Kolom Tekno

Skullcandy Rilis Crusher 1080 ANC dengan Teknologi Bose, Headphone Bass Ngebut dan Peredam Bising Canggih

Ringkasan

  • Skullcandy meluncurkan Crusher 1080 ANC, headphone nirkabel pertama di luar Bose yang mengadopsi TrueSpatial Audio dan QuietControl ANC dari Bose, dengan harga 279,99 dolar AS.
  • Headphone ini tetap mempertahankan ciri khas penguat bass khas Skullcandy.

Skullcandy resmi meluncurkan headphone nirkabel terbaru dari lini Crusher, yakni Crusher 1080 ANC. Yang menarik, perangkat ini menjadi headphone pertama di luar keluarga Bose yang mengadopsi sejumlah teknologi audio besutan Bose, termasuk TrueSpatial Audio dengan pelacakan kepala (head-tracking) dan sistem peredam bising adaptif QuietControl ANC.

Dibanderol dengan harga 279,99 dolar AS atau sekitar Rp4,3 juta, Crusher 1080 ANC hadir dalam empat pilihan warna: hitam, candy, primer, dan cement. Skullcandy menjanjikan peningkatan signifikan pada kualitas audio, terutama pada sektor bass yang menjadi ciri khas lini Crusher.

Headphone Crusher selama ini dikenal karena pendekatan uniknya dalam menghasilkan suara. Setiap earcup dibekali dua driver: driver full-range untuk frekuensi menengah dan tinggi, serta driver khusus bass yang bisa digerakkan untuk memberikan dorongan ekstra pada frekuensi rendah. Skullcandy sendiri mengakui bahwa pendekatan ini bisa mengorbankan kualitas audio saat bass dinaikkan ke level maksimal. Namun, dengan kehadiran teknologi Bose, Crusher 1080 ANC disebut mampu mengatasi masalah tersebut.

Driver pada model baru ini telah didesain ulang dengan material diafragma yang lebih kaku. Hasilnya, kejernihan dan detail suara meningkat, sementara distorsi pada volume tinggi bisa ditekan. Fitur penguat bass dapat diatur secara manual melalui aplikasi Skullcandy atau kenop fisik yang kini lebih menonjol di bodi headphone.

Dari segi fitur, Crusher 1080 ANC menjadi headphone non-Bose pertama yang mendukung TrueSpatial Audio dengan head-tracking. Teknologi ini membuat suara seakan bergerak mengikuti pergerakan kepala pengguna, baik saat duduk diam maupun sedang berlari. Ada pula WaveForm Audio Engine yang menjaga suara tetap penuh, seimbang, dan halus.

Peredam bising aktif (ANC) pada headphone ini mengandalkan enam mikrofon dengan teknologi QuietControl dari Bose yang secara otomatis beradaptasi dengan kebisingan di sekitar. Tidak hanya itu, fitur SpeechClarity juga disematkan untuk memastikan suara pengguna tetap terdengar jelas saat melakukan panggilan telepon, meski berada di lingkungan bising. Meskipun bukan headphone pihak ketiga pertama yang memiliki fitur tersebut, integrasi dengan ekosistem Bose memberi nilai lebih bagi Crusher 1080 ANC.

Dari segi daya tahan, Skullcandy mengklaim headphone ini mampu bertahan hingga 60 jam pemutaran dengan ANC mati, dan 50 jam dengan ANC aktif. Jika baterai habis, pengisian cepat selama 10 menit sudah cukup untuk memberi tambahan daya tahan hingga 4 jam.

Crusher 1080 ANC juga mendukung multipoint pairing untuk menghubungkan dan berpindah antar perangkat secara otomatis. Fitur wear detection akan menjeda musik saat headphone dilepas, dan desainnya bisa dilipat datar agar mudah disimpan. Konektivitasnya menggunakan Bluetooth 5.3 dengan LE Audio, low latency audio, dan Auracast.

Lantas, bagaimana prospeknya di pasar Indonesia? Hingga saat ini, Skullcandy masih menjadi salah satu merek audio yang cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan penggemar musik yang menyukai bass kuat. Namun, produk-produk Skullcandy biasanya dibanderol pada rentang harga menengah hingga premium. Dengan harga sekitar Rp4,3 juta, Crusher 1080 ANC akan bersaing langsung dengan headphone ANC dari Sony, Bose, dan Sennheiser yang sudah lebih dulu mapan di segmen ini.

Meski demikian, kehadiran teknologi Bose pada Skullcandy membuka segmen baru. Kolaborasi semacam ini jarang terjadi dan bisa menjadi nilai jual unik. Bagi pengguna di Indonesia yang menginginkan headphone dengan bass kuat namun tidak ingin mengorbankan kualitas peredam bising dan suara spasial, opsi ini mungkin menarik.

Ke depannya, tren headphone dengan fitur spatial audio diprediksi akan semakin meluas, terutama seiring makin banyaknya platform streaming seperti Apple Music dan Netflix yang mendukung konten Dolby Atmos. Skullcandy tampaknya ingin mengambil posisi lebih awal di segmen ini, dengan menggandeng Bose yang sudah teruji teknologi audionya.

Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan Crusher 1080 ANC di Indonesia. Namun, mengingat Skullcandy memiliki distributor resmi di Tanah Air, peluang untuk masuk pasar lokal cukup besar, meskipun mungkin dengan harga jual yang sedikit lebih tinggi setelah ditambah pajak dan bea masuk.

Mengapa Ini Penting

Artikel ini penting karena menunjukkan kolaborasi langka antara dua merek audio besar: Skullcandy yang identik dengan bass kuat dan Bose yang identik dengan peredam bising dan suara spasial. Bagi pembaca di Indonesia yang gemar mendengarkan musik dengan genre bertumpu pada bass (seperti EDM, hip-hop, atau metal), kehadiran fitur ANC kelas atas di headphone Skullcandy bisa menjadi nilai tambah besar. Di sisi lain, harga yang setara dengan headphone premium kelas atas menimbulkan pertanyaan: apakah konsumen Indonesia bersedia membayar lebih untuk kombinasi bass dan ANC? Jawabannya akan menentukan apakah produk ini akan sukses di pasar lokal yang sensitif terhadap harga. Selain itu, integrasi spatial audio menjadikan headphone ini relevan seiring meningkatnya konsumsi konten Dolby Atmos di Indonesia.

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
16 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit