Perumda Tirta Bhagasasi Kabupaten Bekasi memulai penyusunan analisis jabatan dan Struktur Organisasi serta Tata Kerja (SOTK) yang dirancang untuk memastikan setiap posisi strategis terisi oleh pegawai dengan kapasitas dan kompetensi yang tepat. Langkah awal pembenahan organisasi ini ditandai dengan kegiatan kick off and awareness yang digelar di Cikarang belum lama ini.
Sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola air bersih di wilayah dengan pertumbuhan penduduk dan industri pesat, Tirta Bhagasasi menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks. Penataan organisasi menjadi kebutuhan mendesak agar beban kerja dapat didistribusikan secara efisien tanpa tumpang tindih fungsi antardivisi.
Direktur Utama Perumda Tirta Bhagasasi, Reza Luthfi Hasan, menegaskan bahwa pengisian jabatan harus berlandaskan kapasitas, kompetensi, dan beban kerja masing-masing sumber daya manusia. Jabatan harus diisi oleh orang yang tepat sehingga perusahaan dapat berjalan optimal. Pembenahan ini ditargetkan tuntas dalam beberapa bulan ke depan.
Workshop yang dilaksanakan pada Jumat pekan lalu menjadi titik awal implementasi prinsip the right man in the right place dalam penempatan pegawai. Reza menambahkan bahwa siapa pun yang menempati jabatan tertentu ke depan wajib memberikan kinerja terbaik, namun kekompakan serta soliditas seluruh pegawai harus tetap terjaga.
Ketua Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi, Ani Gustini, berharap penyusunan SOTK baru dapat dituntaskan sesuai jadwal. Ia menekankan bahwa struktur organisasi yang jelas juga penting untuk mencegah tumpang tindih tugas dan memperkuat tata kelola sebagai BUMD milik Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Plt. Direktur Usaha Lilie Subali menjelaskan bahwa ketepatan penempatan jabatan berpengaruh langsung pada kinerja perusahaan, baik dari aspek pelayanan publik maupun lini usaha. Dalam business plan 2023-2027, perusahaan menargetkan 569.405 sambungan langsung hingga akhir 2027, meningkat dari posisi saat ini yang mencapai lebih dari 360.000 sambungan pelanggan.
Lilie menyebutkan bahwa pada kurun 2025-2026 penambahan pelanggan dari sektor industri telah direalisasikan meski secara kuantitas masih relatif kecil dibanding pelanggan rumah tangga dan niaga. Namun, sektor industri memberikan keuntungan berlipat ganda. Tahun ini perusahaan berupaya memaksimalkan penambahan pelanggan industri untuk mendongkrak pendapatan.
Penyusunan SOTK berbasis kompetensi sejalan dengan tren modernisasi manajemen BUMD di Indonesia. Dengan pemetaan jabatan yang akurat, perusahaan dapat mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan SDM serta meminimalisasi inefisiensi birokrasi. Pendekatan ini juga memudahkan adopsi sistem informasi kepegawaian berbasis teknologi.
Transformasi internal Tirta Bhagasasi diperkirakan berdampak pada kualitas pelayanan air di Bekasi yang selama ini sering dikeluhkan terkait tekanan air rendah dan gangguan suplai. Tata kelola yang lebih solid akan mendukung ekspansi infrastruktur serta kerja sama dengan pihak ketiga, termasuk penyediaan air untuk korban bencana seperti banjir yang telah dilakukan sebelumnya.
Dengan komitmen seluruh jajaran, penyusunan SOTK diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi Tirta Bhagasasi dalam mewujudkan pelayanan optimal dan pencapaian target bisnis jangka panjang. Langkah ini patut menjadi contoh bagi BUMD lain di Jawa Barat maupun nasional dalam menerapkan manajemen berbasis kompetensi.