Kolom Tekno

X Ubah Algoritma agar Balasan Teman Terdekat Lebih Menonjol

Ringkasan

  • X mengubah algoritma balasan pada 13 Juli 2026 agar konten dari pengguna yang saling mengikuti lebih menonjol, guna mengurangi toxicitas.

X secara resmi memulai penyesuaian kecil pada sistem rekomendasi balasan mereka pada 13 Juli 2026. Penyesuaian tersebut dirancang untuk menaikkan tingkat kemunculan kiriman serta tanggapan dari akun yang saling mengikuti, atau sering disebut sebagai mutuals.

Nikita Bier, Kepala Produk X, menyatakan bahwa pembaruan ini menjawab keluhan banyak pengguna yang merasa ruang komentar kerap diisi oleh orang asing. Sebelumnya, algoritma platform tidak memiliki pemrograman yang cukup untuk menonjolkan respons dari teman dalam daftar following.

Menurut Bier, ketiadaan pengaturan itu membuat bagian balasan terasa seperti arena pertempuran dengan pengguna yang tidak dikenal. Situasi tersebut memicu percakapan yang panas dan saling serang, alih-alih dialog yang membangun.

Langkah ini bukan sekadar kosmetik. X berupaya mengembalikan nuansa pertemanan dalam linimasa setelah fitur Communities dihapus pada April 2026. Communities dahulu memungkinkan pengguna berinteraksi dalam kelompok minat khusus, namun fitur itu hanya digunakan kurang dari 0,4 persen pengguna.

Data internal yang dibagikan Bier menunjukkan bahwa segelintir pengguna Communities justru menyumbang 80 persen laporan spam, penipuan finansial, dan malware di X. Beban moderasi serta pengembangan fitur tersebut dinilai mengorbankan stabilitas aplikasi secara keseluruhan.

Bagi pengguna Indonesia, perubahan algoritma ini membawa harapan baru. Negara dengan lebih dari 100 juta pengguna media sosial kerap mengalami fenomena balasan toxic pada topik politik dan sosial. Penonjolan akun mutual diharapkan meredam gesekan antar pengguna yang tidak saling kenal.

Sejumlah platform lokal seperti Koo atau juga grup di aplikasi pesan instan pernah mencoba pendekatan serupa dengan memprioritaskan komunitas kecil. Namun, ekosistem X di Indonesia tetap dominan sebagai ruang publik digital, sehingga penyesuaian algoritma bakal berdampak langsung pada perilaku netizen.

Dampaknya tidak hanya menyentuh kenyamanan individu. Brand dan kreator lokal yang mengandalkan engagement organik dari pengikut setia akan mendapat manfaat karena konten mereka lebih mudah ditemukan dalam utas balasan. Hal ini dapat meningkatkan kualitas diskusi merek di linimasa.

"Kami meluncurkan sedikit penyesuaian untuk meningkatkan visibilitas kiriman Anda kepada mutuals (akun yang saling mengikuti). Kami menyadari data ini hilang dari algoritma sehingga teman Anda jarang muncul di balasan," tulis Bier melalui akun resminya.

Pernyataan tersebut mengonfirmasi bahwa tim teknis X sebelumnya tidak sengaja mengabaikan variabel pertemanan dalam peringkat balasan. Bier menambahkan bahwa pembaruan akan memudahkan pengguna menemukan minat bersama, sesuatu yang kerap diminta komunitas.

Ke depan, X diproyeksikan akan terus menyempurnakan personalisasi agar percakapan terasa lebih privat dan relevan. Penguatan algoritma berbasis graf sosial merupakan langkah awal sebelum fitur rekomendasi lainnya diluncurkan.

Jika tren ini berkelanjutan, ruang publik digital di Indonesia bisa bergeser dari debat kusir menuju dialog antarpengguna yang memiliki ikatan mengikuti. Hal itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi penyedia platform untuk menjaga keberlanjutan tingkat kepercayaan pengguna.

Mengapa Ini Penting

Perubahan algoritma X ke arah mutuals berpotensi mengurangi paparan pengguna Indonesia terhadap narasi opposing yang kerap memicu polarisasi, namun di sisi lain dapat memperkuat filter bubble. Bagi industri kreator lokal, prioritas balasan teman meningkatkan retention komunitas sehingga strategi konten harus lebih personal. Langkah ini juga menunjukkan bahwa platform global mulai meninggalkan pendekatan pertumbuhan agresif demi kesehatan konversasi, pelajaran berharga bagi startup media sosial domestik. Di tengah meningkatnya regulasi konten di Indonesia, algoritma yang lebih tertutup pada lingkar pertemanan bisa mempermudah moderasi berbasis komunitas.

Sumber Asli
Engadget
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
3 menit