Artificial Intelligence

DeepL Akuisisi Mixhalo untuk Perkuat Layanan Streaming Audio dan Terjemahan Acara Langsung

DeepL Akuisisi Mixhalo untuk Perkuat Layanan Streaming Audio dan Terjemahan Acara Langsung

Ringkasan

  • DeepL resmi mengakuisisi startup audio real-time Mixhalo untuk memperkuat kapabilitas penerjemahan suara langsung dalam berbagai acara berskala besar.

DeepL, perusahaan rintisan asal Jerman yang dikenal sebagai pemimpin dalam teknologi penerjemahan berbasis kecerdasan buatan, resmi mengumumkan akuisisi terhadap Mixhalo. Langkah strategis ini dilakukan untuk memperluas kapabilitas DeepL dalam menyediakan solusi terjemahan audio secara real-time yang lebih mumpuni, terutama untuk kebutuhan konferensi, acara olahraga, dan berbagai pertemuan skala besar lainnya.

Selama ini, kendala utama dalam acara internasional adalah hambatan bahasa bagi para peserta. Seringkali, peserta harus mengandalkan aplikasi penerjemah pihak ketiga pada ponsel mereka yang seringkali tidak akurat atau memiliki latensi tinggi. Dengan mengintegrasikan teknologi Mixhalo yang dirancang khusus untuk streaming audio berkualitas tinggi, DeepL berupaya menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih mulus bagi audiens di lokasi acara.

Mixhalo sendiri didirikan pada tahun 2016 oleh gitaris Incubus, Mike Einziger, bersama istrinya Ann Marie Simpson-Einziger, dan CEO Vik Singh. Awalnya, perusahaan ini berfokus pada penyediaan audio berkualitas tinggi untuk penonton konser musik. Namun, seiring berjalannya waktu, platform tersebut berevolusi menjadi infrastruktur pendukung untuk siaran audio real-time di berbagai ajang olahraga dan konferensi tingkat dunia.

Proses akuisisi ini bermula dari hubungan profesional yang organik antara kedua perusahaan. CEO Mixhalo, Vik Singh, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah lama menjadi pelanggan setia layanan terjemahan DeepL. Diskusi mengenai penggabungan kekuatan ini muncul secara alami saat pertemuan antara pihak Mixhalo dan CTO DeepL, Sebastian, yang menyadari adanya kesamaan visi dalam pengembangan API dan lapisan aplikasi untuk kebutuhan suara serta dokumen.

Bagi DeepL, langkah ini menjadi bagian dari ambisi mereka untuk mendominasi pasar voice-to-voice translation. Setelah sukses meluncurkan fitur penerjemahan suara ke teks dalam 33 bahasa pada tahun 2024 dan rangkaian penerjemahan suara ke suara pada April lalu, akuisisi Mixhalo memberikan DeepL pijakan kuat di sektor acara langsung. CEO DeepL, Jarek Kutylowski, menyebut bahwa Mixhalo akan menjadi solusi sekaligus alat pemasaran untuk menunjukkan efektivitas teknologi DeepL di lapangan.

Selain memperkaya portofolio teknologi, akuisisi ini juga menandai ekspansi operasional DeepL ke Amerika Serikat. Dengan memanfaatkan basis Mixhalo yang berpusat di San Francisco, DeepL resmi membuka kantor baru di wilayah Bay Area. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi DeepL dalam bersaing dengan pemain lain di industri AI seperti Wordly AI, sekaligus mempercepat adopsi teknologi terjemahan bahasa mereka di pasar global.

Mengapa Ini Penting

Akuisisi ini menunjukkan pergeseran tren di mana teknologi AI tidak lagi hanya fokus pada teks, tetapi mulai merambah ke pengalaman interaksi audio real-time yang lebih kompleks. Bagi industri di Indonesia, integrasi ini membuka potensi besar untuk penyelenggaraan konferensi internasional yang lebih inklusif dengan hambatan bahasa yang minimal, serta mendorong adopsi teknologi AI dalam sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions) nasional.

Sumber Asli
Techcrunch
Tanggal
17 Juni 2026
Waktu Baca
2 menit