Bethesda Game Studios mengumumkan sejumlah proyek baru, termasuk konfirmasi resmi pengembangan Fallout 5, di tengah tekanan besar akibat pemangkasan massal yang dilakukan Microsoft terhadap divisi Xbox. Pengumuman ini muncul hanya hitungan minggu setelah Xbox mengumumkan rencana mem-PHK sekitar 3.200 karyawan dalam satu tahun ke depan, termasuk di studio-studio ternama seperti id Software dan Obsidian Entertainment.
Todd Howard, direktur Bethesda Game Studios, menyatakan bahwa Fallout 5 saat ini masih berada dalam fase praproduksi. Ia menegaskan bahwa seri kelima Fallout menjadi salah satu prioritas terbesar studio saat ini dan menjadi "tujuan jangka panjang" bagi tim pengembang. Konfirmasi ini terasa signifikan mengingat Fallout 4, seri utama terakhir dalam franchise tersebut, sudah dirilis lebih dari satu dekade lalu.
Sejak peluncuran Fallout 4, franchise ini berkembang lewat spinoff berbasis daring Fallout 76 dan serial televisi live-action yang tayang di Amazon Prime Video. Keduanya sukses membangkitkan kembali antusiasme publik terhadap dunia pasca-apokaliptik Fallout, sehingga wajar jika Bethesda kini bergerak cepat merespons momentum tersebut.
Namun, pengumuman ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih gelap. Xbox baru saja menggelar acara showcase besar-besaran pada Juni lalu, dan pengumuman proyek-proyek Bethesda ini justru datang di minggu yang sama dengan unjuk rasa karyawan ZeniMax di Maryland yang menentang pemangkasan tenaga kerja. Timing-nya memperkuat dugaan bahwa pengumuman ini merupakan upaya damage control — menunjukkan kepada publik bahwa masa depan Xbox dan Bethesda tidak seburuk yang dikhawatirkan banyak pihak.
Howard juga mengungkap bahwa studio Obsidian Entertainment, yang sebelumnya mengembangkan Fallout: New Vegas pada 2010, kini sedang mengerjakan game Fallout baru. Selain itu, remaster untuk Fallout 3 dan Fallout: New Vegas sedang dalam pengembangan, meskipun belum ada tanggal rilis yang ditetapkan. Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi penggemar lama yang telah lama menantikan kembali ke Capital Wasteland dan Mojave Wasteland.
Terkait The Elder Scrolls VI — yang pertama kali diumumkan pada 2018 dan hingga kini belum menunjukkan wujud nyata — Howard memberikan pembaruan singkat. Ia menyatakan bahwa game tersebut akan menggunakan platform teknologi yang sama dengan Fallout 5. Howard menambahkan bahwa Elder Scrolls VI saat ini menjadi fokus pengembangan utama studio, dengan mayoritas tim sudah bekerja di proyek tersebut. "Kami berada di posisi yang direncanakan, menyukai tampilannya, dan memainkannya setiap hari," ujarnya.
Sementara itu, nasib Starfield — game ambisius Bethesda yang menuai respons beragam sejak peluncurannya — juga sempat disinggung. Howard memastikan bahwa franchise tersebut tetap menjadi bagian penting dari masa depan studio. Pernyataan ini penting mengingat beredar kekhawatiran bahwa Starfield akan ditinggalkan setelah respons pasar yang kurang antusias dibandingkan ekspektasi.
CEO Xbox Asha Sharma sebelumnya menyatakan bahwa Xbox akan lebih fokus pada franchise-franchise paling menguntungkan, dengan visi jangka panjang menjadi "salah satu dari sedikit perusahaan yang menghibur lebih dari satu miliar orang setiap hari." Pengumuman proyek-proyek Bethesda ini jelas selaras dengan strategi tersebut. Microsoft mengakuisisi Bethesda bersama induk perusahaan ZeniMax seharga 7,5 miliar dolar AS pada 2021, dan kini memanfaatkan aset tersebut untuk memperkuat posisi di pasar game global.
Bagi gamer Indonesia, pengumuman ini memiliki makna ganda. Di satu sisi, franchise Fallout memiliki basis penggemar yang cukup loyal di Tanah Air, terutama setelah serial TV-nya mendapat sambutan hangat. Di sisi lain, gelombang PHK di industri game global — yang juga melanda studio-studio besar seperti Riot Games dan Epic Games dalam setahun terakhir — menjadi pengingat bahwa industri yang tampak glamor dari luar ternyata rentan terhadap fluktuasi bisnis. Pemangkasan karyawan di level studio sekelas id Software dan Obsidian menunjukkan bahwa bahkan talenta di balik game legendaris seperti Doom dan Fallout: New Vegas tidak kebal dari keputusan korporasi.
Proyeksi ke depan, Fallout 5 diperkirakan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum benar-benar dirilis. Fase praproduksi biasanya mencakup perencanaan desain, prototipe, dan penentuan arah kreatif — tahapan yang bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun sebelum pengembangan penuh dimulai. Namun, dengan hadirnya game Fallout baru dari Obsidian dan remaster dua seri klasik, penggemar setidaknya memiliki beberapa proyek untuk dinantikan di masa mendatang. Pertanyaan besarnya: apakah pemangkasan karyawan yang masif ini justru akan memperlambat proses pengembangan, atau justru memaksa studio berfokus dan bekerja lebih efisien?