Kolom Tekno

Sharge Disk Pro 2: SSD Portable Jadi Hub Serba Bisa untuk Laptop hingga Switch 2

Ringkasan

  • Sharge meluncurkan Disk Pro 2 Ultra, enclosure SSD portable yang berfungsi ganda sebagai dock HDMI 4K 144Hz dan hub USB-C lengkap dengan magnet MagSafe internal untuk iPhone.

Sharge, produsen aksesoris yang dikenal dengan desain charger bergaya Mac retro dan power bank transparan, kini menghadirkan produk yang dinilai layak menjadi bagian dari everyday carry (EDC) para pengguna teknologi. Disk Pro 2 Ultra tidak sekadar enclosure SSD eksternal, melainkan perangkat multifungsi yang menggabungkan dock HDMI 2.1, hub USB-C, dan pembaca kartu memori dalam ukuran sebesar kotak kartu remi.

Dengan satu kabel USB-C, perangkat ini menambah layar eksternal 4K 144Hz, port USB-A 5Gbps, slot SD dan microSD, serta passthrough charging hingga 80W ke laptop. Di sisi penyimpanan, ia mendukung SSD M.2 2280 penuh hingga 8TB, serta ukuran 2242 dan 2230. Keunikan lain adalah magnet pola MagSafe yang sudah terintegrasi di badan perangkat, memungkinkan pemasangan langsung ke iPhone atau smartphone Android dengan cincin magnetik yang disertakan.

Perjalanan Sharge ke titik ini penuh percobaan dan kesalahan. Disk pertama berukuran besar dengan kipas berisik. Disk Plus menawarkan ketipisan tapi magnet justru jadi aksesoris terpisah yang menebalkan perangkat. Disk Pro pertama memiliki port daya terlalu dalam dan tombol yang berisiko memutus daya saat transfer. Disk Pro 2 memperbaiki semua kekurangan tersebut: kabel lepas, magnet internal, port tidak lagi meng dalam, kipas lebih tenang dan bisa dimatikan, serta tombol tidak lagi memutus daya drive.

Soal performa, Disk Pro 2 Ultra menggunakan kontroler 10Gbps — bukan yang tercepat di pasar saat enclosure 40Gbps dan 80Gbps sudah hadir. Dalam pengujian dengan SSD Lexar NM710 1TB, kecepatan tulis rata-rata mencatat 700MB/s untuk transfer 100GB hingga 195GB. Angka ini tetap kompetitif untuk penggunaan sehari-hari, apalagi mengingat fungsi ganda perangkat ini yang jarang dimiliki kompetitor.

Kemampuan merekam video ProRes 4K60 langsung ke SSD eksternal via iPhone 15 Pro menjadi daya tarik khusus bagi kreator konten. Namun, keterbatasan daya jadi tantangan. Model Ultra hanya mengalirkan 3W ke SSD dari bus USB-C, sedangkan banyak SSD butuh daya lebih saat menulis data berat. Akibatnya, perangkat mati saat merekam ProRes atau transfer besar di Galaxy S25 tanpa sumber daya eksternal. Solusinya sederhana: colok power bank atau charger ke port passthrough.

Kompatibilitas dengan Nintendo Switch 2 juga jadi sorotan. Dock pihak ketiga sering gagal memicu mode TV karena Nintendo memeriksa profil daya spesifik. Sharge menyatakan butuh charger USB-C PD 85W atau lebih untuk Switch 2. Juga ada jeda lama sebelum tampilan muncul di TV, dan variable refresh rate (VRR) tidak berfungsi dengan Steam Deck meski TV mendukungnya.

Dalam penggunaan harian sebagai hub laptop — mouse, keyboard, headset, monitor, webcam — perangkat ini andal meski sesekali monitor gelap sesaat sekitar sekali sehari. Kipas internal efektif menurunkan suhu permukaan: tanpa kipas, sisi logam terasa panas terbakar setelah transfer besar, sedangkan dengan kipas penuh hanya beda 10 detik untuk transfer 195GB.

Harga early bird Kickstarter USD 75 (sekitar Rp 1,2 juta), naik jadi USD 89 retail. Sharge punya rekam jejak pengiriman yang solid meski desainnya kadang hit-and-miss. Bagi pengguna Indonesia, produk ini relevan karena tren mobile gaming dan kreator konten mobile semakin naik, sementara ketersediaan dock resmi Nintendo Switch 2 di pasar lokal belum pasti jadwal dan harganya.

Di sisi lain, kebutuhan akan charger berdaya tinggi (85W+) untuk fungsi penuh bisa jadi beban tambahan biaya dan portabilitas. Banyak pengguna Indonesia yang mengandalkan charger laptop 65W standar mungkin harus beli charger baru. Ketersediaan resmi di Indonesia juga belum diketahui, sehingga impor pribadi via forwarding jadi satu-satunya opsi awal.

Ke depannya, kategori "SSD hub hybrid" ini berpotensi berkembang seiring semakin banyak perangkat yang hanya punya satu port USB-C. Jika Sharge bisa memperbaiki stabilitas firmware dan mengurangi ketergantungan charger eksternal, Disk Pro 2 bisa jadi referensi desain baru untuk aksesoris portable multifungsi.

Mengapa Ini Penting

Disk Pro 2 menandai pergeseran kategori aksesoris: SSD portable tidak lagi hanya soal penyimpanan, tapi jadi pusat konektivitas untuk ekosistem multi-perangkat. Bagi pengguna Indonesia yang banyak menggunakan laptop tipis satu port, smartphone flagship, dan konsol portable, perangkat serba bisa ini mengurangi jumlah dongle yang dibawa. Namun, ketergantungan pada charger 85W+ untuk fungsi penuh menciptakan paradox portabilitas — justru menambah beban aksesoris yang harus dibawa. Jika vendor lokal atau marketplace resmi mengimpor ini, harga final bisa melonjak 40-50% dari harga Kickstarter, menjadikannya produk niche bagi power user berbudget besar.

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
31 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit