Kolom Tekno

8BitDo FlipPad: Gamepad Ponsel Mungil Tanpa Baterai yang Terhubung via USB-C

Ringkasan

  • 8BitDo meluncurkan FlipPad, gamepad mungil tanpa baterai yang menyambung ke ponsel lewat USB-C untuk meniru pengalaman Game Boy.
  • Perangkat ini dibanderol 29,99 dolar dan mulai dijual 30 Juli.

8BitDo secara resmi membuka pemesanan awal untuk FlipPad, sebuah gamepad ponsel berukuran sangat mungil yang dirancang untuk mengubah smartphone menjadi konsol gaya Game Boy. Perangkat ini menarik perhatian karena tidak menggunakan baterai sama sekali dan langsung menancap ke port USB-C ponsel.

Peluncuran FlipPad menandai persaingan ketat di segmen aksesoris gaming portabel yang mulai ramai sejak pameran CES 2026. Berbeda dengan controller nirkabel pada umumnya, FlipPad mengandalkan koneksi fisik langsung yang membuatnya sangat tipis, bahkan bisa dibiarkan menempel saat ponsel dimasukkan ke saku celana.

Latar belakang hadirnya FlipPad tidak lepas dari tren nostalgia game retro yang menguat dalam beberapa tahun terakhir. Pada ajang CES 2026, baik 8BitDo maupun GameSir memperkenalkan konsep gamepad kecil untuk ponsel. GameSir lebih dulu merilis Pocket Taco beberapa bulan lalu, namun 8BitDo memilih waktu tunggu lebih panjang demi menyempurnakan desain FlipPad.

Pilihan menghilangkan baterai dan Bluetooth merupakan strategi desain radikal dari 8BitDo. Dengan menyambungkan diri langsung ke port USB-C, gamepad ini tidak perlu diisi daya atau dipasangkan melalui pengaturan nirkabel. Pendekatan ini mengeliminasi masalah koneksi putus-nyambung yang sering mengganggu pengalaman bermain emulator.

Namun, koneksi fisik ini membawa konsekuensi pada fleksibilitas casing. Port USB-C pada FlipPad bersifat tetap dan tidak bisa diperpanjang. Saat diuji pada ponsel OnePlus dan Google Pixel dengan pelindung silikon tipis, gamepad menempel sempurna. Sebaliknya, iPhone 16 Pro dengan casing folio tebal dari Nomad gagal terhubung karena konektornya tidak mencukupi.

Bagi pengguna di Indonesia, kehadiran FlipPad membuka opsi bermain retro yang jauh lebih hemat. Harga jualnya yang dipatok 29,99 dolar AS setara dengan kisaran Rp450.000-an, sangat kompetitif dibandingkan konsol handheld dedicated. Mengingat banyaknya pengguna ponsel Android kelas menengah di Tanah Air, aksesoris ini bisa menjadi jembatan nostalgia tanpa membebani dompet.

Dampaknya juga dirasakan pada ekosistem emulator lokal. Aplikasi seperti Delta dan RetroArch mulai banyak diadopsi di Indonesia untuk memainkan game Game Boy hingga Sega Genesis. FlipPad yang menyediakan tombol fisik jauh lebih presisi dibandingkan layar sentuh virtual, sekaligus mengurangi risiko layar tergores berkat lapisan karet di bagian bawahnya.

Di sisi lain, desain ultra-tipis FlipPad memaksakan kompromi pada tata letak tombol. 8BitDo menempatkan dua pasang tombol bahu di bagian depan, bukan di sisi atas seperti controller konvensional. Hal ini membuat posisi jari telunjuk menjadi canggung saat digunakan, karena semua tombol berada dalam satu garis pandang ibu jari.

Berdasarkan ulasan langsung dari penguji perangkat, kualitas build FlipPad tetap mempertahankan standar premium khas 8BitDo. Label tombol diukir langsung pada permukaannya, memberikan kesan mewah. Meski menggunakan membran silikon untuk D-pad dan tombol ABXY, teksturnya lebih kaku dan berasa clicky dibandingkan controller mereka sebelumnya.

'Tombolnya responsif meski memiliki jarak tekan lebih pendek, namun letak tombol bahu di depan terasa seperti solusi darurat demi menjaga ketipisan perangkat,' ungkap penguji dalam sesi hands-on. Gamepad ini juga memiliki engsel pada konektor USB-C, memungkinkan bagian kontrol dilipat ke bawah agar layar sentuh ponsel bisa diakses penuh tanpa perlu mencabutnya.

Ke depan, tren gamepad ponsel tanpa baterai diprediksi akan memicu inovasi serupa dari produsen aksesoris lain. 8BitDo dijadwalkan merilis FlipPad ke pasar global pada 30 Juli mendatang dalam dua varian warna: hitam polos dan nuansa klasik Game Boy original. Pemesanan sudah dibuka melalui toko resmi dan Amazon.

Persaingan dengan GameSir Pocket Taco yang dibanderol 34,99 dolar AS akan menjadi ujian nyata. Pocket Taco menawarkan pegangan lebih kokoh dan baterai internal, namun FlipPad menang di sisi portabilitas ekstrem. Bagi gamer kasual Indonesia, FlipPad mungkin menjadi pilihan utama untuk sekadar bermain Game Boy Color saat commuting, tanpa repot mengatur koneksi nirkabel.

Mengapa Ini Penting

Di Indonesia, tren emulasi game retro melalui ponsel semakin populer seiring melonjaknya harga konsol handheld seperti Nintendo Switch atau Steam Deck. Kehadiran gamepad ponsel berharga terjangkau dan tanpa baterai seperti FlipPad menekan biaya bagi gamer lokal yang ingin nostalgia tanpa membeli perangkat khusus. Selain itu, desain USB-C langsung berpotensi mengurangi ketergantungan pada Bluetooth yang kerap mengalami lag, memberi pengalaman bermain lebih responsif di ekosistem ponsel Android maupun iPhone. Strategi 8BitDo ini juga menekan produsen lokal untuk berinovasi pada aksesoris gaming ultra-portabel.

Sumber Asli
The Verge
Tanggal
15 Juli 2026
Waktu Baca
4 menit