Teks alt merupakan deskripsi singkat yang melekat pada berkas gambar di halaman web. Fungsi utamanya adalah memandu pembaca layar untuk menyuarakan isi gambar bagi pengguna tunanetra. Namun, dalam praktiknya, banyak pengelola situs WordPress mengunggah foto tanpa mengisi kolom tersebut.
Kosongnya atribut alt terjadi bukan karena kelalaian sengaja, melainkan kebiasaan buruk saat menulis artikel. Seorang penulis mungkin sedang fokus merangkai judul menarik, lalu memasukkan gambar secara tergesa, dan menekan tombol publikasi tanpa menyentuh opsi alternatif teks. Jika kebiasaan ini berulang ratusan kali dalam dua tahun, situs tersebut bermuatan ribuan gambar yang tak terbaca mesin pencari.
WordPress sebagai sistem manajemen konten populer tidak memaksa pengguna mengisi alt text. Tidak ada peringatan merah di editor maupun notifikasi di dasbor. Akibatnya, masalah akumulatif ini menjangkiti hampir setiap situs yang tidak diaudit secara berkala.
Migrasi konten dari platform lama dan impor massal produk sering kali menghapus deskripsi gambar yang sebelumnya ada. Toko online berbasis WooCommerce menjadi kasus klasik: galeri produk, gambar variasi, dan gambar kategori sering tak mendapatkan keterangan sama sekali. Ironisnya, sebagian kolom alt justru berisi nama berkas mentah seperti IMG_4821 atau product-photo-final-2, yang secara fungsional lebih buruk daripada kosong.
Benjamin Oats, pengamat teknologi yang membedah isu ini di platform Dev.to, mencatat bahwa kehilangan alt text bukan sekadar catatan kaki aksesibilitas. Ia menyebutnya sebagai beban senyap bagi optimasi mesin pencari gambar. Menurutnya, sebagian besar pemilik situs tak menyadari berapa banyak gambar mereka yang terdampak.
Di Indonesia, fenomena ini krusial karena banyak pelaku UMKM dan media menggunakan WordPress sebagai tulang punggung situs. Pencarian gambar Google menjadi pintu masuk trafik bagi toko pakaian, resep masakan, dan portal berita visual. Tanpa alt text, produk seperti kemeja linen navy tak akan muncul dalam hasil gambar, sehingga potensi konversi hilang begitu saja.
Lebih dari itu, peralihan ke pencarian berbasis kecerdasan buatan turut memperbesar risiko. Asisten AI yang merangkum konten web mengandalkan alt text untuk memahami halaman. Jika gambar tak terjelaskan, situs Indonesia makin tak terlihat di mesin pencari generasi baru yang mulai digunakan anak muda perkotaan.
Survei informal komunitas pengembang web lokal menunjukkan bahwa kesadaran terhadap aksesibilitas masih rendah. Banyak agensi digital di Jakarta dan Surabaya lebih fokus pada kecepatan situs dan kata kunci teks, alih-alih mendeskripsikan gambar. Padahal, perbaikan alt text termasuk upaya murah yang memberi dampak akumulatif nyata.
Oats memperkirakan bahwa memperbaiki dua ribu gambar secara manual mustahil dilakukan dalam akhir pekan. 'Plugin seperti OpptiAI Alt Text dirancang menutup celah itu dengan memindai seluruh pustaka media dan membuat deskripsi ramah SEO yang bisa disetujui massal,' tulisnya. Alat tersebut juga mencakup gambar produk WooCommerce.
Ia menekankan pentingnya memisahkan gambar dekoratif dari gambar bermakna. Garis pemisah atau ikon antarmuka sebaiknya dibiarkan alt kosong secara sengaja, sementara foto, tangkapan layar, dan bagan wajib diberi deskripsi. Strategi audit halaman publik lalu pembersihan pustaka secara bertahap disebut sebagai alur kerja paling efektif.
Ke depan, penggunaan plugin bertenaga AI untuk generasi alt text diprediksi meluas seiring naiknya permintaan optimasi gambar otomatis. Pengembang lokal dapat meniru model ini dengan membangun ekstensi serupa berbahasa Indonesia, mengingat pasar WordPress domestik terus tumbuh.
Langkah awal yang konkret bagi pemilik situs adalah menjalankan pemindaian halaman publik guna mendapatkan angka riil gambar tak beralt text. Setelah mengetahui pola, perbaikan prioritas pada artikel ber-traffic tinggi dan laman produk akan memberi imbal hasil komersial paling cepat. Kebiasaan mengisi alt text untuk unggahan baru harus dibangun agar masalah tak terulang.