Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Sosial (Kemensos) bekerjasama dengan PT Moga Djaja melalui merek Viva Cosmetics dan Viva Muda menggelar Beauty Class di Gedung Aneka Bhakti Kemensos, Jakarta, Rabu (8/7). Kegiatan ini dirancang sebagai bagian integral dari persiapan menyambut Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2026 sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam pemberdayaan perempuan.
Sebanyak 81 pegawai perempuan dari berbagai unit kerja Kemensos mengikuti pelatihan yang dirancang tidak hanya mengajarkan teknik merias wajah, tetapi juga mendorong peningkatan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri. Penasihat DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa beauty class ini berfungsi sebagai instrumen membangun self-appreciation, melampaui sekadar keterampilan kosmetik biasa.
Fatma mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan kelanjutan kemitraan sukses sejak HDI 2025 dan program sosial di Sekolah Rakyat 21 Surabaya. "Kerja sama dengan Viva Cosmetics sudah terjalin sejak tahun lalu. Untuk menyambut HDI 2026, kami kembali bersiap dan InsyaAllah Viva Cosmetics akan kembali memberikan dukungan penuh," ujarnya di sela-sela acara.
Ke depan, program edukasi kecantikan dan perawatan diri ini direncanakan akan diperluas ke kelompok sasaran yang lebih inklusif. Fatma menambahkan, "Kami ingin memberikan kesempatan serupa kepada teman-teman disabilitas, anak-anak Sekolah Rakyat, serta kelompok masyarakat lainnya. Keterampilan merawat dan menghargai diri sendiri ini bisa menjadi bekal berharga bagi mereka."
Komitmen serupa disampaikan oleh Direktur PT Moga Djaja, Yusuf Wiharto, yang menegaskan dedikasi perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat melalui wadah kreatif seperti VivaMuda—komunitas di bawah Viva Cosmetics yang berfokus pada seni, kecantikan, dan pengembangan diri. Kolaborasi ini mencerminkan pergeseran peran industri kecantikan dari sekadar komersial menuju agen perubahan sosial.
Acara berlangsung interaktif dengan demonstrasi teknik riasan flawless dan segar oleh makeup artist profesional Viva Cosmetics, yang langsung dipraktikkan peserta. Suasana semakin hangat saat Fatma Saifullah Yusuf bersama Wakil Penasihat DWP Kemensos, Intan Agus Jabo Priyono, berkeliling meninjau meja praktikan hingga berinteraksi langsung memberikan sentuhan riasan pada salah satu peserta.
Puncak kemeriahan tercapai saat sesi mini fashion show, di mana para pegawai Kemensos tampil percaya diri di atas catwalk memamerkan hasil riasan mereka. Tim juri kemudian memilih lima peserta dengan riasan dan penampilan terbaik sebagai pemenang, menutup rangkaian kegiatan dengan apresiasi yang merayakan keunikan setiap individu.
Sebagai bentuk apresiasi kemitraan inklusif, DWP Kemensos menyerahkan plakat penghargaan kepada Viva Cosmetics. Kolaborasi strategis ini diharapkan terus berkembang, khususnya dalam mendukung program pemberdayaan perempuan dan penyandang disabilitas menuju puncak peringatan HDI 2026 mendatang, menciptakan ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Di balik kegiatan ini tersimpan signifikansi yang lebih dalam: model kolaborasi antara aparatur pemerintah dan swasta yang memanfaatkan kecantikan sebagai vektor pemberdayaan psikososial. Pendekatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) nomor 5 (Kesetaraan Gender) dan nomor 10 (Mengurangi Ketidaksetaraan), serta nomor 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Bagi industri kecantikan Indonesia, inisiatif ini menandakan evolusi corporate social responsibility (CSR) dari filantropi tradisional ke shared value creation—di mana keahlian inti bisnis (makeup artistry) ditarik untuk menciptakan dampak sosial terukur. Potensi penskalaan melalui platform digital dan komunitas VivaMuda membuka peluang ekosistem pemberdayaan berbasis keterampilan yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika ekonomi kreatif nasional.