Artificial Intelligence

Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana Raih Prajaniti Dharmaraja Award 2026, Diakui Dedikasi untuk Bangsa dan Umat Hindu

Ringkasan

  • Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud dan dosen UGM, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, menerima Prajaniti Dharmaraja Award 2026 atas dedikasinya mengintegrasikan Dharma Agama dan Dharma Negara.
  • Penghargaan serupa juga diserahkan ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan tokoh strategis lainnya.

Jakarta – Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud sekaligus dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana, resmi menerima penghargaan Prajaniti Dharmaraja Award 2026 dalam upacara yang diselenggarakan di Universitas Hindu Indonesia (UHI) Denpasar, Bali. Penghargaan ini diberikan oleh Prajaniti Hindu Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian nyata yang telah dilakukannya bagi kemajuan umat Hindu, bangsa, dan negara.

Dalam sambutannya yang disampaikan di Jakarta, Minggu (15/3/2026), Ari Dwipayana yang akrab disapa Gung Ari menyampaikan rasa syukur mendalam serta mengucapkan parama suksma kepada keluarga besar Prajaniti Hindu Indonesia atas kepercayaan dan kehormatan tersebut. Ia menegaskan bahwa filosofi hidupnya selalu mengaitkan erat Dharma Agama dengan Dharma Negara, dua konsep yang menurutnya tidak terpisahkan melainkan saling menopang dan memperkuat satu sama lain.

"Sejak awal saya meyakini bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara tidaklah terpisahkan, melainkan saling menopang. Pengabdian kepada bangsa dan negara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian kepada umat dan agama," ujarnya tegas. Pernyataan ini mencerminkan visi integratif yang ia bawa, di mana nilai-nilai spiritualitas Hindu dijadikan kompas moral dalam berkontribusi untuk pembangunan nasional.

Pada edisi tahun ini, Prajaniti Dharmaraja Award juga dianugerahkan kepada sejumlah tokoh strategis lainnya, antara lain Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, Prof. Dr. I Dewa Gede Palguna, serta Pandita Kumari. Pemilihan para penerima penghargaan ini menandakan apresiasi lintas sektor—dari pemerintahan, militer, akademisi, hingga keagamaan—yang secara kolektif mendorong penguatan karakter bangsa berbasis nilai-nilai luhur.

Sebagai akademisi dan praktisi budaya, Gung Ari menegaskan bahwa kebudayaan bukan sekadar warisan statis dari masa lalu, melainkan fondasi strategis untuk membangun masa depan Indonesia yang berkarakter, beradab, dan maju. Ia memandang penghargaan ini bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai pengingat (reminder) bahwa masih banyak pekerjaan kolaboratif yang harus diselesaikan bersama bagi keberlanjutan umat dan bangsa.

Menanggapi tantangan zaman, ia menggarisbawahi empat agenda krusial bagi umat Hindu ke depan: memperkuat sradha (keyakinan) dan bhakti (kedekatan), meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memberdayakan ekonomi umat, serta menanamkan nilai-nilai Hindu kepada generasi muda dengan pendekatan yang relevan dan kontekstual dengan perkembangan zaman. Pendekatan adaptif ini dianggap vital agar ajaran agama tidak tersisih oleh arus modernisasi dan globalisasi.

Harapan ia, penghargaan ini menjadi katalisator semangat untuk terus berkarya, berkolaborasi lintas elemen masyarakat, dan berbuat yang terbaik demi kemajuan umat Hindu, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan secara universal. "Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus berkarya, mengabdi dan menjalin kolaborasi demi kemajuan umat Hindu, bangsa Indonesia, dan kemanusiaan," pungkasnya.

Secara luas, penganugerahan Prajaniti Dharmaraja Award 2026 diharapkan mampu menginspirasi lebih banyak tokoh dan pemuda Indonesia untuk menghadirkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan demikian, visi Indonesia Maju yang berakar kuat pada kebudayaan dan spiritualitas Nusantara semakin nyata terwujud, bukan hanya sebagai slogan, melainkan sebagai realita kehidupan sehari-hari.

Mengapa Ini Penting

Penghargaan ini menegaskan relevansi peran tokoh agama dan budaya dalam pembangunan karakter bangsa di era modern. Model kepemimpinan Gung Ari yang mengintegrasikan spiritualitas Hindu dengan tanggung jawab negarawan menjadi referensi bagi generasi muda. Kolaborasi lintas sektor yang diajakui lewat award ini menunjukkan perlunya sinergi antara pemerintah, militer, akademisi, dan agama untuk menghadapi tantangan globalisasi. Implikasinya, penguatan SDM berbasis nilai lokal menjadi strategis demi ketahanan identitas nasional.

Sumber Asli
ANTARA News
Tanggal
12 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit