Hasil uji coba mematahkan asumsi bahwa optimasi mesin pencari tradisional dapat diterapkan pada kecerdasan buatan. Tim riset Kre8on mencatat temuan mengejutkan setelah menguji 50 merek dengan total 2.000 hasil pencarian di empat mesin AI terkemuka. Merek yang berusia di bawah satu tahun sama sekali tidak pernah dirujuk oleh ChatGPT, Claude, Gemini, maupun Perplexity.
Eksperimen tersebut dirancang dengan metodologi yang cukup terukur. Mereka membagi 50 merek ke dalam kelompok usia: 0–1 tahun, 1–3 tahun, 3–5 tahun, dan di atas 5 tahun. Setiap merek diuji menggunakan 10 kueri berbasis niat pengguna, seperti "merekomendasikan [kategori] terbaik", "apa itu [merek]", serta perbandingan "[merek] vs [pesaing]".
Latar belakang penelitian ini berawal dari tren baru yang disebut AEO atau Answer Engine Optimization. Banyak pemilik merek mulai panik karena lalu lintas situs web mereka tergerus oleh jawaban langsung dari asisten AI. Muncul anggapan bahwa cukup dengan memasang skema tertentu di situs, merek akan otomatis muncul dalam rekomendasi chatbot.
Kenyataannya, trik-trik teknis tersebut tidak mempan. Data mentah dari Kre8on membuktikan bahwa keberadaan file llms.txt tidak memberikan dampak terukur sama sekali. Implementasi skema JSON-LD hanya berpengaruh minimal terhadap kemunculan sebuah merek dalam jawaban AI.
Alih-alih mempercayai struktur data di situs resmi, mesin AI rupanya lebih mengandalkan otoritas pihak ketiga. Faktor tunggal yang paling kuat memprediksi apakah sebuah merek akan dirujuk adalah kehadirannya di ensiklopedia kolaboratif Wikipedia atau basis data Wikidata. Temuan ini mengubah paradigma tentang bagaimana merek seharusnya membangun visibilitas di era AI.
Bagi ekosistem startup di Indonesia, temuan ini membawa implikasi serius. Ribuan merek lokal dan baru lahir dalam dua tahun terakhir kemungkinan besar tidak terdeteksi ketika pengguna bertanya pada AI mengenai solusi terbaik di kelasnya. Jika pelaku usaha hanya fokus pada optimasi halaman (on-page) dan konten blog, mereka akan kehilangan pangsa pasar yang beralih ke agen percakapan.
Di sisi lain, penelitian tersebut menekankan bahwa sebutan di situs eksternal dengan otoritas domain tinggi (high-DA) memiliki bobot lebih besar daripada apa pun yang ditanamkan di dalam situs sendiri. Minimal tiga domain terpercaya harus menyebut sebuah merek sebelum AI mulai mempertimbangkannya. Hal ini menyoroti pentingnya public relations dan liputan media arus utama bagi bisnis rintisan Tanah Air.
Kondisi di Indonesia diperparah oleh minimnya representasi merek lokal di Wikipedia berbahasa Inggris maupun Indonesia. Banyak perusahaan teknologi domestik yang belum memiliki halaman ensiklopedia resmi, sehingga peluang mereka untuk diakui sebagai otoritas oleh algoritma AI global tertutup rapat. Transformasi strategi pemasaran digital menjadi kebutuhan mendesak.
Menurut tim Kre8on, AEO sama sekali berbeda dengan SEO untuk AI. "Anda tidak bisa memaksa masuk ke ChatGPT hanya dengan menumpuk skema data terstruktur," tulis mereka dalam catatan riset tersebut. Mesin AI memilih mempercayai otoritas pihak ketiga seperti Wikipedia dan pers mapan sebelum memberikan kepercayaan kepada situs merek itu sendiri.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa mesin generatif saat ini bertindak sebagai kurator ketat, bukan sekadar pembaca metadata. Jika sebuah merek belum memiliki jejak kredibel di luar ekosistemnya sendiri, peluang untuk disebut dalam jawaban AI mendekati nol.
Ke depan, tugas utama merek yang baru meluncur bukan lagi merombak tampilan situs web. Langkah paling krusial adalah menciptakan kehadiran di sumber rujukan yang sudah dipercaya oleh mesin AI. Membangun profil Wikidata dan mendapatkan ulasan dari media berpengaruh menjadi prioritas mutlak bagi tim pemasaran modern.
Tren ini diproyeksikan akan semakin mengukuhkan posisi platform rujukan tradisional di tengah derasnya arus AI. Kre8on sendiri berencana merilis tulisan lengkap beserta alat ukur yang mereka gunakan agar publik dapat mengevaluasi metodologi tersebut. Bagi industri teknologi, era di mana konten mandiri cukup untuk menarik perhatian telah berakhir.