Artificial Intelligence

Perseteruan dengan Pemerintahan Trump Justru Mendorong Pertumbuhan Anthropic, Data Penjualan Menunjukkan Tren Positif

Perseteruan dengan Pemerintahan Trump Justru Mendorong Pertumbuhan Anthropic, Data Penjualan Menunjukkan Tren Positif

Ringkasan

  • Data penjualan terbaru menunjukkan bahwa perseteruan antara Anthropic dan pemerintahan Trump justru meningkatkan minat serta adopsi bisnis terhadap model AI mereka, melampaui OpenAI di segmen korporat.

Anthropic baru saja melalui bulan yang luar biasa dengan capaian yang signifikan. Berdasarkan data terbaru dari platform pengeluaran bisnis Ramp, perusahaan riset AI ini berhasil melampaui OpenAI dalam pangsa pasar pengeluaran bisnis untuk pertama kalinya pada akhir Mei lalu. Kesuksesan ini semakin diperkuat dengan keberhasilan perusahaan dalam menggalang dana sebesar USD 65 miliar dengan valuasi mencapai USD 965 miliar, sekaligus mencatatkan kuartal pertama yang menguntungkan sebelum mereka mengajukan dokumen rahasia untuk penawaran umum perdana (IPO).

Namun, dinamika berubah ketika pemerintahan Trump kembali melayangkan tekanan terhadap Anthropic. Pada Jumat lalu, pemerintah mengirimkan surat tuntutan agar perusahaan melarang warga non-Amerika, termasuk karyawan Anthropic sendiri, untuk mengakses model AI canggih mereka, yaitu Mythos 5 dan versi publiknya, Fable 5. Kebijakan ini memaksa Anthropic untuk menarik model terbaru mereka dari pasar, meskipun alasan spesifik di balik perintah ekspor tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi publik.

Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa langkah pemerintah ini dipicu oleh celah keamanan pada Fable 5, yang memungkinkan peretas melewati sistem keamanan untuk mengakses kapabilitas penuh Mythos. Model Mythos sendiri dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam mendeteksi kerentanan keamanan pada kode perangkat lunak, hingga Anthropic sendiri melabelinya sebagai model yang berbahaya dan membatasi akses publik terhadap teknologi tersebut.

Drama terbaru ini merupakan kelanjutan dari konflik panjang antara Anthropic dan pemerintah AS. Sebelumnya, Anthropic secara tegas menolak permintaan pemerintah untuk menggunakan model mereka dalam pengawasan massal terhadap warga AS serta pengembangan senjata otonom penuh. Akibat sikap tersebut, Departemen Pertahanan AS sempat melabeli perusahaan ini sebagai risiko rantai pasok pada Maret lalu.

Menariknya, label risiko tersebut justru tidak menghambat adopsi bisnis. Menurut Ara Kharazian, ekonom utama di Ramp, perseteruan ini justru memberikan efek sebaliknya. Data menunjukkan bahwa bulan di mana Anthropic dilabeli sebagai risiko keamanan justru menjadi bulan dengan rekor adopsi bisnis tertinggi. Ada semacam 'aura' prestisius yang muncul ketika sebuah model AI dianggap terlalu berbahaya oleh pemerintah.

Data dari lebih dari 70.000 bisnis pengguna platform Ramp memperlihatkan bahwa pangsa pasar Anthropic dalam langganan AI bisnis naik sebesar 2,5 poin persentase menjadi 41% pada bulan Mei. Angka ini berhasil menggeser OpenAI yang stagnan di angka 39,5%. Meski OpenAI masih mendominasi penggunaan konsumen secara luas, pertumbuhan penggunaan API dan langganan korporat Anthropic menunjukkan bahwa model mereka, seperti seri Opus dan Claude Code, kini menjadi pilihan utama bagi kebutuhan komputasi teknis dan pengembangan perangkat lunak di sektor bisnis.

Mengapa Ini Penting

Berita ini menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik dan regulasi pemerintah dapat menciptakan paradoks pasar di mana batasan keamanan justru meningkatkan nilai jual sebuah produk teknologi. Bagi pelaku industri di Indonesia, fenomena ini menjadi pelajaran penting bahwa keandalan dan keamanan model AI akan menjadi faktor penentu utama dalam adopsi teknologi di tingkat perusahaan, melampaui popularitas merek semata.

Sumber Asli
Techcrunch
Tanggal
16 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit