Mark Wickens memperkenalkan emulator Casio FX-870P yang berjalan sepenuhnya di peramban web, menghadirkan kembali komputer saku pemrograman legendaris tahun 1986 ke era modern. Aplikasi ini ditulis menggunakan bahasa TypeScript dan framework Vue 3, serta menjadi port dari implementasi referensi berbasis Delphi yang sebelumnya tersedia di situs PISI.
Perangkat asli Casio FX-870P, yang juga dipasarkan dengan nama VX-4, mengandalkan prosesor Hitachi HD61700 berklock 921 kHz. Layar kristal cairnya berresolusi 96×64 piksel didukung pengontrol HD44352A01, sementara input dilakukan melalui papan tombol matriks 83 tombol. Spesifikasi memori mencakup ruang alamat 18-bit dengan ROM0 6 KB, ROM1 128 KB dua bank, serta RAM 64 KB. Emulator web tersebut meniru seluruh komponen tersebut beserta port serial UART dan drive floppy opsional MD-120.
Komputer saku pemrograman tersebut dulu populer di kalangan insinyur dan akademisi karena kemampuannya mengeksekusi BASIC serta terhubung ke perangkat eksternal. Keberadaan emulator asli dalam bahasa Delphi membuatnya sulit diakses pengguna umum yang tidak memiliki lingkungan pengembangan Windows. Wickens menyebut bahwa tujuannya semata-mata membawa kode di balik emulator tersebut ke khalayak luas melalui internet.
Proyek yang dihoskan di GitHub itu tidak menyertakan berkas ROM karena alasan hak cipta, namun menyediakan struktur lengkap untuk menjalankannya secara lokal dengan Node.js 22 LTS. Pengguna cukup menempatkan berkas ROM ke folder public/roms/ lalu menjalankan skrip start.sh. Tampilan antarmuka menyesuaikan resolusi layar berkat citra faceplate berganda, sehingga tetap presisi di peranti bergerak maupun desktop.
Tantangan teknis emulasi terletak pada rekonstruksi inti CPU HD61700 yang memiliki ruang alamat 18-bit tidak umum. Kode sumber memuat berkas cpu.ts sebagai inti siklus fetch-decode-execute, exec.ts berisi penangan instruksi sekitar 2.100 baris, serta decoder.ts dengan tabel dispatching 256 entri. Pengontrol LCD dan matriks keyboard juga dibangun ulang agar responsif terhadap penekanan tombol fisik maupun klik mouse.
Bagi pengguna di Indonesia, emulator ini membuka pintu pelestarian warisan komputasi tanpa harus mengoleksi perangkat fisik yang langka dan mahal. Komunitas retro komputing tanah air biasanya berfokus pada konsol game klasik, padahal kalkulator pemrograman memegang peran penting dalam sejarah teknik informatika. Kehadiran alat berbasis web memungkinkan mahasiswa jurusan sistem tertanam membedah arsitektur CPU purba secara aman.
Di sisi lain, tidak ada produk lokal serupa yang menawarkan emulasi kalkulator Casio era 1980-an dengan fitur setara. Beberapa laboratorium universitas masih menggunakan perangkat nyata yang terbatas jumlahnya. Dengan adopsi emulator ini, dosen dapat mendemonstrasikan tokenisasi BASIC dan manajemen memori 18-bit tanpa risiko kerusakan hardware.
Pemanfaatan Origin Private File System (OPFS) untuk meniru floppy disk MD-120 mencerminkan kemampuan standar web terkini yang belum banyak dimanfaatkan pengembang lokal. Teknik penyimpanan berkas privat di peramban ini menjamin emulasi tanpa server, sekaligus menginspirasi pembuatan aplikasi serupa untuk perangkat retro Indonesia seperti mikrokontroler lokal.
Wickens menegaskan bahwa versi web murni untuk diseminasi kode, bukan menggantikan karya asli penulis emulator Delphi di PISI. Ia memberikan kredit penuh kepada pengembang awal yang telah menyusun suite emulator luar biasa tersebut. Penghargaan ini penting agar ekosistem perangkat lunak bebas tetap menghormati jejak sejarah.
Fitur unggulan seperti panel daftar BASIC langsung, penyunting DEFCHR$ berbasis piksel, dan mode turbo 50x mempercepat eksperimen pengguna. Pustaka program contoh yang dapat dimuat dari bilah alat membantu pemula memahami sintaks BASIC ala Casio. Panel debugger menampilkan register dan disassembly secara langsung, menjadikannya alat bantu belajar yang komprehensif.
Ke depan, proyek sumber terbuka ini berpotensi diperluas dengan kontribusi rombang program BASIC dari arsip majalah elektronik Indonesia masa lalu. Kolaborasi komunitas dapat melengkapi pustaka dengan kode lokal yang pernah populer di kalangan insinyur tanah air. Tren emulasi berbasis peramban diprediksi makin meningkat seiring matangnya API web seperti OPFS.
Inisiatif tersebut membuktikan bahwa teknologi usang dapat direvitalisasi melalui tumpukan perangkat lunak modern. Emulator Casio FX-870P tidak sekadar bernostalgia, melainkan menyediakan laboratorium arsitektur komputer yang aksesibel bagi siapa saja dengan peramban internet. Kode yang terbuka menanti para pengembang Indonesia untuk berpartisipasi.