Kolom Tekno

Mengenal Kheibar Shekan, Rudal Iran yang Menghantam Pangkalan AS di Yordania

Ringkasan

  • Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik Kheibar Shekan ke pangkalan udara AS di Azraq, Yordania, pada Kamis dini hari WIB.
  • Serangan itu merupakan balasan atas operasi AS yang disebut menewaskan anak-anak Iran.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) kembali melancarkan serangan rudal balistik ke pangkalan milik Amerika Serikat di Yordania pada Kamis (16/7) dini hari WIB. Rudal Kheibar Shekan digunakan untuk membombardir pangkalan udara Azraq sebagai pembalasan atas serangan AS yang disebut menyebabkan korban jiwa anak-anak di Iran.

Serangan ini menandai eskalasi baru di Timur Tengah. IRGC mengklaim berhasil menghantam landasan pacu, pusat komando, dan fasilitas penyimpanan jet tempur AS di pangkalan tersebut. Mereka juga mengirimkan pesan kepada rakyat Yordania agar tidak membiarkan tanah mereka digunakan untuk “kejahatan terhadap anak-anak” yang dilakukan Amerika.

Rudal Kheibar Shekan menjadi pusat perhatian setelah serangan ini. Rudal balistik jarak menengah berbahan bakar padat generasi ketiga itu pertama kali diperkenalkan pada 2022. Dikembangkan oleh ilmuwan Angkatan Udara IRGC, rudal ini memiliki panjang 11,4 meter dengan jangkauan hingga 1.450 kilometer.

Keunggulan utama Kheibar Shekan terletak pada sistem pemandu satelit dan hulu ledak yang dapat bermanuver. Kombinasi ini memberikan tingkat akurasi tinggi yang jarang dimiliki rudal balistik konvensional. Rudal ini mampu membawa hulu ledak seberat 550 kilogram dengan daya ledak besar.

Kecepatan menjadi faktor kunci lain. Saat mendekati target, Kheibar Shekan melesat antara Mach 2 hingga Mach 3. Kecepatan ekstrem ini membuatnya sangat sulit dicegat, bahkan oleh sistem pertahanan udara canggih sekelas Patriot buatan Amerika Serikat atau David’s Sling milik Israel.

Namun, keunggulan yang paling mengkhawatirkan adalah fleksibilitas peluncurannya. Ukurannya yang relatif ringkas memungkinkan rudal ini ditembakkan dari berbagai jenis platform. Beberapa laporan menyebut Kheibar Shekan dapat diluncurkan dari truk komersial biasa, sehingga nyaris tidak terdeteksi sebelum mencapai target.

Rudal ini bukan barang baru dalam operasi militer Iran. Kheibar Shekan telah digunakan dalam Operasi Sadiq Promise 1 dan 2 pada April dan Oktober 2024. Saat itu Iran meluncurkan sekitar 180 rudal ke Israel sebagai respons atas tewasnya pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, dan Komandan IRGC, Abbas Nilforoushan.

Bagi Indonesia, perkembangan rudal Iran menyimpan pelajaran penting. Indonesia saat ini tengah memperkuat sistem pertahanan melalui akuisisi alat utama sistem senjata seperti rudal dan sistem radar. Namun, kemampuan rudal manuver dan kecepatan tinggi seperti Kheibar Shekan menjadi tantangan tersendiri. Sistem pertahanan udara NASAMS yang baru dioperasikan Indonesia perlu diuji ketahanannya terhadap ancaman rudal semacam ini.

Lebih jauh, keberhasilan Kheibar Shekan menembus pertahanan Patriot membuka diskusi tentang efektivitas pertahanan berlapis. Indonesia dengan ribuan pulau menghadapi tantangan unik dalam mendeteksi dan mencegat rudal jarak menengah. Investasi pada sistem radar canggih dan intersepsi bertingkat menjadi semakin mendesak.

Pernyataan resmi IRGC menegaskan, “Kami menargetkan dan menghancurkan landasan penyimpanan jet tempur AS dan pusat komando dan kendali Amerika yang baru di Asia Barat di pangkalan sangat besar di Al-Azraq.” Mereka menekankan bahwa serangan itu adalah balasan langsung atas agresi AS terhadap anak-anak Iran.

Serangan ini diperkirakan akan memicu respons balasan dari AS. Namun, Iran telah menunjukkan kapasitasnya untuk memukul target jarak jauh dengan akurasi tinggi tanpa terhalang sistem pertahanan canggih. Ke depan, Kheibar Shekan bisa menjadi kartu tawar dalam negosiasi geopolitik, termasuk program nuklir Iran.

Konflik ini juga menguji keandalan radar dan sistem intersepsi Israel dan Amerika. Jika klaim IRGC benar, maka celah pada pertahanan Patriot harus segera ditambal. Tidak tidak tertutup kemungkinan perlombaan senjata hipersonik semakin panas di kawasan Timur Tengah.

Mengapa Ini Penting

Keberhasilan Kheibar Shekan menembus pertahanan Patriot membuka mata akan kerentanan sistem pertahanan modern. Bagi Indonesia, hal ini menjadi pengingat bahwa pengembangan sistem radar dan intersepsi harus terus ditingkatkan, terutama untuk melindungi ribuan pulau dari ancaman rudal balistik. Selain itu, eskalasi ini bisa mempengaruhi stabilitas rantai pasok dan harga energi global yang berdampak pada Indonesia. Pelajaran dari Iran juga menjadi referensi dalam mengembangkan industri rudal dalam negeri yang masih dalam tahap awal.

Sumber Asli
CNN Indonesia Teknologi
Tanggal
17 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit