Apple menutup kuartal ketiga tahun buku 2026 dengan performa yang melampaui ekspektasi pasar. Pendapatan total mencapai $109,4 miliar, didorong terutama oleh divisi iPhone yang mencatat $54,25 miliar — naik 22% dari periode sama tahun lalu. Ini menjadi pendapatan iPhone terbaik dalam sejarah kuartal ketiga Apple, sebuah pencapaian yang tidak biasa mengingat penjualan biasanya merosot menjelang peluncuran generasi baru.
Divisi Mac ikut berkontribusi signifikan dengan pendapatan $10,35 miliar, melonjak 29%. Tim Cook, dalam wawancara dengan CNBC, mengaitkan momentum ini pada gelombang upgrade yang berkelanjutan sejak peluncuran seri terbaru. "Kami memiliki momentum signifikan pada iPhone sejak peluncuran," ujarnya, menegaskan bahwa siklus penggantian perangkat berjalan lebih cepat dari perkiraan.
Di balik angka-angka menggiurkan itu, Apple menghadapi tekanan biaya yang semakin berat. Kegelapan pasokan memori (RAM) global yang diproyeksi berlanjut hingga 2027 memaksa Cupertino menaikkan harga seluruh lini Mac, iPad, dan perangkat lain sejak Juni lalu. MacBook Neo, yang baru debut Maret lalu dan sukses mengganggu pasar laptop terjangkau dengan desain ringan dan performa cepat, kini dijual $699 — naik $100 dari harga awal $599.
Kenaikan harga belum menyentuh iPhone, namun analis memprediksi iPhone 18 yang akan diluncurkan musim gugur ini bisa naik hingga $200. Lonjakan biaya komponen memori menjadi alasan utama, meski Apple berusaha menahan harga smartphone agar daya beli konsumen tidak tergerus. Strategi ini mencerminkan posisi iPhone sebagai produk andalan yang paling sensitif terhadap elastisitas permintaan.
Inovasi kecerdasan buatan jadi taruhan besar untuk membenarkan kenaikan harga mendatang. Apple bersiap meluncurkan Siri yang lebih personal bersama iPhone 18. Asisten virtual baru ini mampu memahami konteks layar, mencari lintas aplikasi, dan mengeksekusi tugas kompleks seperti menambahkan janji ke kalender — langkah krusial untuk mengejar kemampuan AI generatif yang sudah diperkenalkan pesaing seperti Google dan Samsung.
Laporan keuangan ini juga menandai era berakhirnya kepemimpinan Tim Cook. CEO yang memimpin Apple selama lebih dari sebelas tahun akan mundur pada 1 September, digantikan John Ternus, wakil presiden rekayasa perangkat keras. Transisi ini terjadi saat Apple berada di puncak kekuatan finansial, namun juga di persimpangan tantangan: krisis rantai pasokan, tekanan regulasi global, dan perlombaan AI yang semakin ketat.
Divisi Layanan terus menjadi tulang punggung margin tinggi dengan pendapatan $30,74 miliar, tumbuh dari langganan Apple One, Apple TV+, dan ekosistem bayar lainnya. Segmen Wearable mencatat $7,88 miliar, sementara iPad justru melambat di $6,2 miliar — di bawah konsensus pasar. Penurunan iPad mencerminkan siklus refresh yang lebih lama dan kanibalisasi dari MacBook Neo yang lebih terjangkau.
Di Indonesia, dampak kenaikan harga Mac dan iPad sudah terasa sejak kuartal lalu. Harga resmi MacBook Air M3 dan iPad Pro naik 5-8% di Apple Store Online Indonesia dan reseller berwenang. Bagi kreator konten, pengembang, dan profesional yang mengandalkan ekosistem Apple, ini berarti anggaran pembelian perangkat baru harus disesuaikan. Program Upgrade baru yang diperkenalkan minggu ini — menyewa iPhone, iPad, Apple Watch, atau Mac dengan bayar bulanan tetap — bisa jadi alternatif bagi yang ingin akses perangkat terbaru tanpa beli tunai besar di muka.
Namun, model sewa ini perlu ditelaah hati-hati. Total biaya dalam dua hingga tiga tahun sering kali melebihi harga beli tunai, dan perangkat harus dikembalikan dalam kondisi baik. Di pasar Indonesia di mana nilai jual kembali iPhone dan Mac relatif tinggi, membeli tunai lalu menjual bekas tetap jadi skema paling ekonomis bagi sebagian besar pengguna.
Proyeksi ke depan, semua mata tertuju pada peluncuran iPhone 18 musim gugur. Kombinasi kenaikan harga, Siri AI baru, dan transisi kepemimpinan akan menguji apakah Apple bisa mempertahankan momentum upgrade. Jika konsumen merasa nilai tambah AI tidak sebanding dengan tambahan biaya, siklus penggantian bisa melambat — risiko yang belum pernah dihadapi Apple dalam era Cook.
Sementara itu, pasar memori global tetap menjadi variabel tak terduga. Jika pabrik Samsung, SK Hynix, dan Micron gagal naikkan kapasitas produksi DRAM dan NAND sesuai jadwal, tekanan biaya akan menerus ke 2027. Apple dengan kekuatan beli masif punya daya tawar lebih baik dari vendor lain, tapi tidak kebal dari hukum tawar-menawar pasar. Kuartal depan akan jadi batu uji apakah strategi naik harga perangkat non-iPhone cukup menutupi erosi margin.