GoPro meluncurkan penawaran paket aksesori Max 2 dengan harga diskon 369 dolar AS di Amazon, atau sekitar Rp6 juta, sebagai solusi perekaman 360 derajat bagi pengguna yang ingin mendapat perlengkapan lengkap tanpa beli terpisah. Penawaran ini muncul karena kamera aksi berfitur tinggi kerap dibanderol mahal, sehingga bundel menjadi cara produsen menarik pembeli baru.
Paket tersebut dijual hanya 70 dolar lebih mahal daripada kamera standalone, namun sudah mencakup tiang pemegang empat kaki, dua tutup lensa pelindung, dua baterai kapasitas besar, kartu microSD 64GB, perekat melengkung, pengait pemasangan, adapter jari, dua sekrup, tali pergelangan tangan, kain mikrofiber, dan kabel USB-C. Versi kamera saja hanya menyertakan sebagian aksesori dengan satu baterai dan tanpa kartu memori serta tiang.
Harga tiang dan baterai ekstra jika dibeli sendiri mencapai 75 dolar. Dengan demikian, pembeli menghemat nilai sekitar 100 dolar setelah memperhitungkan microSD gratis di dalam bundel. Promo serupa juga tampil di Best Buy dan toko resmi GoPro dengan selisih satu dolar lebih tinggi.
Kamera Max 2 mendukung rekam video 360 derajat 8K pada 30 bingkai per detik atau 180 derajat 4K 60FPS. Perangkat kompatibel dengan ekosistem dudukan GoPro yang luas, memudahkan pemasangan di helm, sepeda, atau kendaraan. Daya tahan baterai mencapai 66 menit saat merekam 8K penuh dan 90 menit di resolusi 5,6K.
Layar sentuh LCD 1,82 inci memungkinkan pengecekan footage dan pengaturan cepat. Enam mikrofon merekam ke segala arah sekaligus meredam dengung angin, dan pengguna dapat menyambungkan mikrofon Bluetooth. Kamera tahan air hingga 16 kaki serta lensa dapat diganti jika rusak akibat benturan.
Kamera 360 derajat sempat jadi ceruk mahal karena kebutuhan sensor ganda dan prosesor gambar kuat. GoPro menempatkan Max 2 sebagai opsi bagi kreator petualang yang ingin dokumentasi tanpa kehilangan sudut. Bundling aksesori menjadi strategi pemasaran agar harga total lebih rasional di mata konsumen.
Di Indonesia, kamera aksi 360 derajat mulai digemari pelancong dan pembuat konten YouTube. Namun harga resmi GoPro sering membengkak akibat pajak impor dan distribusi, sehingga bundel diskon luar negeri menarik bagi yang belanja cross-border. Toko lokal seperti Eraspace dan Bhinneka biasanya menjual unit standalone dengan garansi terbatas.
Produsen dalam negeri belum memiliki pesaing langsung di kelas 8K 360. Beberapa merek Tiongkok seperti Insta360 sudah populer di sini lewat fitur serupa dan harga lebih rendah. Kehadiran bundel Max 2 memperlihatkan tekanan kompetitif yang memaksa brand global berikan nilai lebih.
Brad Bourque, jurnalis teknologi dari Portland, menilai bundel ini sebagai penawaran padat karena selisih 70 dolar sudah mencakup perlengkapan yang dijual mahal secara terpisah. Ia mencatat keunggulan mikrofon dan ketahanan air sebagai nilai tambah untuk petualang seharian penuh. Pandangan tersebut relevan bagi pembeli yang memprioritaskan efisiensi rather than membeli komponen satuan.
Tren bundling kamera dengan aksesori bakal berlanjut seiring persaingan segmen action cam. GoPro kemungkinan memperluas paket serupa ke model Hero pada kuartal berikutnya. Konsumen Indonesia perlu mempertimbangkan garansi dan biaya kirim jika memesan dari Amazon.
Ke depan, permintaan konten imersif mendorong vendor memperkuat fitur AI penyatuan gambar 360. Max 2 memberi rujukan bahwa aksesori menjadi pembeda harga, bukan sekadar kamera. Pembeli cerdas akan membandingkan total biaya kepemilikan sebelum memutuskan beli.
Pasar e-commerce Indonesia seperti Shopee dan Tokopedia sudah banyak menjual aksesori aftermarket murah. Namun kualitas dudukan dan baterai third-party belum tentu setara original. Bundel resmi tetap jadi jaminan kecocokan bagi pengguna yang tak mau risiko gagal pasang.