Valve menutup keran pasokan baterai original equipment manufacturer (OEM) untuk Steam Deck versi layar LCD melalui mitra reparasi iFixit. Keputusan tersebut dikonfirmasi oleh staf iFixit dalam balasan surel kepada seorang pengguna yang mencari pengganti baterai yang mulai turun performanya.
Seorang petugas operasional pelanggan iFixit menyatakan pihaknya saat ini tidak memiliki rencana mendekat untuk menyetok baterai pengganti LCD Steam Deck. Ia meminta maaf karena kabar tersebut tentu mengecewakan bagi pemilik perangkat. Model OLED yang membawa baterai lebih besar tidak disebut dalam penjelasan itu.
Keluarnya surel internal tersebut ke publik bermula dari tangkapan layar yang dibagikan di forum Reddit dan diulas oleh situs Video Cardz. Dalam pesan susulan, karyawan iFixit lainnya mempertegas bahwa penghentian suku cadang berasal dari kebijakan Valve, bukan inisiatif toko reparasi itu untuk berhenti menjualnya. Artinya, hulu pasokan resmi ditutup oleh perusahaan pembuat game dan perangkat keras asal Amerika Serikat tersebut.
Langkah Valve ini mengejutkan karena Steam Deck LCD baru dirilis pada 2022, atau empat tahun lalu. Saat peluncuran, iFixit memberi skor reparasi 7 dari 10 untuk model LCD dan 9 dari 10 untuk OLED pada 2023. Skor tersebut mencerminkan betapa mudahnya pengguna membongkar dan mengganti komponen sendiri, termasuk baterai yang dianggap vital untuk daya tahan konsol.
Latar belakang kebijakan ini erat dengan strategi produk Valve dalam dua tahun terakhir. Pada akhir 2025, Valve menghentikan produksi Steam Deck LCD sepenuhnya. Bulan Mei tahun yang sama, harga Steam Deck OLED melonjak tajam setelah periode kekosongan stok, yang menurut Valve disebabkan oleh naiknya biaya memori dan penyimpanan. Sebulan berikutnya, Steam Machine meluncur dengan harga awal 1.049 dolar AS untuk varian 512GB tanpa kontroler.
Bagi ekosistem perangkat genggam, penghentian suku cadang resmi mengancam filosofi reparasi yang dibangun Valve sejak awal. Baterai adalah komponen yang degradasinya pasti terjadi seiring pemakaian. Tanpa OEM, pengguna terpaksa beralih ke baterai pihak ketiga yang dijual bebas di Amazon dan marketplace serupa, meski kualitas serta keamanannya tidak terjamin setara produk pabrik.
Dampaknya bagi Indonesia cukup spesifik. Steam Deck masuk ke pasar lokal melalui jalur impor personal dan distributor tidak resmi karena Valve tidak membuka layanan garansi formal di Tanah Air. Pemilik lokal yang sebelumnya mengandalkan iFixit untuk suku cadang orisinal kini kehilangan jalur aman. Mereka harus mencari baterai aftermarket dengan risiko kompatibilitas dan bahaya thermal.
Kondisi ini memicu pertanyaan tentang hak reparasi di negara berkembang. Ketika pabrikan global menghentikan dukungan komponen, pengguna di luar wilayah resmi menjadi kelompok paling rentan. Komunitas gamer Indonesia di Discord dan forum lokal mulai membahas opsi modifikasi baterai dari perangkat lain, sebuah praktik yang berisiko merusak konsol.
CEO iFixit pernah menegaskan kepada The Verge pada 2022 bahwa penggantian baterai adalah kunci agar Steam Deck bertahan lama. Pernyataan itu kini bertolak belakang dengan realitas pasokan yang diputus Valve. Staf iFixit dalam surelnya menulis bahwa pihaknya sedang mengevaluasi opsi aftermarket, namun belum ada garansi waktu ketersediaan baik untuk OEM maupun pihak ketiga.
Kutipan tersebut memperlihatkan betapa tidak pastinya nasib reparasi mandiri ke depan. Pengguna yang baterainya masih normal mungkin tidak merasa terdampak hari ini, tetapi mereka yang mengandalkan perangkat untuk bermain jangka panjang akan menghadapi kendala dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Proyeksi ke depan menunjukkan Valve kemungkinan besar akan memusatkan dukungan pada lini OLED dan Steam Machine yang lebih baru. Model LCD akan dibiarkan bergantung pada pasar suku cadang sekunder. Tren serupa mungkin menyusul untuk komponen lain seperti layar dan kipas jika siklus hidup produk dianggap selesai.
Industri perangkat genggam global perlu belajar dari kasus ini. Hak reparasi tidak cukup diukur dari skor ketertelitian pembongkaran, melainkan ketersediaan komponen dalam waktu yang wajar. Tanpa komitmen pasokan jangka panjang, janji reparasi mudah hanya menjadi nilai jual sesaat saat peluncuran produk.