Berita

Pembaruan Windows 11 Bulan Juni Picu Masalah Booting dan Gangguan Aplikasi Perusahaan

Pembaruan Windows 11 Bulan Juni Picu Masalah Booting dan Gangguan Aplikasi Perusahaan

Ringkasan

  • Pembaruan Windows 11 bulan Juni dilaporkan menyebabkan masalah booting, gangguan sinkronisasi cloud, dan kegagalan aplikasi perusahaan yang bergantung pada otomatisasi Microsoft Word.

Pengguna sistem operasi Windows 11 melaporkan serangkaian masalah teknis yang signifikan setelah menginstal pembaruan perangkat lunak bulan Juni. Keluhan utama yang muncul mencakup kegagalan proses booting atau perangkat yang terjebak dalam siklus boot loop, yang menyebabkan akses ke sistem menjadi terhambat bagi banyak pengguna di seluruh dunia.

Selain masalah booting, pembaruan ini juga berdampak negatif pada integrasi File Explorer dengan berbagai layanan penyimpanan awan populer seperti OneDrive, iCloud, dan Dropbox. Banyak pengguna melaporkan bahwa folder penyimpanan awan mereka tidak muncul atau tidak dapat disinkronkan dengan benar melalui antarmuka File Explorer setelah pembaruan diterapkan.

Sektor bisnis juga terkena dampak serius akibat pembaruan ini. Aplikasi lini bisnis yang sangat bergantung pada otomatisasi Microsoft Word, seperti perangkat lunak akuntansi dan sistem manajemen medis, mengalami kegagalan fungsi. Kondisi ini menyebabkan gangguan operasional yang signifikan bagi perusahaan yang mengandalkan integrasi perangkat lunak tersebut dalam rutinitas kerja harian mereka.

Permasalahan teknis lainnya melibatkan perubahan pada cara sistem menangani file 'desktop.ini'. Hal ini mengakibatkan ikon folder kustom yang sebelumnya diatur oleh pengguna menjadi tidak berfungsi atau hilang. Untuk mengembalikan tampilan ikon tersebut, pengguna terpaksa melakukan tindakan teknis manual dengan membuka blokir file melalui perintah PowerShell, yang bagi sebagian orang mungkin cukup menyulitkan.

Sebagai langkah mitigasi sementara untuk mengatasi masalah boot loop, para ahli menyarankan pengguna untuk menonaktifkan fitur Secure Boot di BIOS agar pembaruan dapat selesai dipasang, sebelum fitur tersebut diaktifkan kembali. Namun, untuk masalah integrasi aplikasi dan layanan awan, tindakan yang paling direkomendasikan saat ini adalah melakukan uninstal pembaruan tersebut hingga Microsoft merilis perbaikan resmi atau patch susulan.

Di balik berbagai kendala tersebut, pembaruan bulan Juni ini sebenarnya membawa fitur baru berupa Low Latency Profile yang dirancang untuk meningkatkan responsivitas pada perangkat keras lama. Selain itu, pembaruan ini juga mencakup perbaikan untuk lebih dari 200 kerentanan keamanan kritis. Pengguna disarankan untuk tetap memantau informasi resmi dari Microsoft mengenai pembaruan stabilitas di masa mendatang.

Sumber Asli
4sysops
Tanggal
14 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit