SpaceX baru saja mencatatkan sejarah baru dalam dunia korporasi global setelah melantai di bursa saham. Pada penutupan perdagangan hari Jumat, perusahaan antariksa milik Elon Musk ini berhasil mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar US$ 2,1 triliun. Angka fantastis ini menempatkan SpaceX sebagai perusahaan publik paling berharga keenam di Amerika Serikat, melampaui Tesla yang saat ini berada di angka US$ 1,52 triliun.
Dominasi SpaceX di pasar modal memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan penggabungan usaha dengan Tesla. Indikasi ini muncul setelah dokumen S-1 SpaceX mencantumkan klausul mengenai potensi penerbitan ekuitas dalam jumlah signifikan untuk transaksi di masa depan. Pernyataan ini ditafsirkan banyak analis sebagai langkah awal menuju konsolidasi besar antara dua raksasa teknologi milik Musk tersebut.
Presiden dan COO SpaceX, Gwynne Shotwell, turut memperkuat rumor tersebut dalam sebuah wawancara dengan CNBC. Shotwell secara terbuka menyatakan bahwa merger antara kedua entitas tersebut dapat menyederhanakan operasional dan tanggung jawab Elon Musk di masa depan. Meski belum ada konfirmasi resmi, pasar merespons positif kemungkinan sinergi antara teknologi luar angkasa dan ekosistem kendaraan listrik.
Di sisi lain, industri otomotif global juga tengah menyoroti langkah General Motors (GM) terkait strategi baterai kendaraan listrik mereka. Laporan terbaru menunjukkan bahwa GM akan mengandalkan pemasok asing, yakni produsen baterai asal Tiongkok, CATL, untuk pasokan baterai lithium-iron-phosphate (LFP) pada model Chevrolet Bolt 2027. Keputusan ini dinilai sebagai langkah sementara sebelum GM memproduksi baterai sendiri untuk sistem penyimpanan energi.
Sementara itu, Lucid Motors dikabarkan tengah menghadapi guncangan di jajaran eksekutifnya. Emad Dlala, salah satu petinggi kunci di Lucid, dilaporkan telah meninggalkan perusahaan hanya beberapa bulan setelah mendapatkan promosi jabatan. Kepergian ini menjadi sorotan utama mengingat Lucid baru saja melakukan pergantian kepemimpinan ke Silvio Napoli pada bulan April lalu.
Terakhir, kabar mengenai proyek mobil listrik Apple akhirnya menemui titik terang dengan konfirmasi resmi penghentian proyek tersebut. Keputusan Apple ini menutup bab panjang spekulasi mengenai ambisi raksasa teknologi tersebut untuk masuk ke pasar kendaraan listrik secara mandiri. Dinamika ini menunjukkan betapa menantang dan kompetitifnya industri transportasi masa depan bagi para pemain teknologi global.