Seorang pengembang asal Amerika Serikat meluncurkan Actor Apify pertama miliknya beberapa minggu lalu. Ia menghabiskan waktu mengoptimalkan SEO, data terstruktur, dan checklist standar lainnya. Namun, ketika bertanya pada ChatGPT, Claude, dan Gemini, asisten-asesor AI tersebut tidak mengenal produknya sama sekali. Bahkan, Gemini memberikan deskripsi yang salah. Masalahnya bukan karena kualitas situs yang buruk, melainkan karena ia tidak pernah tahu apa yang sebenarnya "dilihat" oleh AI ketika merayapi sebuah halaman. Pengalaman ini mendorongnya untuk membangun alat yang dapat mengungkap visibilitas AI sebuah situs.
Alat tersebut diberi nama GEO Auditor, yang menjalankan dua pemeriksaan sekaligus dalam satu kali eksekusi. Pertama, audit teknis mencakup crawlability, robots.txt, sitemap, data terstruktur, meta sosial, dan performa situs. Kedua, LLM probes yang mengirim query khusus ke ChatGPT, Claude, dan Gemini (melalui OpenRouter) untuk melihat apakah model-model tersebut mengenal situs tersebut dan apakah informasi yang diberikan akurat. Hasilnya berupa laporan skor yang bisa diakses dalam format JSON, Markdown, atau halaman HTML dengan radar chart untuk visualisasi.
Bagian tersulit dari proyek ini bukan membuat crawler atau mengintegrasikan API, melainkan menentukan apa yang dimaksud dengan "skor baik" ketika belum ada standar yang ditetapkan untuk visibilitas AI. Pengembang tersebut menemukan bahwa robots.txt lama yang ia salin dari template beberapa tahun lalu ternyata memblokir jalur /api/. Hal ini membuat AI menganggap seluruh situs sebagai prioritas rendah. Selain itu, parser data terstruktur ternyata jauh lebih ketat daripada validator Google; satu tester bahkan menemukan kesalahan sintaks JSON-LD yang tidak terdeteksi oleh validator Google, tetapi menyebabkan Claude gagal memahami konten tersebut.
Ketiga LLM menunjukkan tingkat deteksi yang sangat berbeda. Dalam pengujian berulang selama tiga hari, ChatGPT menemukan situs tersebut 8 dari 10 kali, Claude 6 dari 10 kali, dan Gemini hanya 3 dari 10 kali. Pengembang tersebut menyimpulkan bahwa satu kali pemeriksaan manual hampir tidak berarti; diperlukan sampel yang cukup besar untuk mendapatkan gambaran yang akurat.
Dari perspektif Indonesia, banyak pengembang web lokal masih fokus pada optimasi mesin pencari tradisional. Penggunaan LLM sebagai sumber informasi utama tumbuh pesat di pasar seperti Indonesia, sehingga alat seperti GEO Auditor dapat sangat berguna bagi startup dan kreator konten lokal yang ingin menjangkau audiens lebih luas. Kesadaran akan visibilitas AI menjadi peluang baru bagi penyedia layanan SEO lokal untuk menawarkan paket yang mencakup pemeriksaan LLM.
Pengembang tersebut juga membahas aspek bisnis. Setiap LLM probe membutuhkan kredit OpenRouter, sehingga penetapan harga harus dihitung dengan cermat. Saat ini, alat tersebut masih dalam tahap awal, dengan runtime sekitar 8 menit per cek, hanya untuk halaman publik, dan memerlukan API key OpenRouter pengguna. Ia berencana untuk meluncurkan MVP yang lebih sederhana terlebih dahulu, dengan LLM probes sebagai fitur versi 2.
Ke depannya, ia ingin menambahkan fitur pemantauan visibilitas jangka panjang dengan pemindaian mingguan, integrasi dengan Perplexity dan Grok, serta checklist sederhana untuk non-teknisi. Ia juga membuka kolaborasi dengan komunitas dan berbagi perkembangan di fork.work.
Bagi industri teknologi Indonesia, kesadaran akan visibilitas AI menjadi peluang bagi perusahaan dan agensi pemasaran lokal untuk menawarkan layanan baru yang mencakup audit LLM. Hal ini juga mendorong munculnya talenta lokal yang fokus pada SEO berbasis AI. Pengembang tersebut mengajak pembaca untuk mencoba alat tersebut di Apify Store, dengan catatan bahwa hasil yang akurat memerlukan sampel yang cukup besar dan bukan penilaian definitif.
Jika Anda penasaran dengan status visibilitas AI situs Anda sendiri, GEO Auditor dapat diakses melalui Apify Store. Anda cukup memasukkan URL dan API key OpenRouter, menunggu sekitar 8 menit, dan menerima laporan yang mencakup skor teknis dan LLM. Alat ini masih dalam tahap pengembangan, tetapi sudah memberikan gambaran tentang dimensi baru SEO yang semakin penting di era kecerdasan buatan.