Home Depot kembali memoles boneka hantu raksasa Skelly yang memiliki tinggi mencapai 12 kaki atau sekitar 3,6 meter. Ritel perbaikan rumah asal Amerika Serikat itu menyematkan teknologi baru yang memungkinkan mulut boneka bergerak seirama dengan suara pengguna yang dikirim lewat aplikasi ponsel pintar.
Versi terbaru Skelly akan mulai dijual secara daring besok dengan banderol harga 379 dolar AS, sedangkan pembelian di toko fisik Home Depot baru dibuka menjelang akhir musim panas. Peluncuran ini sekaligus memperkenalkan lini karakter hantu baru untuk menyambut perayaan Halloween tahun ini.
Pembaruan kali ini mengadopsi fitur yang sebelumnya hanya hadir pada Ultra Skelly berukuran 6,5 kaki pada tahun lalu. Langkah tersebut diambil untuk mempertahankan daya tarik Skelly yang sempat viral sebagai dekorasi Halloween paling dicari masyarakat.
Dua tahun lalu, Home Depot memberikan Skelly delapan pilihan animasi pada layar mata LCD-nya. Kini, jumlah tersebut melonjak menjadi 20 variasi yang bisa dipilih langsung melalui aplikasi, termasuk animasi untuk merayakan hari besar di luar Halloween.
Aplikasi pendamping tersebut juga berfungsi untuk mengatur gerakan kepala dan mulut secara personal. Pengguna dapat merekam hingga 30 suara atau kalimat khusus, sekaligus berbicara secara langsung melalui koneksi Bluetooth agar bisa mengejutkan anak-anak yang mengetuk pintu tanpa harus berada di dekat boneka tersebut.
Bagi konsumen yang tidak membutuhkan fitur canggih itu, Home Depot tetap menjual versi sederhana dari Skelly dengan harga perdana 299 dolar AS. Strategi mempertahankan produk lama sembari meluncurkan versi pintar ini mencerminkan bagaimana peritel mengomodasi berbagai segmen pembeli dekorasi rumah bertema horor.
Di Indonesia, tren dekorasi pintar bertenaga aplikasi seperti ini masih terbilang langka, meski animatronik impor mulai masuk melalui marketplace dengan harga premium. Perayaan Halloween di pusat perbelanjaan domestik terus berkembang, namun mayoritas properti hiasan masih bersifat statis atau menggunakan sensor gerak sederhana tanpa integrasi internet of things.
Ketersediaan Skelly di pasar Indonesia kemungkinan besar akan terkendala harga logistik dan pajak impor yang membuat banderol akhir melambung berkali-kali lipat. Kendati demikian, kehadiran produk ini menunjukkan arah baru di mana dekorasi rumah hobi mulai berpadu dengan ekosistem smart home yang sudah diadopsi kelas menengah perkotaan.
Skelly tidak meluncur sendirian. Home Depot memperkenalkan mumi raksasa setinggi 11 kaki dengan lampu LED aktif-suara seharga 279 dolar AS, serta pohon bercahaya berwajah menyeramkan untuk menciptakan hutan angker di halaman. Ada pula raptor zombi setinggi 8 kaki bermata LED dan kumpulan tiga boneka Gremlins bergerak lengkap dengan efek suara.
Untuk dekorasi yang secara spesifik berinteraksi dengan anak-anak, Home Depot merilis burung beo zombi animatif. Properti tersebut menggunakan sistem suara interaktif dengan 20 frasa prarekam guna membentuk respons unik terhadap pertanyaan ya atau tidak dari pengunjung.
Fenomena Skelly yang terus berevolusi menandai pergeseran industri properti hiasan musiman menjadi semakin digital. Integrasi mikrofon, speaker, dan konektivitas nirkabel ke dalam figur fiberglass menunjukkan bahwa batas antara mainan, dekorasi, dan gadget semakin tipis.
Ke depannya, produsen dekorasi lokal di Indonesia dapat mengambil inspirasi dari pendekatan ini dengan memanfaatkan modul Bluetooth murah dan aplikasi sumber terbuka. Hal tersebut berpotensi menciptakan ekosistem kreator dekorasi pintar dalam negeri yang lebih inklusif tanpa harus bergantung pada merek ritel asing berskala raksasa.