Greenworks Tools, produsen alat berkebun asal Amerika Serikat, menarik lebih dari 554.000 unit alat listrik bermerek Kobalt dari peredaran. Penarikan produk (recall) ini dilakukan karena baterai lithium-ion yang terpasang pada alat-alat tersebut berisiko terbakar saat mengisi daya melalui port USB-C.
Komisi Keselamatan Produk Konsumen Amerika Serikat (USCPSC) mengonfirmasi bahwa setidaknya ada 34 laporan insiden di mana baterai mengeluarkan asap, memercikkan api, atau terbakar langsung ketika masih terpasang pada unit alat dan sedang diisi ulang lewat port USB-C. Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan cedera atau kerusakan properti akibat kejadian tersebut.
Produk yang masuk dalam daftar penarikan mencakup berbagai model alat pemotong rumput (trimmer), blower, gergaji mesin (chainsaw), mesin pemotong rumput (mower), dan gergaji pemangkas (pruning saw) bermerek Kobalt. Seluruh unit yang terdampak menggunakan baterai lithium-ion berkapasitas 24V atau 48V yang dilengkapi port USB-C bawaan untuk pengisian daya.
Masalah utamanya terletak pada mekanisme pengisian daya via USB-C. Port USB-C memang dirancang untuk mengalirkan daya yang lebih besar dibandingkan micro-USB atau port generasi sebelumnya. Ketika desain sirkuit pengisian daya pada baterai tidak mampu mengelola aliran listrik tersebut secara stabil, suhu internal baterai bisa melonjak drastis. Kondisi ini dalam istilah teknis dikenal sebagai thermal runaway — reaksi berantai yang menyebabkan suhu baterai meningkat tak terkendali hingga terjadi kebakaran.
Kasus ini bukan kali pertama teknologi USB-C menjadi sorotan terkait keamanan. Sejak standar USB-C diadopsi secara luas, berbagai insiden baterai overheat memang tercatat di berbagai belahan dunia. Namun, recall berskala besar seperti yang dilakukan Greenworks menunjukkan bahwa risiko tersebut masih menjadi tantangan serius bagi industri manufaktur alat listrik portabel.
Dari sisi dampak industri, penarikan ini menjadi pengingat penting bahwa inovasi dalam hal kenyamanan — seperti pengisian daya universal via USB-C — tidak boleh mengorbankan aspek keamanan. USB-C memang menawarkan kemudahan karena satu port bisa digunakan untuk berbagai perangkat. Namun, fleksibilitas tersebut juga membuka celah jika standar keamanan internal baterai tidak diterapkan secara ketat.
Bagi konsumen Indonesia, meskipun merek Kobalt secara resmi tidak dijual luas di pasar domestik, pelajaran dari kasus ini tetap relevan. Pasar Indonesia dipenuhi berbagai merek power tool impor, terutama dari Tiongkok, yang mengadopsi teknologi baterai lithium-ion dan port USB-C dengan harga kompetitif. Banyak dari produk-produk tersebut belum tentu telah melalui uji sertifikasi keamanan yang setara dengan standar USCPSC atau badan serupa di Uni Eropa.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Kementerian Perindustrian memang memiliki regulasi terkait keamanan produk elektronik, namun pengawasan terhadap alat-alat listrik portabel yang masuk melalui jalur impor ritel atau e-commerce masih menjadi pekerjaan rumah. Fenomena maraknya penjualan power tool baterai di platform daring tanpa label SNI yang jelas patut menjadi perhatian lebih serius.
Greenworks Tools sendiri menyarankan kepada seluruh pemilik produk yang terdampak untuk segera menghubungi layanan pelanggan guna mendapatkan penggantian atau perbaikan. Konsumen diminta untuk tidak lagi mengisi daya baterai tanpa pengawasan dan menghindari penggunaan port USB-C sampai masalah ini diselesaikan sepenuhnya.
Ke depannya, kasus ini berpotensi mendorong badan standar internasional untuk memperketat regulasi terkait desain sirkuit pengisian daya pada baterai lithium-ion. Industri power tool global kemungkinan besar akan menghadapi tekanan lebih besar untuk menerapkan sistem proteksi thermal yang lebih canggih, termasuk chip pengaman yang dapat memutus aliran daya secara otomatis saat suhu baterai melampaui batas aman.
Bagi konsumen di Indonesia yang menggunakan power tool baterai sehari-hari, baik untuk kebutuhan pertukangan maupun berkebun, ada baiknya mulai memperhatikan beberapa indikator keamanan. Pastikan produk memiliki label sertifikasi yang jelas, perhatikan apakah baterai terasa panas berlebih saat diisi daya, dan segera hentikan penggunaan jika tercium bau terbakar atau muncul asap dari area baterai. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama di atas segala bentuk kemudahan teknologi.