Kolom Tekno

CMF Watch 3 Pro Turun ke $69, Jam Tangan Cerdas OLED Termurah Kelasnya

Ringkasan

  • Jam tangan cerdas CMF by Nothing Watch 3 Pro dengan layar OLED 1,43 inci dan GPS dual-band kini dijual $69 di Amazon, menjadikannya opsi paling hemat di segmen fitur lengkap.

CMF by Nothing, sub-brand dari Nothing, kembali mengguncang pasar wearable entry-level. Watch 3 Pro yang biasanya dibanderol antara $79 hingga $99 kini tersedia di Amazon dengan harga $69 untuk semua varian warna. Penurunan ini menempatkan perangkat ini jauh di bawah harga jam tangan cerdas serupa dengan spesifikasi layar OLED dan GPS terintegrasi.

Pada harga tersebut, Watch 3 Pro bahkan $20 lebih murah dibandingkan Google Fitbit Air yang tidak dilengkapi layar. Perbedaan fundamental ini menunjukkan pergeseran strategi harga di industri: layar berkualitas tidak lagi menjadi hak istimewa produk premium. Nothing membuktikan bahwa OLED 1,43 inci, sensor detak jantung empat saluran, dan GPS dual-band bisa dikemas dalam satu paket yang terjangkau.

Latar belakang peluncuran Watch 3 Pro awal tahun ini justru menjawab kelelahan pasar terhadap fitness tracker tanpa layar. Banyak produsen memilih menghilangkan layar untuk menekan biaya produksi, menciptakan celah bagi konsumen yang menginginkan notifikasi visual dan tampilan data olahraga real-time tanpa menguras dompet. CMF mengisi celah itu dengan pendekatan desain yang sengaja tidak terlihat "murah".

Desain menjadi pembeda utama. Watch 3 Pro hadir dalam empat pilihan warna — hitam, abu-abu, hijau muda, dan oranye — masing-masing dengan bentuk bezel dan detail strap yang dikordinasikan. Penulis The Verge, Brad Bourque, yang menggunakan varian hijau muda selama beberapa bulan, mengaku sering mendapat pujian soal penampilan jam tangan ini. Ia bahkan lebih sering memakainya dibanding Casio GA-2100 kesayangannya, jam analog-digital legendaris yang dikenal tahan banting.

Kinerja baterai menjadi daya tarik tak terduga. Meskipun spesifikasi resmi menjanjikan 13 hari pemakaian normal, pengalaman nyata Bourque menunjukkan dua hingga tiga hari dengan always-on display aktif. Angka ini tetap mengungguli sebagian besar jam tangan cerdas mainstream yang memerlukan pengisian harian. Bagi pengguna yang malas mengurus kabel charger setiap malam, ketahanan ini jadi faktor keputusan.

Sisi olahraga ditopang 131 mode aktivitas, GPS dual-band untuk akurasi lokasi outdoor, dan indeks perlindungan IP68. Integrasi aplikasi Nothing X menyediakan ribuan watch face — dari yang padat komplikasi data hingga yang murni estetika. Kompatibilitas penuh dengan iOS dan Android, serta sinkronisasi ke Strava dan Apple Health, memastikan ekosistem tidak terbatas pada smartphone Nothing saja.

Di Indonesia, kehadiran Nothing resmi sejak 2023 melalui mitra distribusi lokal membuat produk CMF lebih mudah dijangkau. Watch 3 Pro sudah terdaftar di situs e-commerce besar dengan harga resmi sekitar Rp 1,8 juta — masih kompetitif dibandingkan Galaxy Watch FE atau Redmi Watch 5 Active yang layarnya LCD. Promo flash sale berkala sering menurunkan harga di bawah Rp 1,5 juta, mendekati level $69 global.

Pesaing utama di segmen sub-Rp 2 juta saat ini didominasi merek Cina seperti Xiaomi, Realme, dan Amazfit. Keunggulan CMF terletak pada rasio layar-ke-body yang lebih modern, kualitas build yang terasa premium, dan dukungan software yang relatif ringan tanpa bloatware. Namun, ukuran casing 47 mm tergolong besar untuk pergelangan tangan Asia, membuat pelacakan tidur kurang nyaman — keluhan yang juga dialami Bourque.

Alternatif internal hadir dari saudara sendiri: CMF Watch Pro 2 generasi sebelumnya kini dijual $39. Meski GPS dan sensor detak jantung kalah presisi, fitur bezel yang bisa ditukar-tukar menawarkan kustomisasi fisik yang tidak dimiliki Watch 3 Pro. Pilihan ini relevan bagi pengguna awam yang memprioritaskan gaya daripada data olahraga presisi.

Tren jangka panjang menunjukkan margin produk wearable entry-level semakin tipis. Produsen dipaksa berinovasi pada efisiensi rantai pasok dan desain modular untuk mempertahankan margin. Nothing, dengan model direct-to-consumer dan branding kuat, posisi unik untuk memainkan permainan ini tanpa terpuruk dalam perang harga murni.

Bagi konsumen Indonesia, Watch 3 Pro mewakili titik keseimbangan langka: harga terjangkau, layar OLED, GPS dual-band, dan desain yang layak dipakai ke ruang rapat. Jika Nothing mempertahankan cadangan stok dan dukungan pembaruan firmware dua tahun ke depan — seperti yang dilakukan untuk Phone (1) — perangkat ini bisa jadi pembelian paling rasional di kategori sub-Rp 2 juta sepanjang 2025.

Mengapa Ini Penting

Penurunan harga Watch 3 Pro ke $69 menandai titik balik di mana fitur premium seperti OLED dan GPS dual-band tidak lagi eksklusif untuk kelas atas. Di Indonesia, ini mempercepat adopsi wearable berkualitas di kalangan महasiswa dan pekerja muda yang anggaran terbatas. Nothing yang sudah punya distribusi resmi berpotensi menggeser dominasi merek Cina di segmen entry-level, memaksa pesaing menaikkan spesifikasi tanpa naikkan harga. Jangka panjang, tekanan harga ini mendorong inovasi efisiensi bateri dan sensor — manfaat langsung bagi pengguna akhir.

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
14 Juli 2026
Waktu Baca
5 menit