General Intuition, sebuah startup berbasis New York yang mengembangkan model dasar kecerdasan buatan untuk melatih agen AI yang dapat bergerak melalui ruang dan waktu, sedang dalam perundingan untuk mengumpulkan dana dengan valuasi pra-investasi mencapai $6 miliar. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan model umumnya dengan fokus pada robotika, termasuk pengembangan infrastruktur komputasi dan rekrutmen bakat baru.
Startup ini baru saja mengumpulkan $320 juta dengan valuasi $2,3 miliar beberapa minggu sebelumnya. Investor baru seperti Valor Equity Partners, Point72 Ventures, dan Seven Seven Six telah bermitra, sementara investor yang sudah ada seperti Khosla Ventures dan General Catalyst juga berpartisipasi dalam putaran dana ini.
General Intuition didirikan oleh Pim de Witte pada Oktober 2025, yang spun out dari platform berbagi klip video game Medal. Platform ini menyediakan ratusan juta jam footage game dan 'action labels' sebagai dataset awal untuk melatih model AI.
Vinod Khosla, salah satu investor, percaya bahwa action labels ini akan menjadi kunci dalam 'emergence of intuition'—kemampuan model untuk generalisasi tugas yang tidak secara eksplisit dilatih. Pendekatan ini menandai evolusi signifikan dalam pengembangan AI fisik.
Perusahaan masih menyelesaikan proses penggalangan dana, dan sumber dekat dengan kesepakatan menyatakan bahwa permintaan dari investor melebihi penawaran. General Intuition terus menerima minat dari berbagai pihak.
General Intuition mengumumkan rencana penggunaan dana untuk meningkatkan model AI dengan fokus pada robotika. Ini termasuk investasi besar dalam infrastruktur komputasi melalui kemitraan dengan neolab CoreWeave dan rekrutmen lebih banyak tenaga ahli.
Valor Equity Partners, yang dikenal mendukung SpaceX, akan membuat investasinya pertama ke laboratorium AI sejak SpaceX jika kesepakatan ini disetujui. Ini menandakan minat besar investor tradisional dalam sektor AI fisik.
Di Indonesia, pengembangan AI robotika masih relatif baru. Beberapa universitas dan lembaga riset lokal mulai bereksperimen dengan robotika dasar, tetapi belum ada startup setingkat General Intuition yang mendapatkan dukungan modal sebesar ini.
Menurut pasar teknologi global, AI robotika akan menjadi tren besar dalam lima tahun ke depan. General Intuition berada di garis depan inovasi ini dengan pendekatannya yang unik menggabungkan data game dan robotika.
Pim de Witte mengatakan bahwa visi General Intuition adalah menciptakan AI yang benar-benar generalisasi dan bisa diaplikasikan dalam berbagai domain fisik, dari rumah tangga hingga industri berat.
Khosla Ventures menekankan bahwa keunggulan kompetitif General Intuition terletak pada penggunaan data aksi yang luas dari Medal, yang memberikan konteks nyata tentang interaksi manusia dengan lingkungan fisika.
Sementara itu, Point72 Ventures menyatakan dukungannya terhadap pendekatan General Intuition dalam menggabungkan AI abstrak dengan aplikasi fisik yang nyata, yang dianggap penting untuk adopsi luas di masa depan.
Looking ahead, General Intuition berencana untuk mengembangkan versi produksi modelnya dalam enam bulan ke depan dan mengekspor teknologi ke pasar Asia Pasifik, termasuk Indonesia, yang dianggap memiliki potensi besar untuk adopsi robotika rumahan.
Dukungan dari investor global seperti Valor dan Point72 juga diharapkan akan membuka pintu bagi General Intuition untuk berkolaborasi dengan perusahaan robotik global dan memperluas jejak pasar ke Asia.
Sumber: TechCrunch