Artificial Intelligence

SpaceX Dikabarkan Ingin Beli Cognition, CEO Bantah: 'Bukan untuk Dijual'

Ringkasan

  • SpaceX dikabarkan pernah mencoba akuisisi Cognition, namun CEO Scott Wu membantah dan menyatakan perusahaan tidak sedang untuk dijual.

Laporan Bloomberg menyatakan bahwa SpaceX pernah berusaha mengakuisisi startup kode AI Cognition sebagai bagian dari upaya mereka untuk menyaingi OpenAI, Anthropic, dan Google dalam perlombaan AI. Namun, CEO Cognition Scott Wu langsung membantah laporan tersebut di platform X, menyatakan bahwa perusahaannya tidak sedang dalam proses penjualan dan bahwa kedua perusahaan belum pernah berunding terkait akuisisi.

Laporan ini muncul tak lama setelah SpaceX menyelesaikan akuisisi Cursor, startup kode AI lainnya, dalam transaksi senilai $60 miliar. Cursor dan SpaceX baru saja merilis versi terbaru model mereka, Grok 4.6, yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengenalan kode dan tugas multi-langkah kompleks.

SpaceX telah aktif memperluas eksistensinya di bidang AI, terutama setelah menggabungkan xAI, perusahaan AI milik Elon Musk, pada awal tahun ini. xAI baru saja melakukan IPO besar dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,3 triliun pada puncaknya. Namun, bisnis AI SpaceX masih relatif baru dan berada di balik kompetitor seperti Anthropic yang telah meraih pertumbuhan pesat melalui Claude Code.

Dampak dari akuisisi Cursor dan upaya penguatan AI lainnya menunjukkan ambisi SpaceX untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan kode berbasis AI. Dengan menggabungkan Cognition dan agen kode Devin-nya, SpaceX dapat memperoleh akses ke basis pelanggan enterprise seperti Mercedes-Benz, Citi, dan Goldman Sachs.

Sementara itu, Cognition terus berada sebagai salah satu startup pengembangan kode AI terbesar yang belum digabungkan oleh produsen model AI besar. Pada Mei lalu, perusahaan ini berhasil mengamankan pendanaan senilai $1 miliar dengan valuasi pasca-pendanaan mencapai $25 miliar. Laporan Bloomberg menambahkan bahwa Cognition kini dalam tahap awal diskusi untuk pendanaan baru dengan valuasi hingga $40 miliar.

CEO Cognition Scott Wu menegaskan bahwa laporan akuisisi tidak akurat dan bahwa perusahaannya tidak sedang mempertimbangkan penjualan. "Kami tidak sedang untuk dijual," tulisnya di X. "Kami tidak sedang berunding dengan SpaceX mengenai akuisisi." Namun, Wu tidak membantah laporan bahwa kedua perusahaan masih mendiskusikan kemungkinan kolaborasi lain, seperti penggunaan kapasitas komputasi SpaceX oleh Cognition.

Di sisi lain, laporan juga menyebutkan bahwa ruang komputasi SpaceX sedang dijual kepada pemain AI lain termasuk Anthropic. Ini menunjukkan strategi SpaceX untuk menghasilkan pendapatan sementara sebelum membutuhkan kapasitas tersebut untuk keperluan internal.

Pertumbuhan pesat startup AI kode di pasar global mencerminkan pentingnya teknologi ini dalam transformasi industri. Di Indonesia, penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak masih relatif baru, meskipun beberapa perusahaan lokal mulai bereksperimen dengan alat bantu pengkodean berbasis AI. Namun, belum ada startup kode AI skala besar dari Indonesia yang bersaing di panggung internasional.

Elon Musk sendiri baru-baru ini menyampaikan kepada karyawan SpaceX bahwa dalam waktu empat hingga lima tahun mendatang, AI akan menyumbang 99% dari nilai perusahaan. Pernyataan ini memperkuat komitmen SpaceX dalam pengembangan teknologi AI yang canggih.

Sementara itu, xAI dan chatbot Grok-nya masih harus mengatasi tantangan reputasi setelah beberapa insiden kontroversial, termasuk munculnya gambar tidak pantas yang melibatkan tokoh-tokoh terkenal. Upaya untuk merebut hati pelanggan enterprise menjadi lebih sulit karena isu-isu etika dan kepercayaan yang masih perlu diatasi.

Prospek kolaborasi antara Cognition dan SpaceX, meskipun tidak melalui akuisisi, tetap menjadi kemungkinan. Jika terwujud, hal ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan AI di kancah internasional, terutama dalam penggunaan kapasitas komputasi luar angkasa yang menjadi visi SpaceX.

Pengamat teknologi menilai bahwa persaingan dalam pengembangan AI akan semakin ketat, terutama di sektor pengodean. Akuisisi dan kolaborasi strategis kemungkinan akan terus terjadi sebagai upaya perusahaan untuk mempercepat inovasi dan memperluas jangkauan pasar global.

Untuk pembaca Indonesia, perkembangan ini menandakan bahwa teknologi AI dalam pengembangan perangkat lunak akan semakin dominan. Langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan besar seperti SpaceX dapat menjadi acuan bagi pengembang lokal untuk beradaptasi dan bersaing di pasar yang semakin terglobalisasi.

Sumber: https://techcrunch.com/2026/08/19/cognition-ceo-denies-report-that-spacex-tried-to-acquire-the-startup/

Mengapa Ini Penting

Berita ini mencerminkan intensitas persaingan AI global yang semakin sengit, terutama dalam pengembangan kode otomatis. Bagi industri teknologi Indonesia, hal ini menjadi sinyal bahwa inovasi dalam AI-assisted development akan semakin krusial. Startup lokal perlu mempersiapkan diri untuk kompetisi yang lebih ketat, sementara perusahaan besar seperti SpaceX terus merebut panggung dengan strategi akuisisi dan kolaborasi. Dampaknya juga terhadap pasokan tenaga kerja dan standar etika AI yang perlu dipertimbangkan secara lokal.

Sumber Asli
TechCrunch
Tanggal
19 Agustus 2026
Waktu Baca
4 menit