengan upaya nasional untuk mendorong pariwisata berkelanjutan yang berdaya saing global.
Selain itu, pengakuan nasional ini membuka peluang bagi Gunungkidul untuk menarik investasi di sektor pariwisata kreatif, seperti pengembangan homestay, kuliner lokal, dan industri kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan integrasi teknologi, seperti virtual tour dan augmented reality untuk memperkenalkan geosite, diharapkan dapat meningkatkan edukasi publik sekaligus melestarikan situs-situs geologi yang ada.
Ke depan, pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan berupaya menjadikan Gunung Sewu UNESCO Global Geopark sebagai destinasi unggulan yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal dan menjaga keseimbangan ekologi. Pencapaian ini menjadi momentum strategis untuk merancang program pariwisata yang lebih inovatif, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.