Artificial Intelligence

DeepSeek Kumpulkan Dana Rp1,5 Miliar, Target IPO 2027

Ringkasan

  • DeepSeek, perusahaan rintisan AI asal China, dikabarkan tengah dalam pembicaraan mengumpulkan dana US$1,5 miliar dengan valuasi US$71 miliar dan bersiap melaksanakan IPO pada 2027 atau lebih cepat pada akhir tahun ini.

Perusahaan rintisan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, tengah dalam pembicaraan untuk mengumpulkan dana segar senilai US$1,5 miliar dengan valuasi US$71 miliar. Langkah ini sekaligus menjadi persiapan perusahaan untuk melantai di bursa pada 2027, atau lebih cepat pada akhir tahun ini.

Laporan Bloomberg mengungkapkan putaran pendanaan baru ini terjadi hanya sebulan setelah DeepSeek berhasil mengantongi US$7 miliar di putaran pertamanya dengan valuasi US$50 miliar. Kenaikan valuasi yang tajam dalam waktu singkat menandakan optimisme tinggi investor terhadap prospek startup yang berdiri pada 2023 tersebut.

DeepSeek mencuri perhatian global pada awal 2024 setelah merilis teknologi AI yang jauh lebih efisien dan ekonomis dibandingkan para pesaingnya dari Amerika Serikat. Model bahasa besar (large language model/LLM) buatan mereka mampu bersaing ketat dengan laboratorium AI top AS meskipun dihadapkan pada pembatasan ekspor chip canggih dari Washington.

Pada Juni 2026, DeepSeek menguasai hampir 23% dari puluhan triliun token yang diproses oleh Vercel, sebuah gerbang AI yang fokus pada kebutuhan perusahaan. Angka ini hanya selisih tipis dengan pangsa Anthropic yang mencapai 32%. Vercel merupakan platform yang banyak digunakan pengembang untuk menyebarkan aplikasi AI.

Keberhasilan DeepSeek tak lepas dari kemampuannya mengoptimalkan chip buatan Huawei Technologies untuk menjalankan layanan cloud AI-nya. Ini membuktikan perusahaan China tetap bisa berinovasi meskipun akses terhadap chip Nvidia paling mutakhir dibatasi. Investor DeepSeek mencakup raksasa teknologi Tencent dan Dana Investasi Industri Kecerdasan Buatan Nasional Beijing.

Bagi Indonesia, kabar ini menghadirkan peluang dan tantangan tersendiri. Model AI open source yang dikembangkan DeepSeek bisa menjadi alternatif yang lebih terjangkau bagi startup dan pengembang lokal yang selama ini bergantung pada layanan dari AS dengan biaya tinggi. Di sisi lain, dominasi model AI China berpotensi memperkuat pengaruh Beijing di panggung global, termasuk di Asia Tenggara.

Beberapa perusahaan teknologi Indonesia disebut sudah mulai menguji coba model DeepSeek, meskipun adopsi masih terbatas karena pertimbangan privasi data dan kepatuhan terhadap regulasi lokal. Namun efisiensi biaya yang ditawarkan membuat platform ini semakin dilirik.

Persaingan antara laboratorium AI AS dan China terus memanas. DeepSeek menjadi contoh bahwa China tidak hanya mampu mengejar ketertinggalan tetapi juga menghadirkan inovasi yang lebih efisien. Negara berkembang seperti Indonesia bisa mendapatkan angin segar karena kini memiliki lebih banyak pilihan solusi AI yang terjangkau.

Hingga berita ini ditulis, DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi. Namun laporan Bloomberg menegaskan perusahaan serius mengejar IPO guna memperkokoh posisinya di pasar global. Valuasi yang melesat menunjukkan keyakinan investor akan kemampuan DeepSeek mengembangkan AI yang andal.

Pendanaan baru ini rencananya akan digunakan untuk memperluas riset, merekrut talenta, dan menambah kapasitas komputasi. Dengan dukungan dari Tencent dan dana negara, DeepSeek memiliki modal besar untuk bertarung dengan pemain utama seperti OpenAI, Google, dan Anthropic.

Ke depan, kesuksesan IPO DeepSeek akan menjadi barometer bagi startup AI China lainnya yang ingin go international. Di tengah kebijakan kontrol ekspor AS yang semakin ketat, inovasi ala DeepSeek menjadi contoh bagaimana perusahaan bisa bertahan dan unggul meski dengan sumber daya terbatas.

Bagi ekosistem AI Indonesia, perkembangan ini semakin menggarisbawahi pentingnya membangun kemandirian teknologi dan tidak bergantung pada satu negara atau perusahaan. Kehadiran pemain alternatif seperti DeepSeek setidaknya memberikan lebih banyak opsi bagi developer dan perusahaan di Tanah Air.

Mengapa Ini Penting

Perkembangan DeepSeek membuktikan bahwa model AI efisien dan murah dapat dikembangkan meski dengan keterbatasan chip, membuka peluang adopsi AI yang lebih luas di Indonesia tanpa ketergantungan penuh pada AS. IPO mereka akan mempengaruhi peta persaingan global, yang secara langsung berdampak pada teknologi yang tersedia bagi developer dan perusahaan lokal. Indonesia perlu mencermati keseimbangan antara inovasi terbuka dan keamanan data seiring dominasi AI China yang semakin besar. Kehadiran DeepSeek juga mendorong startup AI dalam negeri untuk berinovasi lebih agresif agar tidak tertinggal.

Sumber Asli
TechCrunch
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit